Assalamualaikum. Salam Sejahtera! Teman-teman udah ada yang tau Cha-Ching? Mungkin yang sudah punya anak usia Sekolah Dasar kelas 3 sudah pernah dengar atau tahu tentang Cha-Ching ini. Tapi Cha-Ching bukan panggilan Encang Encing ala Betawi lho ya, hihi. Ini pendidikan terstruktur yang mulai diperkenalkan di Sekolah Dasar terutama kelas 3 SD di Jakarta. Isinya tentang mengenal hal-hal terkait finansial seperti mengenal uang, dari mana datangnya uang, dan bagaimana mendapatkan uang serta bagaimana menngambil keputusan keuangan terkait keperluan pribadi.
Tujuan kurikulum Cha-Ching adalah edukasi untuk meningkatkan literasi finansial khususnya bagi anak-anak. Literasi finansial di Indonesia masih sangat rendah lho. Berdasarkan penelitian, literasi keuangan di Indonesia untuk orang dewasa masih di bawah 30%. Makanya kurikulum ini cocok sekali diterapkan di Indonesia.
Dengan 4 konsep dasar earn-save-spend-donate, Ibu Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia menyampaikan pada saat conferensi pers bahwa penerapan kurikulum Cha-Ching bukan yang terlalu berat sampai anak-anak harus membuat laporan keuangan ya. Intinya mengajarkan tentang urutan hal mendasar tadi misalnya setelah mendapat uang kemudian disimpan dulu, bukan langsung dikonsumsi. Nah lebih baik lagi sisihkan untuk donate juga. Pembelajarannya melalui media yang mengasyikkan yakni video hasil kerjasama Prudence Foundation dan Cartoon Network.
![]() |
| Pembukaan acaranya dengan tarian Betawi :D |
Jadi, Cha-Ching Curriculum merupakan program Community Investement dari Prudential Indonesia yang sudah sukses dikembangkan dan diimplementasikan oleh Prudence Foundation. Marc Fancy, Executive Director Prudence Foundation menyampaikan bahwa Cha-Ching curriculum pertama kali dikembangkan di Hongkong, di mana pusat Prudence Foundation berada. Kala itu tahun 2008 terjadi krisis keuangan Asia yang terasa sekali dampaknya pada consumer products. Prudence Foundation meneliti salah satu penyebabnya karena orang-orang belum teredukasi tentang finansial sehingga dalam mengambil keputusan keuangannya belum mengutamakan investasi.
Tentu saja investasi bukan hanya menabung ya. Lalu muncullah ide untuk berbuat sesuatu untuk komunitas. Terutama untuk memberikan edukasi finansial hingga akhirnya ditujukan pada anak-anak usia 7-12 tahun karena berdasarkan salah satu penelitian di Cambridge University, pada usia tersebut karakter anak-anak masih bisa diarahkan. Seteah usia tersebut, karakter anak sudah cenderung melekat. Makanya diterapkannya di Jakarta ditargetkan untuk siswa Sekolah Dasar kelas 3 dulu untuk di Indonesia.
Tanggal 20 Februari 2019 lalu saya sempat ikut hadir dalam launching kurikulum Cha-Ching untuk Bapak/Ibu Guru di Jakarta Selatan. Ternyata Cha-Ching ini sudah dikenal di banyak negara di kawasan Asia Pasifik. Jadi nggak cuma di Indonesia, di Filipina dan Thailand juga sudah. Nah trainernya para guru kemarin tuh sampai mencontohkan untuk mencatat pengeluaran meskipun misalnya hanya jajan cilung. Pencatatan ini supaya anak-anak jadi terbisa mengetahui pengeluarannnya sehingga nantinya diharapkan mengerti kira-kira berapa uang sakunya dan berapa yang mereka pakai untuk jajan.
Materi pembelajaranya melalui video musik perjalanan band Cha-Ching yang masing-masing hanya berdurasi 3 menit sangat menarik dan memudahkan para pengajar serta orang tua sebagai pendamping untuk mengenalkan berbagai hal mendasar seperti jangan membuang-buang uang dan bagaimana berwirausaha.
Para siswa akan mendapatkan modul menarik yang interaktif dan bisa dibawa pulang sehingga orang tua dapat ikut belajar dan juga mendampingi anaknya untuk menambah literasi keuangan. Harapannya agar anak Indonesia lebih cerdas dalam mengambil keputusan finansial di masa mendatang sehingga tidak tertipu investasi bodong tapi malah enggan investasi yang aman dan dijamin Otoritas Jasa Keuangan.
Para siswa akan mendapatkan modul menarik yang interaktif dan bisa dibawa pulang sehingga orang tua dapat ikut belajar dan juga mendampingi anaknya untuk menambah literasi keuangan. Harapannya agar anak Indonesia lebih cerdas dalam mengambil keputusan finansial di masa mendatang sehingga tidak tertipu investasi bodong tapi malah enggan investasi yang aman dan dijamin Otoritas Jasa Keuangan.
Penerapan Kurikulum Cha-Ching di Indonesia sebenarnya sudah dimulai di Sidoarjo sejak tahun 2017. Hingga kini, kurikulum Cha-Ching telah diimplementasikan di 602 sekolah di Sidoarjo dan menjangkau lebih dari 29.000 siswa Sekolah Dasar dan sekitar 969 guru.
Dari hasil survey pada 1.000 orang tua, 99% menyatakan puas dengan kurikulum Cha-Ching yang diajarkan di sekolah anaknya dan akan merekomendasikan kurikulum Cha-Cing untuk diterapkan juga oleh orang tua yang anaknya bersekolah di sekolah lain. Kurikulum ini juga meningkatkan pemahanan para siswa tentang finansial sebanyak 19%. Kemudian dari Sidoarjo, dibawalah Cha-Ching ke Jakarta dan tahun ini diharapakan sudah merata di seluruh SD di DKI Jakarta. Ada yang anaknya sudah dapat kurikulum ini Buibu PakBapak?
Dari hasil survey pada 1.000 orang tua, 99% menyatakan puas dengan kurikulum Cha-Ching yang diajarkan di sekolah anaknya dan akan merekomendasikan kurikulum Cha-Cing untuk diterapkan juga oleh orang tua yang anaknya bersekolah di sekolah lain. Kurikulum ini juga meningkatkan pemahanan para siswa tentang finansial sebanyak 19%. Kemudian dari Sidoarjo, dibawalah Cha-Ching ke Jakarta dan tahun ini diharapakan sudah merata di seluruh SD di DKI Jakarta. Ada yang anaknya sudah dapat kurikulum ini Buibu PakBapak?
Pada tahun 2018, Kurikulum Cha-Ching telah diperkenalkan di 221 sekolah di Jakarta dengan capaian 14.062 murid dan 466 guru. Hingga tahun 2020 mendatang, Cha-Ching ditargetkan dapat menjangkau 92.000 siswa di 1.546 sekolah di Jakarta.
Kenapa ya penerapan kurikulum Cha-Ching di sekolah melalui guru, bukan dari rumah aja? Ini karena anak-anak lebih mendengarkan apa yang dikatakan gurunya. Iya nggak sih Buibu Pak Bapak? Hehe. Sesuai namanya, guru itu digugu lan ditiru artinya dipegang perkataannya dan ditiru tindakannya. Makanya Prudence Foundation melalui Prudential Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia menggandeng Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan daerah untuk mengimplementasikan Cha-Ching ke dalam kurikulum sebagai wujud inklusi literasi finansial. Hal ini menjadikan Cha-Ching sebagai simbiosis mutualisme untuk semua stakeholdernya.
Saya udah lihat beberapa videonya dan emang mudah dimengerti. Durasinya yang tidak terlalu pendek tentu sangat membantu anak-anak agar fokus pada materi yang disampaikan. Saya juga udah buka-buka modulnya, seru deh bisa belajar dengan cara menyenangkan sambil main dan nontn video.
![]() |
| Press Conference yang seruu |
Nah di acara Rabu lalu ini, saya dapat banyak hal baru dari jajaran Prudence Foundation, Prudential Indonesia, Prestasi Junior Indonesia, dan tentu saja praktisi dari Kemendikbud. Seiring dengan persaingan global, tentu generasi mendatang harus dibekali literasi keuangan yang baik agar ekonomi negara kita sustain dengan dukungan konsumsi domestik yang tepat. Rasanya sedikit lega bahwa materi di sekolah anak-anak Indonesia sudah mengikuti kondisi terkini dan mudah diaplikasikan dalam kesehariannya.
Kalau mau tahu lebih lanjut tentang Cha-Ching Curriculum dan acara yang saya hadiri, semua lengkap dibahas pada laman Prudential sebagai berikut, silakan mampir Prudential Indonesia Lanjutkan Implementasi Kurikulum Cha-Ching di Jakarta. Dan untuk teman-teman yang mau menonton video band Cha-Ching yang dijadikan materi pembelajaran bisa menuju laman berikut https://chaching.cartoonnetworkasia.com/en/?cc=id atau bisa juga langsung ke akun youtube Cha-Ching Videos yang sudah tersedia juga dalam versi Bahasa Indonesia.
![]() |
| Modul Cha-Ching |
Gimana Pak, Bu? Tertarik dengan kurikulum Cha-Ching ini? Lumayan dimudahkan ya ngajarin konsep uang ke anak-anak. Yuk kita belajar bareng supaya anak-anak kita nantinya "financially smart" sehingga keberlangsungan ekonomi rumah tangga sampai ke negara di masa depan semakin sejahtera, amiin.
![]() |
| Bersama Ibu Nini Sumohandoyo (Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia) kece banget ya beliau. Pantes nggak aku mingle sama Buibu lainnya? :p |
Post blog saya lainnya tentang literasi keuangan bisa dibaca dalam FINANCE. Salam :)







