Assalamualaikum. Bikin paspor untuk bayi ternyata cukup mudah lho. Saya bahkan pergi berdua dengan Kai saja. Sebenarnya bisa saja bikin paspor bayi dengan walk in alias datang langsung ke Kanim Jakarta Selatan, tapi untuk jaga-jaga karena saya akan pergi berdua saja dengan bayi, maka saya ambil nomor antrian online dulu. Ini ketentuan yang berlaku untuk November 2018.
![]() |
| Nunggu lift ke tempat layanan pembuatan paspor |
Untuk mendapatkan nomor antrian online bisa langsung ke website Ditjen Imigrasi di www.imigrasi.co.id atau dengan mengunduh aplikasi antrian online imigrasi di google play. Saya menggunakan cara terakhir. Setelah mendaftar sesuai form dalam aplikasinya maka kita akan mendapat pilihan hari dan waktu (jam) yang masih tersedia. Akhir Desember lalu dan Januari kemarin full terus lho. Jadi kalau ada rencana ke luar negeri mepet, sebaiknya segera coba mendaftar deh.
Aplikasinya terus diperbaharui dan yang sekarang berlaku sudah beda dengan yang saya pakai untuk mendaftarkan Kai di akhir November lalu. Sebenarnya ada opsi pendaftaran dengan whatsapp tapi sudah tidak diberlakukan lagi sejak 22 januari 2019.
Enaknya punya aplikasi mobile imigrasi tuh kita bisa daftarin saudara atau teman kita juga meski beda kartu keluarga. Caranya cuma tinggal masukin NIK nya. Jadi bisa bantuin saudara atau teman sekalian.
Waktu masih cuti melahirkan, saya sempatkan mebuatkan paspor untuk Kai. Karena kalau udah ngantor kebayang ribetnya. Sayang kalau harus mengambil jatah cuti untuk urus paspor. Mending buat liburan. Kalau izin doang kok ga enak kalau perginya lama. Makanya saya manfaatkan waktu selagi masih cuti melahirkan.
Kalau sudah dapat nomor antrian online serta sudah jelas hari dan waktu yang tersedia yang sudah kita pilih, segera siapkan persyaratannya ya. Untuk pembuatan paspor bayi syaratnya saya copy paste dari website imigrasi adalah sebagai berikut:
a. Kartu tanda penduduk ayah atau ibu yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri;
b. Kartu keluarga;
c. Akta kelahiran atau surat baptis;
d. Akta perkawinan atau buku nikah orang tua;
e. Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama; dan
f. Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki Paspor biasa.
b. Kartu keluarga;
c. Akta kelahiran atau surat baptis;
d. Akta perkawinan atau buku nikah orang tua;
e. Surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama; dan
f. Paspor biasa lama bagi yang telah memiliki Paspor biasa.
Ada syarat tambahan yang formulirnya baru saya dapatkan di kantor imigrasi. Salah satunya perlu tanda tangan kedua orang tua. Satu lagi bisa tanda tangan salah satu orang tua. Jadi kalau mau ke kantor imigrasi dengan anak tapi hanya salah satu orang tua yang mendampingi, ada baiknya cari di internet dulu formulirnya.
Kami dapat jadwal di hari Selasa dan saya memilih waktu pagi sekitar pukul 09:00-10:00. Karena waktu itu saya masih newbie banget jadi ibu, belum jago manajemen waktu untuk bepergian dengan bayi. Saya baru berangkat pukul 09:00 dan ternyata Kemang macet karena ada perbaikan galian.
Hampir pukul 10:00 kami baru sampai, itupun udah lewat gang-gang kecil di Kemang yang untungnya gocar kami nggak papasan dengan mobil lain dan drivernya apal jalan, hehe.
Meski mepet, ternyata kami masih boleh ikut yang kloter pukul 09:00-10:00. Tempat layanan pembuatan paspor ada di lantai 2. Pertama kita harus antri menunjukkan barcode booking online kemudian kita yang bawa bayi atau anak diberikan nomor antrian prioritas.
Dengan antrian khusus ini, jeda waktu ketika mengambil nomor antrian dan dipanggil akan sangat cepat sehingga apabila membawa anak atau bayi sebaiknya teman-teman persiapkan dulu semua syaratnya sampai lengkap.
Nomor antrian Kai dpanggil dan kami diwawancara. Kai masih bobok pules sejak dari dalam mobil karena nyaman saya gendong dengan SSC Boba. Pertanyaannya standar sih, tujuan bikin paspor si bayi untuk apa. Waktu itu saya asal jawab aja untuk persiapan ikut Bapaknya Kai yang mau beasiswa ke luar negeri. Padahal waktu itu belum pengumuman lho, cuma saya nggak ada planning liburan ke luar negeri sih jadi ngejawab pakai itu aja. Haha. Singkat cerita beberapa hari kemudian ada pengumuman beasiswa dan Bapaknya Kai dapet beneran. Mohon doanya supaya persiapan dan syaratnya terpenuhi dengan lancar ya biar Kai jadi pakai paspornya nanti, wkwk.
Kemudian berikutnya karena saya ngisi pekerjaan saya dan suami sebagai PNS, jadi kami ditanya PNS di mana. Kemudian diminta fotokopi name tag. Ini mungkin karena saya pergi sendirian ke imigrasinya yah, padahal kan tandatangan formulir yang isinya tanda tangan kedua orang tua.
Karena saya nggak bawa name tag, saya inisiatif menawarkan copy nametag suami saya boleh nggak. Ternyata dibolehin. Yaudah terus bapaknya Kai kirim foto nametagnya dan saya ngeprint dulu keluar Kanim Jaksel ke tempat print di sebelahnya. Fotokopi atau print out foto name tag ini nggak harus diserahkan saat itu.
Jadi Kai foto dulu. Karena saya agak malas mengangkat Kai miring atau gimana itu deh ortu bayi lain biasanya, hehe, saya mendudukkan Kai di kursi putih Kanim yang lumayan empuk. Kai saya jagain dari belakang dengan tangan saya siaga di kanan kirinya. Cuma 5 detik aja udah dapet, hihi. Saya sampai heran dan nanya beneran udah dapat apa belum ke Bapak Imigrasinya.
Print outnya saya kasih begitu saja ke tempat Kai wawancara tadi setelah diprint, nggak usah antri lagi. Kemudian saya melakukan pembayaran dan menunggu paspor jadi sekitar 5 hari. Standarnya 3 hari tapi karena ada masalah sistem makanya jadi 5 hari.
Dan begitulah pengalaman kami membuat paspor bayi. Jadi selain syarat utama sebagaimana yang saya sebutkan berdasarkan ketentuan yang tertera di website resmi ditjen Imirgasi, ada baiknya teman-temanmembawa copy name tag diri atau suami apabila alasannya mau ikut dinas ibu/bapaknya, yah buat jaga-jaga ajah.
Semoga yang mau bikin paspor bayi atau anak lancar-lancar yaa. Dan untuk teman-teman yang mampir ke sini tapi sudah pernah mengurus paspor bayi atau anaknya silakan boleh berbagi cerita, menambahkan info atau sharing pengalaman di kolom komentar ya. Sampai jumpa di postingan berikutnya. :D

