Entah karena dekat sekali dengan alam, karena kesederhanaan warga sekitar, atau masakannya Ibu-Ibu kateringnya Kang Gareng emang enak banget, saat-saat makan di Buniayu menjadi waktu yang sangat menyenangkan. Kami akan mengambil makanan banyak-banyak dan segera menghabiskannya. Apalagi selalu disediakan teh tawar hangat sebagai pasangan makan besar. Pas dan mantap untuk dinikmati di udara sejuk. Sarapan pagi kami khusyuk sekali, masing-masing sibuk mengunyah suapan demi suapan hingga makanan di piring tandas. Pagi ini spesial, saya senang sekali karena tak harus mandi di udara dingin. Mau susur goa, jadi ngapain mandi dulu. Alasan yang tidak terbantahkan. Sikat gigi, cuci muka dan pakai sunblock sudah cukup untuk persiapan kegiatan seharian.
Kami harus menggunakan boots, helm, wearpack dan harnes untuk menyusuri goa hari ini. Kata Kang Gareng sih dijamin wearpack-nya bakalan robek, medannya yang berat. Saya menepis pikiran-pikiran yang hendak muncul di kepala tentang penyebab-penyebab wearpack pasti robek. Seperti biasa, berusaha mengikuti alur. Kami berjalan kaki untuk menuju lobang goa vertikal. Goa ini hanya bisa dimasuki dengan repling. Tim Kang Gareng sudah menyediakan alat yang mumpuni dari Perhutani sehingga dijamin aman. Bapak Pemandu tiba-tiba mengumpulkan kami dengan mimik wajah serius dan tutur kata yang tertata pelan. Amin kelihatan tegang melihat tindakan si Bapak. Saya was-was. Kami diajak berdoa bersama. Lalu Pak Pemandu minta maaf karena katanya akan banyak bercanda di bawah sana nanti. Saya agak bingung kenapa beliau meminta maaf untuk hal yang belum dilakukan.