Assalamualikum teman-teman. Gimana kabar? Semoga dalam keadaan sehat ya. Kali ini saya mau berbagi tentang pengalaman raw food diet saya Bulan September lalu. Kenapa sampai diet raw food segala? Gimana rasanya makan raw food 3 hari? Akan dibahas lengkap di postingan ini. Semoga infonya bermanfaat ya.
Kenapa Saya Detox?
Pertama karena berat badan saya bertambah terus. Bukan panik menjadi gendut, tapi ini kali pertama berat saya bisa naik berangsur-angsur. Dari bayi hingga kuliah saya sangat kurus. Baru lumayan berisi ketika sudah bekerja beberapa tahun. Tapi itu pun nggak bisa stabil naik seperti sekarang.
Sebenarnya kenaikan berat tersebut mencapai berat ideal untuk tinggi saya 168 cm, yakni 62 kg. Tapi sepertinya beratnya ini di lemak deh. Jadi saya khawatir organ dalam saya digendolin lemak-lemak. Semoga raw food yang saya makan tiga hari ini merontokkan lemak-lemak ini.
Diet raw food ini bukan disebabkan karena pertanyaan orang-orang "kamu gemukan ya Nia?" di komentar instagram maupun saat bertemu langsung. Foto yang dikomen demikian biasanya foto saya senyum dengan pipi mengembang. Saya nggak sedih dengan pertanyaan itu sih. Cuma saya merasa geli sendiri aja. Sampai segitu signifikan kah kelihatannya? Waktu balita saya emang pipinya gini juga kok. Ngomong-ngomong, 62kg merupakan berat terberat saya selama ini.
Diet raw food ini bukan disebabkan karena pertanyaan orang-orang "kamu gemukan ya Nia?" di komentar instagram maupun saat bertemu langsung. Foto yang dikomen demikian biasanya foto saya senyum dengan pipi mengembang. Saya nggak sedih dengan pertanyaan itu sih. Cuma saya merasa geli sendiri aja. Sampai segitu signifikan kah kelihatannya? Waktu balita saya emang pipinya gini juga kok. Ngomong-ngomong, 62kg merupakan berat terberat saya selama ini.
Hal yang membuat saya ingin detox berikutnya adalah: saya merasa "berat." Perut saya jadi sedikit buncit. Baru kali ini ngerasain buncit. Saya baru menyadarinya ketika duduk berjam-jam di dalam mobil dalam perjalanan dinas Medan-Subulussalam dan travelling Semarang-Kudus. Dada rasanya sesak karena perut terlipat tiga mendesak ke atas. Haha. Saya sangat tidak biasa dengan kondisi ini. Makanya saya jadi cemas dengan kondisi kesehatan saya. Sehingga kepikiran untuk merealisasikan rencana raw food detox yang memang sudah terngiang di kepala sejak lama.
Alasan lainnya adalah saya tidak punya waktu istirahat sejak akhir Juli hingga sepanjang Agustus. Saya sering sekali bepergian ke luar kota dan luar pulau. Otomatis waktu untuk olahraga tidak ada. Badan jadi cepat capek. Kalau saya jarang olahraga maka imun saya memburuk. Akibatnya alergi saya bisa muncul lebih sering dari sebelumnya. Saya punya alergi dermatitis atopic atau eczema tipe kering (sering disebut eksim). Alergi saya nggak parah sih, cuma sedikit sekali di punggung tangan. Tapi jika alergi ini muncul, tandanya tubuh saya perlu peningkatan imun.
Manfaat lain yang saya harapkan dari detox ini adalah memanjakan usus dan organ dalam saya lainnya. Semoga mereka istirahat sejenak dari mencerna aneka makanan yang dimasak selama tiga hari.
Kenapa Memilih Detox dengan Raw Food Catering Burgreens?
Jujur aja awalnya saya pengen detox dengan cold press juice gitu. Kemarin-kemarin sepertinya sedang trend kan. Kemudian saya berpikir kalau badan saya dikasih cairan doang selama tiga hari kok kasihan. Saya ingat konsep concious eating, dimana kita harus makan dengan berkesadaran. Jangan memaksakan badan kita dengan asupan yang kurang. Bukannya saya meragukan asupan gizi cold press juice, tapi kasihan aja kalau lambung saya hanya diisi air selama tiga hari.
Jika setelah diet kita jadi nggak doyan makan, artinya sel-sel pencernaan kita justru mati. Menurut Ayurvedha, lebih penting bagaimana kita membakar asupan makanan kita daripada kita memaksakan diri dengan menahan lapar berlebihan.
Jika setelah diet kita jadi nggak doyan makan, artinya sel-sel pencernaan kita justru mati. Menurut Ayurvedha, lebih penting bagaimana kita membakar asupan makanan kita daripada kita memaksakan diri dengan menahan lapar berlebihan.
Kenapa Burgreens? Karena saya sudah lama kenal dengan Burgreens. Tengok saja postingan saya tentang Burgreens Rempoa ini. Saya suka konsep dan idealisme mereka. Selain itu tentu saja karena saya percaya dengan kualitas Burgreens. Penyusunan menu cateringnya dilakukan oleh ahli yang bersertifikasi internasional.
Raw Food Detox Result Day 1
Hari pertama masih semangat 45 dong. Saya merasa sangat siap dengan raw food detox ini. Apakah saya akan berhasil? Let's see!
Ini daftar menu hari pertama raw food catering:
Ini daftar menu hari pertama raw food catering:
Saya dipandu Mba Riri admin catering Burgreens untuk menunya. Dia lupa mengirimkan file PDF urutan menu sehingga saya nanya-nanya banyak banget di hari pertama. Diawali dengan Green Punk (local apple, pakchoy, kale, banana, lemon) yang seger dan enak banget, saya makin optimis untuk detox ini. Sarapan dengan green smoothies itu ringan. Jadi kenyang tapi nggak ngantuk.
| Raw "Mushroom Noodle": radish, zucchini, carrot, seasoned mushroom, homemade raw “mushroom” sauce for lunch. |
Raw "Mushroom Noodle" ini merupakan makan siang saya. Teman-teman kantor saya takjub dan banyak berkomentar tentang ini. Mulai dari nyuruh makan lalapan sampai makan rumput. Haha. Saya abaikan mereka semua lalu mulai mengaduk-aduk noodles dari sayur mayur ini dengan mushroom sauce-nya yang lezat. Ternyata saya nggak habis, tapi hanya menyisakan sedikit sekali noodles-nya karena sudah merasa sangat full.
Mother Earth menjadi snack sore pertama. Ternyata dia tidak semanis green punk. Tapi karena wujudnya smoothies maka masih mudah bagi saya untuk menghabiskannya.
| Strawberry Walnut Salad with Steamed Potato |
Apa pendapat kalian dengan tampilan Strawberry Walnut Salad with Steamed Potato ini? It looks pretty, doesn't it? Saya mengimajinasikan kalau salad ini akan terasa manis. Ternyata sauce-nya sudah agak asam ketika saya membukanya. Mungkin karena saya terlalu lama menenteng salad ini di luar kulkas atau karena ada faktor lain. Pernah membayangkan makan bayam mentah-mentah? Saya belum. Makanya saya agak kaget dan cukup lama menatap lekat-lekat daun bayam mentah di salad ini. Meskipun saya sudah sering membuat green smoothies dengan bayam mentah, saya belum pernah membayangkan harus mengunyahnya langsung mentah-mentah.
Jadi strawberry walnut salad ini merupakan perjuangan berat perdana dalam raw food detox kali ini. Namun demikian saya berhasil menandaskannya hanya dengan sisa beberapa helai daun bayam saja. Saya tidak memaksakan diri menghabiskannya karena sudah tidak ada "teman lain" untuk mengunyahnya. Haha. Dengan demikian hari pertama raw food detox saya: SUKSES dong! :D
Raw Food Detox Result Day 2
Saya agak kaget dengan menu hari kedua yang berupa botol semua. Namun demikian diam-diam saya sudah merasa menang dalam hati karena saya pasti lolos detox hari ini. Tapi ada sedikit keraguan sih, ada secercah harapan semoga rasa aneka minuman detox ini acceptable.
Urutan minuman detox hari kedua dimulai dengan Superfood Bigbang (spirulina, chlorella, barley grass, bee polen, green apple, kale, cucumber, and chia seeds) yang terasa sangat menutrisi. Ini merupakan sarapan saya. Lalu snack menjelang makan siang saya adalah Detox King. Teman kantor saya mengatakan minuman ini seperti minuman kotor karena keruh. Tapi ternyata ketika saya minum rasanya super enak dan segar karena rupanya isinya adalah wheatgrass/ moringa shot dan coconut water. Saya memang suka sekali air kelapa muda.
Makan siangnya adalah Winter Rhythm yang sempat saya khawatirkan mengandung buah bit yang saya takuti meski kaya nutrisi. Ternyata Winter Rhytm ini segar dan manis sekali. Tapi manisnya alami sehingga lebih nikmat dan aman untuk kesehatan. Winter Rhytm terdiri dari watermelon, mint dan flaxseeds. Snack sore saya adalah super elixir yang mohon maaf saya tidak tahu penyusunnya apa saja. Mirip-mirip sama superfood bigbang tapi sedikit lebih getir kalau tidak salah ingat. Malamnya ditutup dengan detox water yang dibuat dari filtered water, lemon and seasalt.
Jadi hari kedua detox saya berhasil dengan cukup mudah. Meksi merasa seperti digelonggongi air, saya merasa lebih segar dan sering ke belakang untuk buang air kecil. Artinya zat-zat yang mengandung toxin dalam tubuh saya tergiring keluar. Semoga aneka pengawet dan penyedap makananan yang pernah saya konsumsi melalui makanan sudah terbuang dalam tahap ini. Haha.
Raw Food Detox Result Day 3
| Menu catering raw food hari ketiga |
Hari ini menjadi hari terberat dalam raw food detox saya. Karena saya pernah mencoba raw burrito di stall Burgreens pada suatu event di Rumah Ranadi. Saya sudah tahu saya nggak doyan raw burrito tapi saya harus memakannya pada saat sarapan di pagi hari di mana saya biasanya lebih suka melakukan hal-hal yang menyenangkan bukan makan makanan yang kita tahu bakal nggak doyan. Haha. Saya hanya mampu memakan dua wrap. Lalu teman saya kasihan melihat saya. Ia memasukkan raw burrito dalam microwave selama 30 detik. Rasanya mendingan. Saya makan dua wrap lagi, lalu sisanya dimakan ramai-ramai oleh teman saya.
Snack siangnya Detox Red Velvet Smoothie (beet, watermelon and lemon) yang nyata-nyata mengandung buah bit berhasil saya tandaskan dengan mudah. Di hari ketiga ini semua sudah terasa berat apalagi saya mendapatkan cobaan terberat di depan mata, si raw burrito, heheh.
| Raw Burrito |
Makan siang saya adalah eggplant roll yang sudah saya imajinasikan kelezatannya. Tapi ternyata sauce di dalam rollnya itu sama dengan sauce raw burrito. Sebenarnya enak sih karena teman saya melahapnya dengan mudah. Tapi karena saya sudah tersugesti kalau saya "eneg" ketika makan raw burrito, maka lagi-lagi saya tidak menghabiskannya.
Saya merasa sangat lapar dan lemas. Khawatir kenapa-napa, maka saya beli buah mangga masak yang sudah dipotong. Saya ingat rasanya manis sekali. Begitu lezat.
![]() |
| Eggplant Roll |
Malamnya saya mendapatkan menu strawberry walnut salad lagi. Kali ini sauce-nya masih bagus. Tapi saya tidak menuangkannya banyak-banyak. Saya sudah tak sanggup makan bayam mentah. Jadi saya hanya menghabiskan kentangnya dan memakan strawberry dan alpukatnya. Apes banget nih dapat menu yang sama di hari pertama dan ketiga.
Demikian perjalanan detox saya tiga hari ini. Sepertinya akan saya kenang selalu seumur hidup. Detox disarankan dilaksanakan setahun empat kali. Namun saya hanya melaksanakannya setahun sekali. Untuk kaum muslim tentu lebih enak karena detox terfasilitasi dengan puasa ramadhan dan puasa senin kamis. Tapi bukanya jangan langsung makan gorengan ya.
Efek yang Saya Rasakan dari Raw Food Detox
Tentang penurunan berat badan saya tidak tahu karena saya tidak menimbang. Tapi yang jelas perut buncit saya sudah mengempes. Kemudian lengan saya juga lemaknya berkurang. Raw Food Detox memang tidak signifikan dampaknya karena fungsinya lebih ke cleansing. Sehingga dampaknya sangat mild. Dampak paling signifikan bagi saya adalah badan terasa lebih ringan.
Detox dengan Membuat Menu Sendiri
Pengen detox tapi merasa paket catering yang tersedia mahal? Bisa bikin sendiri kok. Saya pernah melakukannya. Simak potingan saya Komitmen Detox dan Detox Report. Saya membuatnya sendiri. Tapi belanjanya habis sekitar 800 ribu rupiah. Sedangkan paket raw food catering burgreen 750 ribu rupiah di luar ongkos kirim. Entah karena saya yang kurang smart shopping atau tidak mensubstitusi bahan-bahan yang bisa diganti dengan hasil bumi lokal yang lebih murah.
Btw saya punya maag loh, tapi alhamdulillah dua kali cobain detox ini aman-aman aja lambungnya. Nah sekian sharing detox saya kali ini. Nanti akan saya share tentang paket catering Burgreens lainnya yakni alcalizing and balancing yang enak.
Btw saya punya maag loh, tapi alhamdulillah dua kali cobain detox ini aman-aman aja lambungnya. Nah sekian sharing detox saya kali ini. Nanti akan saya share tentang paket catering Burgreens lainnya yakni alcalizing and balancing yang enak.
Jaga pola hidup sehat yuk. You are not what you eat, you are what you digest! (Ayurvedic Proveb). Jadi mari sempetin olahraga. Jika sudah terlanjur merasa tak sehat, detox bisa menjadi pilihan. Tapi ingat, segala sesuatu jangan berlebihan. :)







