Tips Merencanakan Keuangan Untuk Liburan Ke Luar Negeri

18:13

Merencanakan liburan ke luar negeri rasanya selalu menyenangkan. Seru banget bakalan menjelajah negeri lain yang berbeda budaya, bahasa, dan tentu saja cita rasa makanannya. Tapi pastinya ada dong kekhawatiran tentang alokasi dana yang akan kita bawa? Persiapan perdana tentu dengan mengumpulkan dana dulu dong. Untuk tahu perkiraan pengeluaran, sebaiknya segera perhitungkan perkiraan biaya hidup di sana nanti. Perkiraan biaya bisa kita perhitungkan per pos pengeluaran. Diantaranya: biaya akomodasi transportasi, tiket masuk destinasi wisata, alokasi dana untuk menginap, biaya makan selama di sana, dan sebagai orang Indonesia pasti sebagian besar dari kita mengalokasikan dana untuk belanja dan oleh-oleh.
Tiket pesawat bisa menyesuaikan antara kebutuhan dan keadaan keuangan. Misalnya keadaan keuangan baik, alokasi dana cukup fleksibel, lebih baik menggunakan maskapai yang bakal bikin kita nyaman. Terutama kalau perjalanan ke luar negerinya memakan waktu lama. Kadang maskapai kelas fullboard pun ada promonya lho. Kalau emang udah niat banget mau ke suatu negara, mendingan langganan newsletter maskapai yang diincar. Jadi kalau ada promo nggak bakal ketinggalan.

Selain tiket pesawat, pengeluaran trasportasi lainnya di luar negeri adalah biaya transportasi di negara destinasi kita. Sebaiknya dicari tahu dulu biaya dan opsi transportasi dari tempat menginap ke lokasi-lokasi wisata yang kita tuju. Selain supaya lebih hemat, kalau sudah tahu tentang moda transportasinya, bisa menghindarkan kita dari penipuan (scam). Untuk mondar-mandir di suatu negara, biasanya ada kartu transportasi khusus yang multifungsi seperti Octopus Card di Hongkong dan EZ Link di Singapura. Kalau nggak sempat riset di internet, tanya teman yang pernah ke sana juga bisa. Tapi sebaiknya jangan tanya teman dalam kondisi nggak tahu apa-apa. Minimal googling dulu ya. 
Untuk memilih tempat menginap, sekarang sudah banyak banget aplikasi booking online yang menggunakan Bahasa Indonesia dan sudah terpercaya atau biasa digunakan orang-orang di sekitar kita. Membandingkan harga antara online travel agent perlu dilakukan, lumayan tuh kalau beda harga, selisihnya biaya akomodasi menginap bisa buat jajan. Hehe. 

Pengeluaran yang harus dipikirkan juga adalah tiket masuk tempat wisata. Ini sering ketinggalan alokasi dananya karena lupa. Kalau bisa sih campurin aja destinasi wisata yang berbayar dan yang gratis. Kadang yang gratis juga bagus dan menyenangkan lho.
Untuk biaya makan bisa direncanakan dengan memperkirakan pengeluaran makan melalui Tripadvisor atau zomato. Bisa dimulai dengan mencari tempat makan yang ada di dekat tempat kita menginap dan destinasi wisata yang akan kita tuju. Kalau waktu perencaan liburan sempit, bisa banget lho survei tiga tempat makan aja di dekat hotel dan tiga tempat makan di sekitar destinasi wisata.  Dari situ kita rata-rata kemudian diperkirakan sehari makan tiga kali bakalan habis berapa, nah kalikan lagi jumlah hari kita di luar negeri. Makanya menginap di tempat yang menyediakan sarapan menjadi pilihan yang harus dipertimbangkan supaya bisa menghemat pengeluaran. Tapi kalau pagi-pagi mau wisata kuliner lokal, maka sarapan di hotel tak perlu dijadikan pertimbangan.
Terakhir, alokasi dana untuk belanja dan oleh-oleh. Saya jarang banget bawain oleh-oleh. Dulu pas awal ke luar negeri sering bawa pulang oleh-oleh segambreng. Padahal kadang barang yang dibawa bukan yang kualitas bagus, kepakainya cuma sebentar di orang yang kita kasih, jadilah saya sudah tidak mengagendakan alokasi dana oleh-oleh kecuali ada yang serius nitip. Nah untuk belanja, bisa disesuaikan apakah butuh atau tidak. Misalnya lagi ke Perancis dan mengincar tas branded, ini boleh banget dialokasikan dana untuk tas. Apalagi kalau kondisi harganya di sana beda jauh dibanding di sini. Atau belanja kosmetik di Korea, jangan lupa alokasikan dananya dan patuhi pagunya, jangan sampai ngirit makan dan malah kenapa-kenapa karena uangnya kepakai belanja, hehe.

Ngomongin kebutuhan udah, sekarang pertanyaannya, gimana bawa uang sebanyak yang sudah kita perhitungkan itu? Kalau menurut saya bisa dibagi tiga sih dananya: cash, kartu debit, dan kartu kredit.


Bawa Uang Cash

Pertama tentu bawa uang cash ya. Karena tiap gesek di luar negeri atau tarik tunai kena biaya kan ya, jadi emang sebaiknya diperhitungkan dulu dana liburan di atas, supaya jelas mau bawa uang berapa. Biasanya dana untuk menginap lupa diperhitungkan kalau pemesanannya menggunakan opsi bayar di tempat, bukan dengan kartu kredit. Tau-tau persediaan uang cash kok abis aja. Hehe. Jangan sampai terjadi yang seperti ini ya manteman. Jangan lupa juga tiket masuk destinasi yang akan kita kunjungi, perhitungkan juga ya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya penyimpanan uang cash yang dibawa dipisah pisah. Jadi kalau apes, nggak kehilangan semua dana. Emang uang cash resikonya hilang atau jatuh dan bahkan bisa juga kena copet, huhu

Saya pernah nulis tips menukar uang ketika travelling di luar negeri di postingan ini. Silakan mampir untuk detailnya ya. Intinya sih sebaiknya kalau emang udah niat bawa cash, dananya ditukar di Indonesia aja. Kurs kita kalah jauh soalnya kalau ditukarnya di negara destinasi, bakalan rugi.


Bawa Kartu Debit

Nah yang ini favorit saya. Meskipun ada biaya administrasinya, tarik tunai kartu debit di atm luar negeri menurut saya cukup menguntungkan. Saya nggak perlu selalu waspada karena bawa cash banyak (apalagi kalau perginya sendiri). Kedua, kursnya ngikut kurs rupiah terhadap kurs negara di mana kita berada, berdasarkan kurs yang ada di Indonesia. Ketiga, saya nggak perlu pakai bahasa tarzan dan berjuang untuk ngobrol dengan petugas money changer atau pegawai bank di negara destinasi, hihi. 

Makanya penting banget buat punya kartu debit yang bisa dipakai di luar negeri. Tapi nggak semua kartu debit bisa digunakan di luar negeri lho. Ada standar keamanan yang berbeda, terutama di negara-negara Eropa.

Tapi jangan khawatir, ada kabar baik untuk pengguna Paspor BCA nih. Baru kemarin, Selasa 21 November 2017, Paspor BCA meluncurkan kartu baru Paspor BCA Mastercard yang memudahkan kita-kita yang suka atau terpaksa sering bepergian ke luar negeri. Paspor BCA Master Card bisa digunakan di lebih dari 40 juta merchant di 210 negara! Banyak ya.

Makanya pas saya ikutan event peluncuran Paspor BCA Master Card, saya langsung nyimak baik-baik apa saja keuntungan dari kartu baru ini. Setelah tahu bisa digunakan di merchant sebanyak itu di 210 negara, saya langsung kepo dong gimana cara menukar Paspor BCA saya menjadi Paspor BCA Master Card. Ternyata hari itu juga udah bisa langsung ditukar di semua cabang.

Namun ada hal khusus lagi yang bikin saya seneng banget jadi nasabah BCA nih, yakni Customer Service Digital atau yang biasa disebut CS Digital. Jadi penukaran Paspor BCA menjadi Paspor BCA Mastercard bisa dilakukan dengan mesin ini. Lumayan ya, nggak usah ngantri di CS. Caranya gampang banget pula. 

Tinggal sentuh layar, ikuti instruksi. Masukkan kartu, ikuti instruksi lagi. Kemudian tanda tangan elektronik di tempat yang udah disediakan, foto di depan mesinnya juga, kemudian tunggu kartu barunya keluar. Gila ini teknologi perbankan yang bikin saya amaze. Hehe. Norak ya. Oiya, paspor BCA Master Card yang akan keluar dari mesin CS Digital menyesuaikan Paspor BCA kita yang sebelumnya ya (silver, gold, platinumnya). CS Digital hanya tersedia di kantor cabang besar di Jakarta, Bandung, dan Surabaya.
Jajaran Direksi menunjukkan tampilan Paspor BCA Mastercard
Duh jadi pengen ke luar negeri lagi nih setelah punya Paspor BCA Mastercard. Kalau belanja bisa langsung gesek di mesin EDC.  Beli tas mahal nggak usah bawa cash! Hehe. Dan kalau penginapannya punya mesin EDC, tentu kita nggak perlu bawa uang cash banyak-banyak. Worry free. Liburan jadi makin nyaman dan tenang tentunya. Apalagi buat yang mau ke Eropa. Biasanya kartu ATM kita ada yang nggak bisa dipakai di sana kan yah? Dari pemaparan Pak Jahja Setiaatmadja di acara peluncuran Paspor BCA Mastercard kemarin sih, kartu ini bisa dipakai di Eropa. 

Gara-gara datang event ini, saya jadi inget kalau kartu ATM itu ada yang magnetic dan ada yang chip. Tahun 2021 nanti semua harus chip lho. Saya nggak masalah sih, yang penting kita diberikan kemudahan ganti kartu. Oiya untuk ganti kartu Paspor BCA ke Paspor BCA Mastercard sudah bisa teman-teman lakukan sejak tanggal 21 November 2017 dan gratis lho untuk saat ini. Monggo segera dimanfaatkan, enak ya jadi customer yang selalu diberikan layanan terbaik. 

Eh tapi kalau pakai Paspor BCA Mastercard buat belanja jangan kalap-kalap juga kali, nanti malah saldo tabungan jadi tiris, hehe. Yuk belanja seperlunya aja ya, bro sist. :D

Bawa Kartu Kredit

Saya biasanya menggunakan kartu kredit untuk memesan tiket pesawat dan akomodasi menginap. Untuk menginap pun saya hindari tagihan full ke CC. Kecuali kalau menginap di Sheraton Cotai Central di Macau kemarin, mereka menghendaki CC kita karena harus ada deposit 1000 HKD atau MOP, jadilah saya gunakan CC nya. Tapi ini nggak ada di tagihan, lha saya nggak ngapa-ngapain jadi nggak kena tagih.

Tagihan tiket pesawat selalu saya bayar full sebelum berangkat. Jangan sampai deh liburan kok ngutang. Mau senang-senang kalau bisa ya jangan dari hutang. Nanti ngga beneran plong. Refreshingnya malah menanggung beban.

Tapi ada baiknya kartu kredit kalian dibawa juga ya pas liburan, mana tau ada keperluan mendesak. CC buat opsi cadangan setelah cash dan kartu debit aja. 
Yuk ebrangkat liburan :D
Ada yang sedang merencanakan pergi ke luar negeri? Kasih tau dong barangkali ada persiapan dana liburan ke luar negeri yang kelewat belum saya bahas. :D

You Might Also Like

26 komentar

  1. Niaaaaa makasih bgt infonya. Jdi gak usah bingung2 lagi nih klo jalan. Canggihh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi Winda, komenmu juga bikin aku makin semangat nulis-nulis :D

      Delete
  2. Cocok ! Besok ke BCA ah ganti paspor mastercard, udah deg deg serr kemaren karena tanggal nanggung dan bawa dana press wkwkwkwk. Tapi kudu inget juga yes, jgn sampe pulang liburan malah tongpes hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya tiati pake debit Sist, nanti bablas belanje :D

      Delete
  3. Wah, seru banget, semakin praktis ya kalau mau ke luar negeri.

    Tipsnya oke banget loh kak, aku catet buat traveling berikutnya. Dan kemaren aku juga nyoba tuh mesin yg ngubah kartu, cepet bgt! Cuma 5 menit kartu saya yg lama berubah jadi yang baru, ada cipnya dan lebih bagusss. Keren BCA.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lebih aman ya rasanya ada chipnya dibanding yang magnetic :D

      Delete
  4. Wah, nyetir pesawatnya sendiri? Belum merencanakan liburan ke luar negeri, ehm kapan yah? Nunggu anak2 bisa ditinggal deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba, nyetir pesawat berhenti, hehe. Bisa direncanakan Mba, dananya dulu terutama :D

      Delete
  5. Waa baru tau narik pake atm dluar negeri tu pake kurs yg di indo.taunya sebelum berangkat aja nuker bawa cash abisan takut ribet. Makasi niaa infonya :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Mia, sama2. Mungkin perlu dikonfirm dulu juga ke Bank Mba Mia perihal kurs ini. :)

      Delete
  6. liburan keluar negri?
    emm.. masih diangan-angans sih. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau nggak pengen mah gapapa Kak, bukan kebutuhan juga kan, hehe. Tapi kalau pengen bisa mulai nyisihin dana disesuaikan sama rencana perjalanannya. :)

      Delete
  7. eittsss toss nih sesama nasabah bca, aku blom tau ada paspor bca versi baru

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baru tanggal 22 November 2017 nih Mba, wajar kalau belum pada tau. :D

      Delete
  8. Saya kepengin ke "kebun raksasanya" itu, hehe... Garden By The Bay.

    ReplyDelete
  9. BCA emang warbiyasaaak. Makasih tipsnya, mba. Semoga tahun depan akan banyak negara dan benua yg bisa kit eksplor, yeayyy!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiin untuk harapan bisa ngeksplor lebihnya Mba, hehe. Iya ini lumayan banget layanannya :)

      Delete
  10. Toweeengg :D Kartu pasporku yang lama aku ganti yang baru yang ada chipnya. Tapi pas mau ke LN bulan lalu, baru tahu kartunya gak bisa dipake di LN. Ganti lagi kartu lama (dengan biaya penggantian kartu dobel). Dan, sekarang ternyata udah bisa dipake di 210 negara. Syalalala.

    Emang baru banget ya, 21 November kemarin. Ah, andai ada CS digital, pasti lebih seru nukernya. Gak perlu antre. Sayang belom ada di Palembang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ampun Mas perjuangan banget ya ganti-ganti kartunya. Denger-denger kartu chip yang lama emangs ering "dimuntahin" mesin ATM. Mumpung grates ganti lagi aja Mas kalau lagi ada waktu. Tapi jangan lupa dikonfirm dulu ke petugasnya yah :)

      Delete
  11. ah ga percaya mba Nia pake bahasa tarzan wkwkwk baru tahu ni pengen ganti ah ke mastercard sapa tahu aku dpt gratisan lagi ke LN *ngarep* :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Bahasa Mandarin pastinya nyerah pakai bahasa tarzan aja, haha. Amin smg ada rejeki mendadak ke LN grateis ya Teh :D

      Delete
  12. I must agree on calculation transportation cost for your trip since it is a major spending aside from flight and hotel rooms. On that note, taking public transport forces you to wander thus embarking on a fun adventure :)

    Visit my blog: Monsturothemonster.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeah, I enjoy trying public transport while travelling aboard.

      Delete
  13. Wah suamiku nasabah BCA, bisa diganti kalo gitu ya ni. Eh tapi keknya bukan mastercard, hahaha. Aku aja deh bikin kalo gitu, lumayan banget, hohoho. Aku beberapa kali travelling bawa cash dikit aja, sisanya pakai debit atau kredit kalo buat beli oleh2 atau tiket wahana hiburan. Terbiasa cashless jadi ya kartu ajalah bawaannya, hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Konfirmasi dulu juga Mba ke CS nya, semoga negara yang dituju Mba Lisna bisa pakai kartu debit ini buat belanja :D

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)

Like us on Facebook

Instagram