Assalamualaikum. Salam sejahtera teman-teman semua. Kali ini saya mau ngepost yang kesannya agak berat. Padahal mungkin sebenarnya terlihat susah atau berat karena asing aja bagi kita. Di postingan ini kita sama-sama belajar ya nanti. Kalau ada yang lebih tahu, jangan sungkan untuk menambahkan. Kalau pembahasan saya kurang jelas, boleh banget ditanyakan. Tambahan dan pertanyaan di kolom komentar ya teman-teman. Jadi, bitcoin itu apaan sih? Kemarin-kemarin pernah denger orang di sekitar ngomongin bitcoin nggak? Saya kebetulan kenal bitcoin dari tahun 2016 (padahal udah ada dari 2009) karena salah satu rekan kantor saya yang sekarang sudah resign dan sedang menempuh doctoral dengan penelitian tentang bitcoin sering banget bahas sewaktu dia pulang S2 dulu itu.
Tapi waktu itu ya saya nggak mudeng. Teman saya tadi pas masih di Jakarta sering ngisi seminar dan udah nerbitin buku tentang Bitcoin. Saya pun beli bukunya karena merasa Bitcoin bakalan terkenal. Saya sempet vakum nyelesain bukunya, sampai kemudian Luno, salah satu website yang juga menyediakan aplikasi mobile dengan layanan aneka digital currency ngajakin saya ikutan nulis tentang Bitcoin ini. Jadi makin semangat nyari tahu tentang bitcoin itu apa dan gimana cara kerjanya. Apalagi akhir tahun kemarin nilai bitcoin melonjak gila-gilaan. Jadi kepo dan segera nyelesain buku yang saya baca itu, plus saya juga dapat banyak info baru dari websitenya Luno. Dari situ saya jadi pengen bahas bitcoin di blog post deh supaya makin paham. Pas juga belakangan ini saya kadang-kadang nulis tentang finance.
Tujuan Satoshi Nakamoto menyusun bitcoin sangat jelas, yakni menghapus kebutuhan akan adanya pihak pengendali pusat yang mengontrol seluruh sistem keuangan. Semacam ikhtiar atas pertanyaan "kenapa kalau sudah ada yang mengatur kok masih ada krisis?" Sekaligus menawarkan terobosan finansial yang tidak memerlukan perbankan sebagai perantara dalam transaksi keuangan, sehingga lebih murah. Tau sendiri kan segala transaksi perbankan jarang yang GRATIS. Makanya dibuatlah uang yang bebas beredar dan diterbitkan dengan basis data berupa blockchain atau rantai blok yang berwujud buku besar (ledger) dan bisa dilihat oleh semua orang sehingga pihak yang terlibat di dalamnya bisa memvalidasi transaksi keuangan dalam rantai blok dengan menggabungkan teknik kriptografi dan jaringan peer to peer.
Sampai di sini udah lumayan bingung belum? Bitcoin ini uang digital, beda ya dengan PayPal yang merupakan pemberi layanan keuangan. Secara teknis teknologi bitcoin sangat transparan. Sehingga tidak ada orang yang bisa memasukkan uang ciptaannya sendiri ke dalam sistem bitcoin atau meretas sistemnya, karena sistemnya dijaga oleh banyak orang di dunia, terutama oleh para penambang yang sering disebut sebagai miners. Bitcoin aman dibandingkan dokumen elektronik atau kartu kredit yang dapat dipalsukan transaksinya.
Cara buka Luno Wallet juga gampang banget, nggak serepot buka rekening bank. Ikuti tahapannya aja, nggak bakalan bingung. Nggak pernah transaksi sama sekali pun nggak apa buka Luno Wallet, nggak harus bayar apa-apa juga.
Pertama kita buat akun dulu di luno.com/id atau download aplikasinya di smartphone. Daftarnya cuma perlu email, nomor KTP, dan nomor handphone. Nomor hp itu nantinya kepakai buat verifikasi akun kita. Untuk registrasi pertama diminta input email dan password yang terdiri dari 8 karakter dan harus unik ya (biar aman).
Alamat bitcoin ini nggak apa dishare, sama seperti kita memberikan nomor rekening bank ke teman ketika mereka misalnya mau transfer uang ke kita. Yang gak boleh di-share itu password akun Luno yang kita punya. Karena password akun Luno sama seperti PIN ATM, jadi jangan dishare ya.
Kalau teman-teman udah download aplikasi Luno, nanti bisa pakai kode referral bitcoin wallet dari saya dengan kode D65AD ya. :)
Selain itu kita juga dapat memperoleh bitcoin dengan membeli dari broker Bitcoin terpercaya. Luno menyediakan dua cara untuk beli Bitcoin. Cara pertama dengan beli instan. Setelah selesai daftar, tinggal deposit uang (kayak isi saldo) ke dompet Rupiah, nanti bisa dipakai deh untuk beli Bitcoin langsung dengan 1 klik di tombol BELI. Gampang banget! Deposit saldonya bisa transfer via ATM atau internet banking, nggak boleh dengan setor tunai ya. Alasannya untuk menghindari money laundering.
Nah kalo yang udah jago dengan grafik-grafik, Luno menyediakan cara kedua dengan layanan Exchanger, jadi kalau kayak saya yang uangnya cimit, bisa otak atik kira-kira mau beli berapa rupiah untuk dapetin nominal BTC yang diinginkan. Selengkapnya tentang gimana cara beli Bitcoin di Luno bisa disimak di link ini ya.
Ketiga, dengan menambang. Tapi saya nggak akan bisa menambang sampai kapanpun, soalnya perlu kemampuan yang mumpuni untuk mendapatkan Bitcoin dari menambang. Si penambang harus menciptakan rangkaian blok baru untuk kemudian mendapatkan jasa atas penambangan yang dia lakukan. Bahkan sekarang sudah jarang yang menambang sendirian, biasanya para penambang yang emang jago IT ini bergabung dengan mining pool supaya nggak kalah saing dan supaya nggak kehabisan dana buat maintenance alat-alat tambang yang harus berada di ruangan berpendingin.
Dari sini bisa dilihat ya kalau paling gampang buat ngedapetin Bitcoin adalah dengan membeli. Saat ini BTC 1 setara dengan Rp 146.208.500,00. Wow, mahal dong Kaka, saya pasti nggak mampu beli. Tenang aja, bitcoin bisa dibeli sampai ke satuan terkecilnya, yakni Satoshi. BTC 1 setara dengan 100juta satoshi. Di Luno kita bisa beli Bitcoin mulai dari Rp 15.000,00 saja.
Ke depannya, Bitcoin ini sepertinya masih akan terus diminati karena dia memang sangat efisien dibanding layanan finansial melalui perbankan ya. Bahkan pada tahun 2015, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Long menyatakan seperti ini (saya ambil dari bukunya Mas Dimaz)"... There are other technologies, like blockchain, which is used for bitcoin, but can also be used for many other applications... and our banks must keep up to date with these developments." Jadi, beli bitcoin oke aja asalkan jangan ketipu janji-janji super manis. Kalau skemanya ponzi atau MLM perlu juga diwaspadai tuh, barangkali indikasi penipuan. Paling bener ya beli sendiri jual sendiri seperti di Luno. Jangan percayakan uang kita ke orang yang janjiin bakal beliin Bitcoin buat kita.
Sebelum beli Bitcoin jangan lupa baca-baca info di www.luno.com/id dan buka Bitcoin Wallet sekalian karena nggak ada biaya dan nggak masalah meski tidak bertransaksi. Oh iya, Luno yang saya sebut dari tadi itu ada juga di Android dan iOS. Jadi download aja apps nya Luno Bitcoin Wallet di Playstore atau App Store. Saya pribadi sih lebih suka appsnya. Gampang kalo lagi dimanapun dan pengen ngecek harga.
Pada penasaran nggak sama blockchain, teknologi yang digunakan Bitcoin? Kalau iya, mau saya coba bikin postingannya juga nih. :D
*Nb. Sebagian dari postingan ini saya dapatkan dari buku yang berjudul: Mengenal Bitcoin & Cryptocurrency karya Dimaz A. Wijaya dan tentu saja dari websitenya Luno di www.luno.com/id.
![]() |
| Sumber: luno.com/id |
Jadi, bitcoin itu apa sih?
Pada dasarnya bitcoin adalah uang. Bedanya dia tidak berwujud secara fisik seperti rupiah kita. Dia juga punya cara kerja yang berbeda. Mata uang suatu negara diatur dan diterbitkan oleh bank sentral, sedangkan bitcoin tidak punya semacam bank sentral yang mengatur dan mengelola peredarannya. Juga tidak diterbitkan oleh negara atau pihak manapun di dunia ini. Jadi bitcoin sepenuhnya ada dengan mekanisme pasar.Bitcoin Muncul dari mana?
Dari berbagai referensi yang saya baca, Bitcoin diciptakan oleh seseorang atau bahkan beberapa orang yang mengklaim dirinya bernama Satoshi Nakamoto. Sampai sekarang belum diketahui nih siapa sebenarnya di balik Satoshi Nakamoto. Meski penyusunnya tidak diketahui, namun karena protokol Bitcoin yang bersifat open-manner sehingga banyak yang bisa lihat, baca, dan review, maka banyak pihak yang percaya dengan bitcoin kemudian mengembangkan sistem yang dibangun Satoshi Nakamoto hingga saat ini. Bahkan, Bitcoin menjadi mata uang digital yang nilainya paling tinggi nih sekarang.Tujuan Satoshi Nakamoto menyusun bitcoin sangat jelas, yakni menghapus kebutuhan akan adanya pihak pengendali pusat yang mengontrol seluruh sistem keuangan. Semacam ikhtiar atas pertanyaan "kenapa kalau sudah ada yang mengatur kok masih ada krisis?" Sekaligus menawarkan terobosan finansial yang tidak memerlukan perbankan sebagai perantara dalam transaksi keuangan, sehingga lebih murah. Tau sendiri kan segala transaksi perbankan jarang yang GRATIS. Makanya dibuatlah uang yang bebas beredar dan diterbitkan dengan basis data berupa blockchain atau rantai blok yang berwujud buku besar (ledger) dan bisa dilihat oleh semua orang sehingga pihak yang terlibat di dalamnya bisa memvalidasi transaksi keuangan dalam rantai blok dengan menggabungkan teknik kriptografi dan jaringan peer to peer.
Sampai di sini udah lumayan bingung belum? Bitcoin ini uang digital, beda ya dengan PayPal yang merupakan pemberi layanan keuangan. Secara teknis teknologi bitcoin sangat transparan. Sehingga tidak ada orang yang bisa memasukkan uang ciptaannya sendiri ke dalam sistem bitcoin atau meretas sistemnya, karena sistemnya dijaga oleh banyak orang di dunia, terutama oleh para penambang yang sering disebut sebagai miners. Bitcoin aman dibandingkan dokumen elektronik atau kartu kredit yang dapat dipalsukan transaksinya.
Buat Alamat Bitcoin dengan Bitcoin Wallet
Untuk memiliki bitcoin, terlebih dahulu kita harus punya alamat bitcoin yang berperan seperti nomor rekening bank. Nah alamat bitcoin ini sudah tersedia melalui software dompet bitcoin alias bitcoin wallet. Jadi kita nggak perlu susah-susah belajar gimana cara membuat alamat bitcoin dengan baik dan benar. Daftarnya pun gampang. Saya kemarin udah nyoba daftar di aplikasinya Luno, salah satu penyedia jasa bitcoin wallet.Cara buka Luno Wallet juga gampang banget, nggak serepot buka rekening bank. Ikuti tahapannya aja, nggak bakalan bingung. Nggak pernah transaksi sama sekali pun nggak apa buka Luno Wallet, nggak harus bayar apa-apa juga.
Pertama kita buat akun dulu di luno.com/id atau download aplikasinya di smartphone. Daftarnya cuma perlu email, nomor KTP, dan nomor handphone. Nomor hp itu nantinya kepakai buat verifikasi akun kita. Untuk registrasi pertama diminta input email dan password yang terdiri dari 8 karakter dan harus unik ya (biar aman).
Alamat bitcoin ini nggak apa dishare, sama seperti kita memberikan nomor rekening bank ke teman ketika mereka misalnya mau transfer uang ke kita. Yang gak boleh di-share itu password akun Luno yang kita punya. Karena password akun Luno sama seperti PIN ATM, jadi jangan dishare ya.
Kalau teman-teman udah download aplikasi Luno, nanti bisa pakai kode referral bitcoin wallet dari saya dengan kode D65AD ya. :)
Cara Memperoleh Bitcoin
Bitcoin dapat diperoleh dengan beberapa cara, salah satunya dengan bertransaksi. Misalnya dengan menerima pembayaran atas penjualan barang dengan alat tukar pembayaran berupa bitcoin.Selain itu kita juga dapat memperoleh bitcoin dengan membeli dari broker Bitcoin terpercaya. Luno menyediakan dua cara untuk beli Bitcoin. Cara pertama dengan beli instan. Setelah selesai daftar, tinggal deposit uang (kayak isi saldo) ke dompet Rupiah, nanti bisa dipakai deh untuk beli Bitcoin langsung dengan 1 klik di tombol BELI. Gampang banget! Deposit saldonya bisa transfer via ATM atau internet banking, nggak boleh dengan setor tunai ya. Alasannya untuk menghindari money laundering.
Nah kalo yang udah jago dengan grafik-grafik, Luno menyediakan cara kedua dengan layanan Exchanger, jadi kalau kayak saya yang uangnya cimit, bisa otak atik kira-kira mau beli berapa rupiah untuk dapetin nominal BTC yang diinginkan. Selengkapnya tentang gimana cara beli Bitcoin di Luno bisa disimak di link ini ya.
Ketiga, dengan menambang. Tapi saya nggak akan bisa menambang sampai kapanpun, soalnya perlu kemampuan yang mumpuni untuk mendapatkan Bitcoin dari menambang. Si penambang harus menciptakan rangkaian blok baru untuk kemudian mendapatkan jasa atas penambangan yang dia lakukan. Bahkan sekarang sudah jarang yang menambang sendirian, biasanya para penambang yang emang jago IT ini bergabung dengan mining pool supaya nggak kalah saing dan supaya nggak kehabisan dana buat maintenance alat-alat tambang yang harus berada di ruangan berpendingin.
Dari sini bisa dilihat ya kalau paling gampang buat ngedapetin Bitcoin adalah dengan membeli. Saat ini BTC 1 setara dengan Rp 146.208.500,00. Wow, mahal dong Kaka, saya pasti nggak mampu beli. Tenang aja, bitcoin bisa dibeli sampai ke satuan terkecilnya, yakni Satoshi. BTC 1 setara dengan 100juta satoshi. Di Luno kita bisa beli Bitcoin mulai dari Rp 15.000,00 saja.
Investasi Bitcoin?
Meski tujuan awalnya sebagai alat tukar tanpa perantara dengan biaya murah dan sistem yang transparan, sepertinya minat orang-orang terhadap Bitcoin belakangan ini justru untuk investasi (atau spekulasi). Makanya nilai Bitcoin melonjak jauh sekali sampai seratus empat puluh enam juta itu. Yang tadinya nggak tertarik jadi pada beli karena mengharapkan keuntungan yang lebih tinggi padahal mekanismenya pasar bebas ya, pasti bisa naik dan turun gila-gilaan. Tapi itu hanya prediksi sih. Kalau dari saya sih yang penting beli Bitcoinnya pakai dana nganggur aja, jadi nggak kena vertigo kalau tiba-tiba nilainya anjlok, hehe.Ke depannya, Bitcoin ini sepertinya masih akan terus diminati karena dia memang sangat efisien dibanding layanan finansial melalui perbankan ya. Bahkan pada tahun 2015, Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Long menyatakan seperti ini (saya ambil dari bukunya Mas Dimaz)"... There are other technologies, like blockchain, which is used for bitcoin, but can also be used for many other applications... and our banks must keep up to date with these developments." Jadi, beli bitcoin oke aja asalkan jangan ketipu janji-janji super manis. Kalau skemanya ponzi atau MLM perlu juga diwaspadai tuh, barangkali indikasi penipuan. Paling bener ya beli sendiri jual sendiri seperti di Luno. Jangan percayakan uang kita ke orang yang janjiin bakal beliin Bitcoin buat kita.
![]() |
Sumber:
bitcoinmagazine.com
|
Pada penasaran nggak sama blockchain, teknologi yang digunakan Bitcoin? Kalau iya, mau saya coba bikin postingannya juga nih. :D
*Nb. Sebagian dari postingan ini saya dapatkan dari buku yang berjudul: Mengenal Bitcoin & Cryptocurrency karya Dimaz A. Wijaya dan tentu saja dari websitenya Luno di www.luno.com/id.



