3 Pertimbangan Untuk Memilih Kost atau Membeli Unit Apartemen

08:05

Assalamualaikum. Demi mendapatkan pendidikan yang lebih baik atau mendapatkan karir impian, saya rasa banyak kaum muda dengan range usia 20-40 tahunan yang harus merantau ke kota besar. Biasanya mereka tinggal sendirian atau dengan keluarga kecil. Saya termasuk yang merantau sendirian. Tadinya saya nyaman-nyaman saja sharing sewa satu rumah dengan teman-teman, tapi kemudian kondisi berubah dan tidak memungkinkan lagi sharing rumah. Maka saya kembali menjadi anak kost. Ketika saya lulus kuliah dan kembali bertugas Bulan April lalu, saya memilih pindah kost supaya jarak dan waktu tempuh ke kantor lebih singkat. Sejak itu saya jadi kepikiran kalau uang bulanan kost lumayan juga. Rasa-rasanya kalau ditambahi sedikit lagi bisa sama dengan biaya cicilan bulanan  ambil unit apartemen. 
Kenapa beli rumah tidak menjadi prioritas saya? Karena waktu adalah hal yang sangat berharga bagi saya, jadi saya akan memilih tempat tinggal yang dekat dengan kantor. Kebetulan kantor saya berlokasi di pusat kota. Tentu saja saya tidak akan eh belum mampu untuk mengambil unit rumah dengan jarak di bawah 10 KM dari kantor saya. Makanya kegalauan saya sudah terpusat pada pilihan kost atau apartemen.

Kenapa Kost?

Meskipun kondisi dan peraturan pada setiap kost-kostan itu beda-beda, saya akan mencoba membuat plus minus menjadi anak kost sesuai pengalaman saya pribadi ya. Kalau ada tambahan boleh banget disampaikan via kolom komentar.

Kelebihan Kost

Tidak perlu repot-repot beli furnitur dan perabot

Salah satu kemudahan yang paling saya syukuri dari ngekost adalah tidak perlu mengeluarkan banyak uang di awal karena saya selalu memilih kost yang sudah lengkap dengan furnitur utama seperti tempat tidur, lemari, AC, kamar mandi dalam, dan meja kursi standar untuk belajar atau bekerja. Begitupun perabot dapur, kita tak perlu repot-repot beli kompor dan perkakas dapur lainnya, bisa menggunakan barang-barang yang sudah disediakan pemilik kost. 
Ketika memilih ngekost pastikan kelengkapan kamar dan dapur tersebut. Tarif kost yang sedikit lebih mahal namun dengan fasilitas lengkap akan membuat kita lebih hemat. Dengan kost yang dilengkapi kamar mandi dalam, maka saya merasa lebih nyaman tanpa terganggu teman kost lain yang bisa jadi jorok dalam menggunakan fasilitas kamar mandi bersama. Kalau sedang keki karena terganggu, pasti sering kepikiran untuk pindah kost. Padahal mencari kost juga tidak gampang. Kamar ber-AC akan membuat saya betah di kamar pada akhir pekan sehingga tidak boros ingin keluar hanya karena kegerahan. Selain itu fasilitas bersama seperti dapur dan kulkas juga penting supaya kita bisa memasak sendiri sehingga lebih hemat. Kulkas menjadi penting supaya jika kita belanja buah dan sayur bisa langsung banyak sehingga tahan disimpan beberapa hari.

Urusan sampah dan air juga tak perlu ambil pusing karena urusan sampah biasanya anak kost tahu beres tinggal taruh di suatu tempat. Sedangkan air biasanya gratis. Untuk listrik saya lebih memilih kost yang menggunakan meteran listrik terpisah pada tiap kamar. Soalnya kadang ada kost yang memberikan tarif Rp 20.000 per item elektronik. Padahal barang elektronik saya banyak dan jarang dipakai. Padahal dengan meteran listrik terpisah, hanya dengan 50 ribu rupiah maka pulsa listrik kamar ber-AC saya bahkan takkan habis dalam satu bulan.

Semua urusan bermasyarakat ada pada Ibu/Bapak Kost

Jika memilih kost, saya tak perlu lapor ke Pak RT setempat. Cukup dengan memberikan fotokopi kartu identitas pada pemilik kost saja. Nantinya merekalah yang akan melaporkan keberadaan kita di rumah/kost-kostannya kepada Pak RT. Tak kenal dengan tetangga rumah kost pun tak masalah. Asal kita tak lupa sapa dan senyum ketika berpapasan. 

Ada teman kost untuk yang takut sendirian

Beberapa orang ada yang takut sendirian karena dia nggak bisa kesepian. Kalau lagi kesepian di kost kita bisa berkunjung ke kamar teman kost lain untuk sekadar ngobrol, nonton bareng atau main game bareng. Boleh juga kok kalau mau curhat-curhatan. Preferensi saya biasanya memilih kost khusus perempuan yang melarang laki-laki masuk. Rasanya lebih tenang dan lebih aman aja sih. Ketika main-main ke kamar teman juga jadi nggak was-was.

Minus Ngekost

Tuntutan bersosialisasi dengan teman kost

Poin ini tidak masalah untuk yang tak suka sendirian. Tapi cukup menjadi masalah bagi saya. Di kost yang lama, saya hanya akan sekadar basa basi atau saling sapa saja dengan teman kost. Ini karena saya memang suka sekali menyendiri mumpung masih single, belum punya tanggung jawab terhadap orang lain. Tapi ada juga ibu kost yang ingin semua anak kostnya akrab dan ngapa-ngapain bareng. Misalnya makan atau jalan-jalan saat weekend. Ini beban berat banget bagi saya. Biasanya saya udah pol-polan berinteraksi dengan banyak orang. In the end of the day I only want to talk with my family and my lovely one instead of dinner with temen kost. Huhu.

Kekurangan lain dari ngekost terkait teman kost adalah tetangga yang berisik. Kadang kita bisa mendapatkan teman kost yang belum pernah ngekost atau emang dasarnya kurang toleran. Mereka suka menyalakan musik keras malam-malam. Kalau di kostan cewek biasanya ada yang suka ketawa-ketawa atau teriak-teriak tengah malam. Saat kita baik-baik saja sih nggak masalah. Tapi kalau kita sedang sangat lelah atau sudah sangat mengantuk, hal itu tentu akan sangat mengganggu. 


Sharing beberapa fasilitas kost

Meskipun sharing fasilitas mendatangkan keuntungan penghematan secara finansial, belum tentu mendatangkan keuntungan secara emosional. Pengalaman saya tentang berbagi fasilitas ini cukup beragam. Paling sering sih masalah cucian alat makan. Ada saja anak kost yang suka meninggalkan alat makan atau alat masak sampai berhari-hari. Bukan hanya membuat risih saat dipandang mata, baunya pun kadang mengganggu.

Ada lagi yang suka meninggalkan makanan di kulkas hingga membusuk. Bahkan ada juga yang semena-mena meninggalkan pakaian kotornya di dalam mesin cuci. Kalau diingat-ingat begini rasanya lucu banget. Tapi ketika mengalaminya kadang-kadang kesal juga.

Uang yang dibayarkan setiap bulan tidak akan kembali

Bayar kost tiap bulan tentu saja tidak mendatangkan return untuk kita. Apa yang dibayarkan hanya sebagai balas jasa atas fasilitas yang kita dapatkan. Kecuali ada yang dapet istri atau suami anaknya Ibu Kost! 

Kenapa Beli Unit Apartemen?

Dalam postingan ini saya memilih membeli daripada menyewa apartemen karena preferensi saya adalah keekonomisan dari segi finansial, bukan tentang bergaya hidup yang kelihatan wah. Makanya saya memilih beli unit saja. Saya tidak akan membahas secara detail mengenai pertimbangan sebelum membeli apartemen, hanya membandingkan plus minusnya saja sebagaimana tentang ngekost tadi. Jika ingin membaca tips-tips sebelum membeli apartemen bisa baca postingannya Mas Diskartes: Kiat Sederhana Memulai Investasi Apartemen.

Plus

Privasi

Tiada lagi gangguan-gangguan dari teman kost yang berisik atau ibu kost yang sering mengontrol. Namun demikian bisa jadi kita masih terganggu oleh tetangga jika kualitas partisi dengan unit sebelah sangat tipis. Jadi hati-hati ya sebelum membeli apartemen cek dulu kualitas material bangunannya, terutama apakah suara-suara dari tetangga tembus sampai unit kita. Privasi merupakan keuntungan utama tinggal di apartemen. Lingkungannya cenderung individualis sehingga relatif jarang ada omong-omong tetangga. Orang yang mau masuk apartemen juga harus punya kartu khusus sehingga kita benar-benar aman.

Uang yang dibayarkan setiap bulan menghasilkan hak milik properti

Salah satu keuntungan utama mencicil apartemen adalah apa yang kita bayarkan setiap bulan akan menjadi hak milik kita. Meskipun hak milik atas apartemen adalah Hak Guna Bangunan saja, tapi lumayan nantinya bisa dijual lagi. Kalau dari awal kita memang memilih unit yang bagus maka besar kemungkinan harganya akan naik terus. Jadi nggak rugi deh mencicil apartemen setiap bulan.

Fasilitas Tambahan

Beberapa apartemen biasanya menyediakan fasilitas tambahan yang bisa dipakai bersama misalnya kolam renang, pusat kebugaran, atau sauna. Fasilitas ini lumayan menghemat pengeluaran kesehatan misalnya membership gym atau biaya masuk kolam renang. Selain itu, karena lokasi berbagai fasilitas tambahan ini berada di lokasi yang sama dengan unit kita, nggak malas lagi deh untuk olahraga.

Minus

Biaya tambahan 

Lain halnya dengan kost yang biasanya sudah mencakup keseluruhan biaya, jika tinggal di apartemen biasanya kita harus membayar iuran pengelolaan, biaya parkir, iuran listrik dan air. Hal ini harus diperhitungkan bersama dengan  cicilan yang akan kita bayarkan setiap bulannya. Jangan sampai pengeluaran ini memakan porsi lebih dar 30% atas penghasilan kita. Karena jika lebih dari 30% artinya kondisi finansial kita kurang sehat.

Beli furnitur dan perabot untuk mengisi apartemen

Beli furnitur itu nggak murah. Jadi musti siap-siap dana di awal untuk mengisi unit yang akan diambil. Bisa dimulai dengan furnitur wajib seperti tempat tidur, lemari, meja kerja, kulkas dan kompor terlebih dahulu. Jangan kalap mengisi unit dengan aneka furnitur lucu-lucu yang membuat keuangan kita morat marit ya. 

Benar-benar mandiri dan harus bertanggung jawab untuk diri sendiri

Untuk para pekerja yang memang sudah dewasa, tentu hal ini tidak terlalu sulit. Namun demikian kita perlu tetap waspada supaya tidak terlibat dalam situasi yang tidak mengenakkan. Kebetulan saya memang hampir tidak pernah pulang tengah malam. Sepertinya akan seram sekali jika pulang tengah malam dan satu lift dengan orang asing yang agak seram ya. Jadi untuk teman-teman perempuan yang tinggal sendirian di apartemen, jangan pernah lengah jaga diri, terutama kunci-kunci pintu. Saat ada kerusakan alat elektronik atau lampu kita habis dan padam sendiri, maka kita harus mandiri dan berusaha mengatasinya sendiri. Tinggal sendiri tentu harus menjadikan diri kita supaya menjadi wanita yang tangguh!


Kondisi Saat Ini

Sampai saat ini saya masih menjadi anak kost. Saya mulai mencoba untuk menyisihkan dana lebih supaya ada persediaan uang muka jika nantinya jadi mengambil KPA di bank. Memang saya tidak membuat target untuk membeli secara tunai karena saya ingin membeli sesuai kemampuan saya sendiri. Makanya komparasinya adalah kost, karena yang saya perhitungkan di sini adalah pengeluaran bulanan untuk tempat tinggal. Istilahnya alih-alih mengeluarkan uang bulanan untuk tempat tinggal, kita dapat unitnya. Namun incaran saya tentu bukan apartemen mewah. Apartemen kelas entry level sudah cukup untuk saya asalkan bukan rusunami karena biasanya fasilitasnya kurang dan biaya amaintenancenya cukup tinggi.

Setelah saya pikir-pikir sepertinya banyak teman-teman di lingkungan kerja saya yang kurang suka apartemen karena HGB nya. Namun karena saya lebih malas menghabiskan waktu berjam-jam di jalan, maka saya masih mengincar opsi untuk beralih dari anak kost untuk segera mengambil unit bagus yang sesuai dengan budget saya. Kayaknya punya unit apartemen sendiri ini seru banget seperti tokoh-tokoh di manga, dorama dan drama korea. Tapi tenang, saya tidak tersugesti karena hal itu. Saya memang merasa butuh.

Sulit Menemukan Kost atau Ingin Menyewa Apartemen? Kenalan yuk dengan serumah.com


Jika teman-teman adalah perantau seperti saya atau jarak tempuh rumah ke kantor cukup lama dan jauh, tapi tidak ingin membeli unit apartemen, sekarang sudah ada serumah.com, sebuah website untuk mencari hunian sewa bagi teman-teman yang terlalu sibuk atau masih sangat asing dengan kondisi suatu kota yang baru didatangi. 

Sudah bertahun-tahun saya mencari kost dengan jalan ke sana kemari, mengunjungi satu per satu rumah-rumah yang menyediakan jasa kost-kostan. Syukur-syukur kalau dapat referensi dari teman. Kalau tidak ada referensi maka saya harus survey sana sini. Cari kost di siang hari panas, di malam hari sudah capek. Makanya saya senang sekali dengan adanya serumah.com. Saya yang sering pindah-pindah ini merasa sangat terbantu. 

Sebenarnya ada juga website-website lain yang menyediakan jasa pencarian kost atau sewa apartemen, namun biasanya websitenya tidak dikhususkan untuk properti saja, sehingga rasanya kurang terpercaya. Jadi kelebihan web ini adalah lebih terpercaya karena spesialisasinya memang untuk mencari tempat tinggal.

Mau kost atau sewa apartemen bagus tapi tidak sesuai budget? Gampang saja, di serumah.com maka kalian bisa menemukan partner untuk sharing. Tapi lebih baik kenalan dulu baik-baik dan cek latar belakang sebelum berbagi kamar atau properti ya teman-teman.

Punya properti yang ingin disewakan? Pasang saja iklan di serumah.com dengan foto dan detail properti yang kalian punya. Gratis lho. Dengan kredibilitas websitenya yang hanya menyediakan informasi sewa properti tentu saja jauh lebih meyakinkan daripada yang lainnya.

Jadi, cukup sekian sharing-sharing kegalauan saya sebagai anak kost yang ingin segera tinggal di properti sendiri. Semoga apa yang saya tulis bisa jadi pertimbangan teman-teman ya. Selain itu semoga info mengenai serumah.com juga bisa bermanfaat untuk kalian semua. Lumayan memudahkan pencarian hunian sekaligus menjadi sarana mendapatkan penghasilan tambahan untuk pemilik properti.

Salam sukses untuk para perantau yang rela menjadi warga urban ibukota! ;)

You Might Also Like

40 comments

  1. "In the end of the day I only want to talk with my family"

    ini aku pun...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ish kaka Irwan kan suda begituu.. Suda beli rumah pun :p

      Delete
  2. Semoga lekas bisa beli rumah dibawah 1 km jaraknya dari kantor ya Nia..
    Amin.. :)

    ReplyDelete
  3. Nikmati hari2 ngekos deket dgn kantor jam 7 baru mandi, ga perlu deg2an ganjil-genap or macet hahahah *sirik!*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi, naek motor jadi ga perlu ganjil genap :p

      Delete
    2. Naik motor dari pondok kelapa - BEJ udah dilakukan beberapa tahun, abis itu encok, masuk angin dll hahahah *lemah & tua*

      Delete
    3. Itu jauuuuuuh bingits Kaaak. Umuru berapapun akan encok. Eh kalau anak SMA enggak kali ya karna dia pasti sambil amen2 kemana dulu pulangnya :p

      Delete
  4. Drama banget emang bagi perantau ya jeng, bersyukurlah yang nggak merantau sendirian :D

    *masih kepo sama apartment, kapan2 sharing lbh lanjut*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk maree. kalau aku survey gada temen, kawanin akuh yah :*

      Delete
  5. Whoaa tulisannya bagus banget sisteriuz! Awal2 agak kocak dan bikin cekikikan tapi di akhir tulisan dashyat paripurna serius tapi santainya. Mamacih infonya. Kalau aku sebagai perantau nanggung lbh nyaman pp atau ke rmh nenek hehehe. Btw smg segeea yah bisa pny apartemen sendiri:D

    love,
    anak yg nggak pernah ngekost wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ish kamu curang sekali ga pernah ngekost gitu! :p
      Maaciw apresiasinya baby onion, tulisan kamuh biasanya keren2 jugaak :D

      Delete
  6. Ini brosur apartemen tinggal aku setor ni yaaa buang yang single2, hahaha..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku maunya ga brosur mbak lisna.. aku maunya unitnya aja hihihi.. #nyamber..

      kece nia tulisannyaaa... ^^

      Delete
    2. Makasih Diana, tuh Mba Lisna dimintai unit :p

      Delete
    3. Berat kali requestnya dianaaaa..hahaha.

      Delete
  7. Aku waktu ngekost jaman kuliah udah kenyang sama nilai minusnya ngekost mba. Pernah dulu di kosannya ada aturan yang anak2 kostnya harus dekat dan apa-apa harus bareng. Makan malam bareng, weekend jalan bareng. Trus karena aku males sering2 dituntut kayak gitu, akhirnya kabur deh pindah kosan :D Bukannya gak mau sosialisasi ya, tetap dekat sama teman kosan tapi ya gak sampai yang apa-apa bareng gitu hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ini sama banget ama kostku sekarang Mba. Padahal kostan orang kerja. Hahaha. Iya kadang kita males bareng2 terus ya Mba. Aku cuek aja deh jarang gabung karna aku emang sibuk dan jarang dikost. Bertahan karna kostannya bagus :p

      Delete
  8. Salam,

    Ulasan yang bagus,saya punya pengalaman ngekost, sangat tidak nyaman, karena apapun yang dilakukan sepertinya di monitor oleh empunya rumah. dan saya orangnya juga tertutup..

    liat potonya mbak, fokusnya ke sepatu merahnya :) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Agak gimana gitu ya Mba kalau merasa dipantau terus2an. Nasib anak kost. Hehe.

      Iya itu sepatu display dr developer, emang eyecatching :p

      Delete
  9. memang sekarang apartemne jadi solusi juga ya, tapi mungkin di segi harga ya gak semua bisa menjangkau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, meski udah kerja ga semua kalangan bisa menjangkau. Tp ada rusunami sama rusunawa jg, pilihan yg less affordable :)

      Delete
  10. Segala sesuatu pasti ada plus minusnya ya.. termasuk dalam memilih hunian.

    Alhamdulillah, pernah jadi anak kosan & seru-seru aja kok kalo nge-kos hehe..
    Belum pernah stay di apartemen, karena memang lebih seneng suasana yg lebih homy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kadang ada yg bilang apartemen lebih homey dr kost jg Indah, karna bisa bawa furniture dan nata2 sesuai selera sendiri. Jd berasa di rumah. Kost kadang dibatasi ga boleh ubah2 apa yg ada. Untung2an ya :D

      Delete
  11. Sudah pernah ngetes tinggal di Apartemen, Ngekos (Dinding Papan), Ngontrak Rumah Bulatan, Ngontrak Rumah Petak dan akhirnya kalo untuk keluarga kecil saya Rumah petak ( Suasana Ngekos) yang paling cocok, sambil menentukan batas akhir kapan awal bisa kredit rumah,IS A MUST! * kok jadi semangat gini sayaah*

    Nice banget tulisanya, SUKAK!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti klo udah berkeluarga nanti pilihannya beralih jadi antara rumah petak, kredit rumah apa kredit apartemen nih kayaknya. Makasi Mas suda mampir :D

      Delete
  12. Tulisannya keceee. Kalo dibandingin antara kosan sm apart, kayaknya lebih ke cocok2an sm kepribadian yah :D semoga bisa cepet taken ya mba unit apartemennya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener tergantung orangnya ya Retno. Amin2, makasi banyak :D

      Delete
  13. Infonya lengkap, dan sebagai anak kost aku ngerasain bangat apa yang kamu ceritain diatas.

    Pengen punya property tapi jaraknya jauh dari kantor. Dijalan pulang pergi sudah nyita waktu dan tenaga. Kalau di kost aku merasa ada orang disekitarku walaupun interaksi antar penghuni tidak terlalu dekat. setidaknya kalau ketemu dijalan saling senyum dan tau kalau beliau tetangga satu rumah, hehehehe..

    Lalu kalau sakit atau sesuatu terjadi ada ibu/bapak/teman kost yang bantu sich. Jadinya aman dan nyaman. Koq curhat dan panjang aja ini comment.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu ga curhat kok Mba, hihi. Emang bener enaknya ngekost itu ada yang nolongin kalau ada apa-apa ya Mba :D

      Delete
  14. eh ada ya web serumah lumayan buat membantu

    ReplyDelete
  15. diantara keduanya memang selalu ada plus sama minusnya..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)