Assalamualaikum teman-teman. Masih dalam suasana Iedul Fitri, saya mau mengucapkan mohon maaf lahir batin ya. Jika ada hal yang kurang berkenan dari saya selama berinteraksi di dunia nyata maupun maya, mohon dimaafkan. Karena sepertinya masih banyak yang cuti hari ini, saya jadi punya ide untuk membahas tentang referensi tempat-tempat kekinian di Jogja pada blog post kali ini.
Dari dulu suasana dan budaya Jogja memang sudah mendapatkan tempat tersendiri di hati banyak orang. Kini Jogja semakin banyak dibanjiri wisatawan dalam negeri apalagi sejak film AADC 2 tayang dengan banyak adegan yang diambil di Jogja. Karena saya kurang kekinian (sadar umur), referensi tempat kekinian di Jogja pada post ini akan dituliskan oleh adik saya. Jadi mulai paragraf berikutnya akan diambil alih oleh Fei ya.
“Jogja istimewa” jargon tentang
Jogja dari Ki Jarot tersebut emang paling cocok buat gambarin kota satu ini. Kota tua dengan 1000 daya tarik. At this
chance I would like to share with you some “special” places that you should try
during your visit to Jogja. So, Since Im not Nia, let's call this
Journey as Fei’s vacation.
1. Sellie Kafe
Masih ingat Film AADC 2? Nah Sellie Kafe
ini salah satu kafe yang dijadikan lokasi shooting di Fim AADC 2. Desain Sellie Kafe simple, dengan area yang mungil namun penataan interiornya akan membuat pengunjungnya nyaman seperti di rumah sendiri. Pengalaman ngopi dengan suasana rumahan yang patut dicoba. Sellie Kafe buka
dari pukul 03.00 PM – 11.00 PM.
2. Klinik Kopi
Ini tempat yang wajib dikunjung pecinta kopi.
Seperti namanya, di klinik ini kita akan diberi nomor antrian seperti saat berkunjung ke dokter di suatu klinik. Tamu akan dipanggil satu persatu
sesuai antrian untuk kemudian dilayani dan dibuatkan kopi sesuai dengan
selera masing-masing. Special recipe for everyone, just like doctor's prescription.
Klinik Kopi hanya menyajikan seduhan kopi dari biji kopi asli Indonesia, tanpa campuran apapun. Pengunjung bisa
merasakan gimana spesialnya cita rasa asli dari biji kopi yang dipilih. Rasa kopi dari tiap daerah di Indonesia beda-beda lho, sesuai tingkat keasaman tanahnya.
Bingung takut salah pilih jenis biji kopi? Nggak perlu khawatir, Mas
baristanya dengan senang hati akan menjelaskan tipikal cita rasa dari biji-biji kopi yang
ada di Klinik Kopi dan dia bakal saranin mana biji kopi yang paling cocok sama selera kita.
Tak seperti di tempat ngopi lainnya, tamu di Klinik Kopi boleh membawa makanan dari luar untuk dinikmati sambil ngopi-ngopi ria dengan teman-teman.
Sejak muncul di Film AADC 2, Klinik Kopi menjadi sangat ”happening.”
Jadi jangan heran kalau antriannya cukup panjang. Please noted that Klinik Kopi only open from 04:00 PM to 09:00 PM. Jadi jangan sampai salah waktu.
3. Gumuk Pasir Parangtritis
Gumuk Pasir Parangtritis adalah salah satu tempat wisata alam yang akhir-akhir
ini mulai gencar dipromosikan. Tempat ini unik banget seperti di Timur Tengah. Luasnya gumukan pasir yang membentang, angin yang kencang, pohon kaktus, dan aneka vegetasi kering di sekitaran gumuk pasir menambah kental suasana padang
pasir.
Bagi penyuka kegiatan yang menantang, sebaiknya kamu coba surfing pasir di gumuk
pasir ini. Rasakan sensasi dag dig dug menuruni bukit pasir tinggi hanya dengan papan!
4. Kebun Buah Mangunan
Jika bosan berkeliling di sekitar Kota Jogja, kita bisa menepi ke pinggiran untuk berkunjung ke Kebun Buah Mangunan. Kebun ini merupakan tempat wisata keluarga yang menyajikan pemandangan asri
berhektar-hektar kebun buah-buahan. Tempatnya luas dan asri. Pemandangan di sini sangat bagus karena posisinya yang ada di puncak bukit. Tapi menurut saya, yang
paling menakjubkan dari kebun ini adalah sunrise moment-nya.
Untuk bisa menikmati sunrise, kita harus bersiap dari Kota Jogja sekitar pukul 04:30 supaya bisa sampai di Kebun Buah Mangunan sekitar pukul 05:10. Di kebun buah ini ada sunrise point, tempat pengunjung bisa menikmati indahnya perbukitan Jogja dari ketinggian. Saat di atas bukit, rasanya seperti di atas awan karena kita berada di atas kabut-kabut menggumpal yang menghiasai lereng bukit. Momen sunrise tadi semakin syahdu ketika matahari terbit. Semburat sinar matahari yang muncul dari balik awan sangat cantik sekali.
5. Hutan Pinus Imogiri
Hutan
pinus ini dekat dengan Kebun Buah Mangunan. Jadi ada baiknya jika menikmati Sunrise di Kebun Buah Mangunan, jangan langsung pulang dulu, mampir saja ke Hutan Pinus Imogiri ini. Di
hutan pinus ini kita bisa jogging atau sekedar duduk-duduk menikmati suasana asri hutan pinus.
Di musim kemarau, Hutan Pinus Imogiri akan membuat kita merasa sedang berada di negara 4 musim. Seperti sedang musim gugur dengan daun kering yang berjatuhan ke tanah dan udara yang sangat sejuk dan menyegarkan.
6. Museum Ullen Sentalu
Saya bukan pecinta
museum, tapi karena Ullen Sentalu dikatakan sebagai museum “terbaik” di Indonesia, maka saya rasa wajib untuk mengunjunginya. Bangunan Museum Ullen Sentalu seperti bangunan abad 18 dengan taman-taman tua. Suasana asri dari kaki
gunung cocok sekali dengan design arsitektur lama Ullen Sentalu. Seperti diajak ke jaman
keraton dan menjadi bangsawan kala itu.
Disini terdapat koleksi lukisan-lukisan,
surat, batik, foto dan benda antik lain dari Kesultanan Jogja dan Solo. Di museum ini juga ada 1 ruangan khusus yang didedikasikan untuk Gusti Nurul salah
satu wanita bangsawan tercantik Jawa
yang merebut hati Sultan dan Presiden RI pertama yaitu Ir. Soekarno. Foto
beliau pun terdapat lengkap di ruangan ini, dan ya saya setuju jika beliau
memang sangat “ayu”.
Staff
Museum sangat professional, kita bakal diantar keliling bersama dengan
guide professional yang sangat sopan. Pengunjung akan
diberikan jamu khusus yang rasa nya enak banget di akhir tour.
7. Beukenhoff
Restaurant
Restoran ini terletak di dalam komplek Museum Ullen Sentalu. Beukenhoff mengangkat tema Belanda-Indonesia tahun 1945. Desain interior dan
taman tuanya "sangat Belanda." Menu makanan dan
minuman di Beukenhoff Restaurant pun bertema Eropa klasik. Kalau di museumnya saya merasa seperti Bangsawan Jawa jaman dulu, saat makan di Beukenhoff Restaurant seperti sedang menjadi bangsawan Belanda di tahun 40-an.
So that’s my not really long jurney to Yogyakarta, a simple
and special old city. Thankyou for read this article. Hopefully this article
would help you to choose some destination in Jogja. And I also hope it would
not be my last article. See you later!