Halo teman-teman. Udah lama ya saya nggak ngomongin perkembangan Kai. Sekarang Kai baru saja satu tahun dan alhamdulillah baru lancar jalan. Kai suka minta keluar rumah. Maunya jalan sendiri. Padahal jalan depan rumah kami itu aspal. Meskipun aman dari keramaian lalu lintas, saya agak khawatir soal aspal karena Kai kadang-kadang suka menjatuhkan diri gitu deh. Entah becanda atau beneran jatuh. Kai suka tiba-tiba nurunin lututnya ke aspal. Jadi saya sering khawatir Kai lecet entah di tangan atau lutut. Makanya kemudian saya mencari produk apa ya yang cocok untuk membersihkan dan membantu menyembuhkan luka karena gesekan di anak bayi yang baru mau menjadi toddler ini.
Meski udah setahun, saya masih hati-hati banget soal perawatan kulit Kai. Kalau kelembapan alhamdulillah aman dan bahkan Kai nggak alergian seperti saya. Soal sering jatuh itu saya khawatir karena takut luka atau cedera.
Ternyata tentang cedera ada penelitiannya dari Riset Kesehatan Dasar (Rikerdas) di tahun 2013. Berdasarkan urutan proporsi terbanyak untuk tempat terjadinya cedera, sebanyak 36,5% cedera terjadi di rumah dan penyebab cedera terbanyak adalah karena terjatuh yakni di angka 40,9%. Berarti nggak cuma bayi baru jalan aja ya yang sering jatuh, ternyata sebagian orang juga.
Buibu pada nyediain produk apakah untuk pertolongan pertama di rumah? Dulu kalau ada yang luka atau lecet gitu dikasih produk pembersih luka yang bikin perih dan meninggalkan noda ya. Ternyata kata dokter Adisaputra Ramadhinara (satu-satunya Certified Wound Specialist Physician di Indonesia), pembersih luka yang meninggalkan noda tidak tepat menjadi pilihan karena menutupi luka dengan warna yang bukan aslinya sehingga keadaan luka sebenarnya tidak terlihat. Dokter Adisaputra menyarankan menggunakan obat pembersih luka yang mengandung Polyhexadine (PHMB) karena tidak meninggalkan noda, tidak berbau dan tidak meninggalkan rasa perih.
Pernyataan beliau cocok banget dengan kebutuhan saya. Bayi mana mau ya diolesin sesuatu yang bikin dia perih. Pasti jadi nangis, huhu. Kalau ada warnanya juga dia bisa takut. Makanya kemudian saya cari produk apa yang tersedia di pasaran yang sesuai kriteria dr, Adisaputra. lalu nemulah saya Hansaplast Wound Spray atau yang sering disebut Hansaplast Spay antiseptic.
Kandungan utama Hansaplast Spray Antiseptic ini PHMB tadi, zat antiseptik yang banyak digunakan para dokter karena tidak meninggalkan rasa perih, tidak meninggalkan noda dan tidak berbau. Pemakaiannya yang tinggal semprot aja memudahkan saya untuk membersihkan lecet si bayi baru gede yang maunya mandiri, no gendong-gendong lagi. Tapi saya makeinnya masih pake gendong bentar biar tepat sasaran, hehehe.
Tadinya produk antiseptik untuk luka yang mengandung PHMB ini tidak beredar di pasaran, jadi hanya digunakan di klinik atau rumah sakit. Thanks to Hansaplast yang memproduksi Hansaplast Spray Antiseptik ini sehingga kita bisa membelinya over the counter atau menjadi produk yang dijual bebas tanpa resep dokter.
Kemasan Hansaplast Spray Antiseptik ini handy banget. Lihat aja di foto, ketutup di genggaman saya ya. Jadi dimasukkan ke tas juga nggak makan tempat. Jadi saya suka bawa ke mana-mana kalau lagi pergi sama Kai. Karena membersihkan luka pakai air juga sepertinya bukan solusi ya, bikin perih.
Cara penggunaan Hansaplast Spray Antiseptik adalah dengan menyemprotkannya ke area yang luka dengan jarak sekitar 10 cm. Area yang luka dan sekitarnya diusahakan kena semua ya. Kemudian perlahan keringkan.
Dari hasil baca-baca referensi, saya nemu 3 tahapan dalam membersihkan luka. Ternyata begini urutannya:
1. Bersihkan luka dengan Hansaplast Spray Antiseptik,
2. Lindungi luka dengan plester luka berkualitas,
3. Smbuhkan luka.
Cara penggunaan Hansaplast Spray Antiseptik adalah dengan menyemprotkannya ke area yang luka dengan jarak sekitar 10 cm. Area yang luka dan sekitarnya diusahakan kena semua ya. Kemudian perlahan keringkan.
Dari hasil baca-baca referensi, saya nemu 3 tahapan dalam membersihkan luka. Ternyata begini urutannya:
1. Bersihkan luka dengan Hansaplast Spray Antiseptik,
2. Lindungi luka dengan plester luka berkualitas,
3. Smbuhkan luka.
Saya tuh dulu sering denger kalau plester luka itu katanya sumber tumbuh kuman. Ternyata itu mitos lho. Luka lebih baik ditutup dan tidak terekspos udara. Jadi membiarkan luka terbuka bikin cepet sembuh itu mitos juga lho Buibu. Luka terbuka bikin mudah tergesek atau tergores lagi dan mudah kena bakteri atau kuman, makanya harus dilindungi dan dirawat. Sekarang karena udah tahu, kita bersihin luka dan rawat dengan benar yuk supaya kita atau anggota keluarga cepat sembuh saat ada luka. Semoga sehat terus semua dan bebas dari luka serta jatuh ya. Have a good day :D

