Bali Sea Walker

00:30

Haloo,
Kembali ke Bali yuk. Kali ini saya mau napak tilas kenangan tentang Bali Sea Walker. Itu lho jalan-jalan di dasar laut dangkal dengan memakai helm yang terhubung dengan tabung oksigen di kapal. Kalau susah mengimajinasikannya, bisa membayangkan Sandy teman Spongebob yang pakai helm di Bikini Bottom, kira-kira seperti itu. Entah kenapa sea walker dijadikan salah satu kategori water sport. Padahal cuma jalan aja di dasar laut. Biasanya sea walker dipilih oleh orang-orang yang tak jago berenang dan takut diving seperti saya, juga oleh mereka yang tak puas snorkling tapi belum move on ke diving karena mahal.

Awalnya saya enggan untuk mencoba olahraga air ini, tapi teman saya sepertinya sangat bersemangat untuk mencobanya dan bahkan sekalian mau ambil paket video. Saya merasa agak gimana gitu, rasa-rasanya paket video ini diperuntukkan untuk penganten baru yang lagi honeymoon. Tapi Bli-Bli guidenya mendukung teman saya dengan menyatakan banyak turis non honeymoon yang mencoba sea walker dan ambil paket video juga. Saya akhirnya mengiyakan jua. Kemudian pasrah mengantri ke bagian baju diving.
Kami diantarkan dengan perahu mesin menuju ke tengah laut. Di perjalanan itu saya lupa akan rasa takut karena ada sepasang turis Korea yang lucu. Mereka sedang honeymoon, si cowok sepertinya suka tantangan, sedangkan si cewek sudah ketakutan setengah mati padahal baru di perahu saja, belum ada aktifitas apa-apa. Akhirnya kami bercanda supaya si Unnie Korea sedikit relaks. Ngomong-ngomong saya jadi ingat kalau saya selalu hampir mabuk setiap naik perahu yang berbahan bakar solar seperti ini. Saya sudah mengamatinya setiap kali harus menyeberang pulau dengan akomodasi ini. Tapi jangan minum antimo deh, tahan aja. Daripada ketiduran di dasar laut kan.

Perahu bersandar ke kapal yang agak besar. Dengan sempoyongan saya sok kuat naik aja ke atas kapal. Di sana terdapat belasan tabung oksigen yang besar. Kami diminta memakai alat yang seperti piring tapi bolong tengahnya. Dipasang di leher. Lalu kami diberi sepatu diving. Saya yang masih agak mual pura-pura excited mau turun ke dasar laut. Teman saya tiba-tiba agak ragu ketika kami diminta mulai turun ke dasar laut. Saya yang terlanjur pura-pura excited segera mengorbankan diri untuk turun duluan. Menuruni tangga kapal dengan hati-hati, menapaki tangga keempat saya dipasangi helm ala Sandy. Ternyata agak berat ketika masih di udara. Namun setelah dibawa ke air laut rasanya jadi jauh lebih ringan. Saya masih bisa bernafas dengan bebas di dalam air berkat si helm. 
Anak tangga yang saya tapaki tau-tau habis. Saya berusaha supaya kaki saya segera mendarat ke dasar laut yang masih agak jauh dari permukaan laut dangkal itu. Jadilah saya melayang-layang. Saat panik hendak menyergap karena tak jago berenang, tau-tau Bli Guide menarik saya ke dasar laut dan menyuruh saya berpegangan pada area sea walker. Rasanya lega. Menyenangkan. Barangkali itulah si adrenalin, serotonin, endorphin dan segerombolannya yang muncul dari dalam diri. Mungkin kepanikan yang mendebarkan inilah olahraganya. Sensasinya sama kan antara olahraga dan deg-degan? Memicu jantung bekerja optimal.

Sambil memperhatikan ikan yang hilir mudik ke sana kemari, sok sibuk di depan mata, saya bingung kenapa Bli Guide yang tadi menolong saya kok menghilang. Lalu saya ingat atas keberadaan Indhi yang masih di permukaan sana, sepertinya si Bli segera menjemput Indhi yang mungkin sudah menuju area melayang-layangs selepas anak tangga terakhir seperti saya tadi. 

Akhirnya kami berdua bertemu kembali di dasar laut, dengan katroknya saya ngomong ke Indhi karena sudah terlalu rindu atas perpisahan kami. Padahal mau berteriak sekeras apapun, Indhi nggak bakalan tahu saya ngomong apa. Helm oksigen kedap suara. Sepertinya Indhi juga ngomong sendiri sih, tapi kayaknya saya yang lebih sering kelepasan neriakin Indhi atau ngajak ngomong. Kegembiraan di dalam kebodohan itu terhenti sejenak. Kami diajari bahasa isyarat yang mirip per-diving-an. Sayangnya isyarat dengan mengacungkan jempol seperti memuji makanan enak merupakan pertanda minta naik ke atas. Saya hampir salah menggunakannya beberapa kali, untung saja saya tidak dinaikkan ke atas. Oke yang sebenarnya menggunakan jempol dan telunjuk yang membentuk lingkaran itu lho.

Kami dibekali roti tawar yang dibungkus plastik dan diselipkan di lengan. Ternyata roti ini digunakan untuk memberi ikan, supaya ikan-ikan mendekat ke kami. Mungkin karena sudah sering berinteraksi dengan manusia, beberapa di antara ikan ini suka sekali bermain dengan tangan.
Selanjutnya kami berjalan-jalan sempoyongan ria berkeliling area sea walker. Jalannya ditemani ikan-ikan lucu dan kuda laut yang sesekali muncul entah karena remahan roti atau kebetulan lewat saja. Kadang kami diminta berhenti untuk diabadikan dalam video yang akan kami kenang seumur hidup dalam persahabatan ini. Sadar diri saya rese jadi bersyukur banget masih punya teman berpetualang mengarungi dasar samudera gini:')

Sea walker mendatangkan kepuasan tersendiri bagi saya karena bisa melihat-lihat dasar laut tanpa berenang dan bahkan bisa bernafas bebas. Ikan dan biota laut lainnya yang kami lihat juga cantik-cantik, memanjakan mata. Jadi kalau sudah terlanjur main-main ke water sport di Benoa atau area lainnya, cobain sea walkernya sekalian. Seru tapi nggak esktrim ;)
Kayaknya lebih seru kalau nonton video kami aja ya, kira-kira begini nih :D

Informasi tambahan:
Kami menggunakan jasa resort Ciwa Sampurna di Benoa untuk menikmati water sport. Kenapa memilih agen wisata tersebut? Karena dijanjikan akan diberi harga lokal oleh teman saya yang aseli Bali.
Untuk menuju lokasi tidak ada transportasi umum. Kami menggunakan sepeda motor pribadi. Di Bali banyak disewakan sepeda motor dan mobil.

Paket sea walker termasuk video: Rp 400.000 (normal price) per orang
Bawa kamera under water atau case under water untuk kamera sendiri supaya lebih murah :)

The world under the sea is as enchanted and mystical as the world above the mountain.
-Nia-

You Might Also Like

4 comments

  1. Produktip sekali ibu satu ini, pulang begaoel langsung post :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih si ibu produktif bener postingannya.. Jadi ngiriiii hehe.. Btw aku lum pernah sea walker nih.. Pas ke bali kemaren ga sempet huhuhu.. smoga bisa nextnya :D

      Delete
    2. Kalau ke Bali lagi musti cobain Mba :D

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)