Si Idola Baru: Pantai Pandawa

15:26

Pukul 13:00 saya berangkat menuju Pantai Pandawa diantarkan dengan motor oleh adik saya yang memang tinggal tak jauh dari sana. Kami menuju pantai dari Jalan Dharmawangsa. Sesudah belok kiri jalanan berubah menjadi lebih kecil, berkelok, dan sesekali ada turunan ataupun tanjakan tajam. Saya sangat tegang karena adik saya memacu motornya dengan kecepatan tinggi di jalanan yang seperti itu. Tapi yasudahlah, saya sudah sering bawel pada hal lainnya sehingga cukup diam dan percaya saja karena ia sudah sering lewat sana. Tak lama kemudian terik matahari semakin terasa di padang batu cadas. Sinar matahari semakin menyilaukan mata karena pantulan dari cadas yang putih berkilauan, kami harus memicingkan mata supaya tetap bisa melihat jalanan. Hari itu akses jalan ke Pantai Pandawa sangat padat di luar kapasitasnya, dijejali mobil-mobil wisatawan domestik yang sedang libur lebaran sekaligus libur kenaikan kelas untuk anak sekolah. Padat merayap, beruntung banyak pecalang yang siaga menertibkan di setiap sudut rawan macet. Jelas sekali kini turis domestik sedang mengidolakan Pandawa dibandinkan pantai lainnya. Lahan cadas kemudian berubah menjadi gerbang jalanan megah bekas kerukan bukit yang dibelah untuk dijadikan akses jalan menuju pantai. Ketika sampai di ujung apitan bukit, maka kita bisa melihat air laut yang beradu dengan birunya langit, berkilauan berhias pasir putih. Rupanya saya sudah sampai. Sunglasses menjadi must wear item di sini, silau sekali. Adik saya segera kembali sembari sedikit menggerutu karena biasanya tiket masuk Pantai Pandawa hanya Rp 2.000 untuk motor, namun kemarin naik menjadi Rp 10.000. Sedangkan saya segera menelpon kawan yang sudah berada di sana sejak 30 menit yang lalu. 
Sumber: http://www.water-sport-bali.com/pantai-pandawa/
Berbincang tentang Pantai Pandawa tak lengkap rasanya tanpa membicarakan asal muasalnya. Sejak tahun 2004 Pantai Pandawa merupakan tempat upacara adat Melasti bagi masyarakat adat Desa Kutuh. Dengan adanya akses jalan untuk upacara adat penduduk setempat, pantai ini mulai ditemukan wisatawan asing penyuka surfing, terutama dari Australia. Dari mulut ke mulut, para pelancong asing tersebut menamai pantai ini dengan sebutan Secret Beach, karena ombaknya yang bersahabat dan pantainya yang sangat elok dengan lokasi yang tersembunyi. Bebas dari hiruk pikuk. Penduduk setempat memanfaatkan pantai tersebut untuk budidaya rumput laut pada sisi yang ombak pantainya yang tenang dan tidak mencapai bibir pantai. 

Seiring berjalannya waktu, wisata di Desa Kutuh kian berkembang. Lalu pemerintah membangun akses jalan yang memadai dengan membelah bukit sepanjang 1,5 km. Pantai yang digunakan untuk Upacara Adat Melasti dan surga tersembunyi untuk surfing bagi wisatawan asing itu kemudian dinamakan Pantai Pandawa. Filosofinya diambil dari salah satu kisah Mahabarata, lima Putra Pandu dan Dewi Kunthi pernah dikurung di Goa Gala-Gala. Kemudian muncul ide untuk membuka terowongan dari Goa supaya bisa keluar dan mengubah keadaan mereka. Setelah itu Pandawa Lima dibantu seluruh rakyatnya membuka kerajaan baru dari hutan belantara di sana. Makna membuka peluang baru untuk menuju keadaan yang lebih baik tersebut sama halnya dengan yang dialami masyarakat Desa Kutuh yang berharap pembukaan akses jalan akan memajukan wisata adat di wilayahnya. Benar saja, sejak saat itu maka Pantai Pandawa semakin ramai dan dipadati wisatawan domestik. Bahkan membludak melebihi ekspektasi.

Pada bukit yang tepat menghadap pantai, terdapat tulisan PANTAI PANDAWA lalu berjajar Patung Dewi Kunthi beserta kelima Putra Pandawanya urut dari Dharma Wangsa (kita kenal dengan Yudistira), Bima, Arjuna, Nakula dan Sahadewa (biasa disebut Sadewa di Jawa).

WHAT TO DO?
Bisa dikatakan Pantai Pandawa sekarang sudah berubah dari pantai rahasia yang eksotis menjadi "pantai keluarga". Kebanyakan pengunjungnya juga sudah didominasi wisatawan domestik yang berbondong-bondong ke sana bersama keluarga besarnya untuk sekadar piknik. Memasuki pelataran parkirnya maka kita akan disajikan pilihan berbagai macam pernak-pernik khas pantai yang dijajar apik berwarna-warni di kios-kios para pedagang. Lalu disepanjang pantainya dijajari kios-kios makanan. Sedangkan di pinggir pantainya banyak disediakan payung untuk bersantai dengan tarif Rp 25.000 per kursi santai, atau Rp 50.000 per payung. Tentu saja harga yang saya sebutkan pada postingan ini adalah harga libur lebaran. Saya yang baru tiba di Bali lebih memilih memandangi birunya pantai yang sangat bersih ini. Ombaknya yang tenang memungkinkan anak-anak kecil berenang-renang, tertawa riang di pinggir pantai.  Jika beruntung mereka akan menemukan rumput laut yang terbawa ombak dari lokasi budidaya para petani. Banyak juga anak-anak lain bermain pasir di bawah payung atau keasikan di bawah terik matahari yang mungkin lupa tak dirasakannya hingga kulit mereka yang tadinya cerah berubah menjadi coklat, semakin lama semakin gosong. 

Satu lagi yang khas dari Pantai Pandawa adalah banyaknya Canoe sewaan. Per Canoe disewakan Rp 50.000 sepuasnya, lengkap dengan pelampung. Bebas mau didayung berdua maupun bertiga. Tak perlu khawatir karena pengawas pantai selalu siap sedia mengingatkan para wisatawan yang keasikan sehingga melanggar zona aman untuk bermain Canoe. Sesekali Canoe-Canoe itu bertubrukan karena para pendayungnya yang amatiran, namun semua gembira menikmati pantai biru yang bersih sekali itu. 
Rumput laut Anya
Kelapa muda menjadi minuman wajib saat berpanas ria di pantai. Dengan harga Rp 15.000, daging kelapa muda yang lembut dan air alami yang menyegarkan sangat melegakan dahaga dan bahkan membuat kenyang. 
Indhi dan kelapa mudanya
Di sebelah kiri dari arah masuk pantai terdapat sebuah Pura. Pantai ini memang pantai yang suci dan selalu diawasi oleh masyarakat adat. Berjalanlah terus ke kiri hingga jajaran kios pedagang habis. Maka akan kita temukan sisi lain pantai yang lebih sepi. Jauh dari keramaian. Mungkin lokasi ini yang digunakan untuk surfing para wisatawan asing. 
Dari atas bukit yang melingkupi bagian pantai yang sepi, sesekali terlihat parasut-parasut Paralayang-Paragliding. Saya ingin mencobanya namun belum kesampaian. Kalau surfing jelas saya takberani mencobanya. Bermain layang-layang juga sepertinya seru ya, angin pantai barangkali akan membuatnya terbang tinggi. Hari itu turis asing hanya ada segelintir saja.

Paralayang di atas bukit
Bus dan mobil pengunjung yg bertebaran

HOW TO GET THERE?
Berjarak 18 km dari Ngurah Rai International Airport, pantai ini bisa ditempuh satu jam perjalanan dari jalan yang melalui Area Garuda Wisnu Kencana. Namun saya lebih suka menuju pantai ini dari Jalan Raya By Pass Ngurah Rai atau melalui Jalan Tol Denpasar-Bandara. Keduanya akan berujung di area Nusa Dua, menuju pantai bisa mengikuti papan penunjuk jalan STP Bali, lalu setelah memasuki jalanan tersebut maka akan ada papan penunjuk menuju Pantai Pandawa. 

Lokasi: Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan. Kabupaten Badung.

Demikianlah cerita saya saat ke Pandawa. Pantai ini tak bisa lagi dikatakan tersembunyi ataupun tenang lagi karena lautan manusia yang memadatinya kala itu. Namun biru lautnya yang bersih dan pasir putihnya yang elok serta jalanan menakjubkan dari cerukan bukit akan membuat saya pergi ke sana lagi nanti ketika sudah tidak musim liburan. Jaga kebersihan jika berkunjung kemari ya ;)

You Might Also Like

14 comments

  1. Wah bagus sekali ya Pantai Pandawa ini sepertinya jadi daftar wajib daerah wisata pantai yang harus dikunjungi. Terima kasih informasinya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, apalagi lokasinya yang mudah dijangkau ga perlu turun2 tangga, bener-bener lagi jadi idola baru turis domestik :D

      Delete
  2. dulu pernah ke Pandawa, tapi gak ke pantainya, lagi rame banget. Jadi cuma sampai di tebing tebing nya aja >> http://www.berbagifun.com/2013/08/pandawa-pantai-eksotis-di-bali.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walah kok ndak turun. Asik loh main pasir dan canoe :)

      Delete
  3. Wah jadi makin kangen sama Bali..

    VONNYDU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah semoga segera dipertemukan kemBali :D

      Delete
  4. waaaah pantainya cakep amat! jadi pengen kesana :(((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga segera bisa ke sini juga ya Mba :)

      Delete
  5. kayaknya lebih keren dari pantai kuta hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau alamnya jauh lebih bagus Mba. Pasirnya lebih putih dan lautnya lebih biru. Cuma di sini nggak ada sunset dan tempat2 makan dan shopping kekinian yang ada di Pantai Kuta :D

      Delete
  6. baguuus iniiii. ngga crowded sih. you will never get enough in baliiii.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini pas crowded2nya Mba Tya malahan, huhuhu.. Libur lebaran, tumplek blek turis lokal. Kalau hari biasa pasti nggak crowded dan lebih menyenangkan. Iya nih belum selesai berkunjung ke seluruh Bali, trus bakala ada tempat baru terus ya di sono, bener banget never get enough XD

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)