Buku: Dunia Sophie/ Sophie's World

23:00

Sejalan dengan program "banyak baca mumpung masih jadi mahasiswa", maka saya akan menuliskan buku yang baru saya baca di blog ini. Buku lama maupun baru akan saya bahas keduanya atau sekadar saya catat quotesnya yang mengena bagi saya, siapa tau menginspirasi atau bermanfaat bagi orang lain. Selain itu juga supaya saya bisa menghitung dan mengingat buku-buku apa saja yang pernah saya baca.

Don't judge a book by it's cover, merupakan pesan sederhana yang saya coba ingat setiap waktu. Tapi sebagai manusia tentu kita kadang lupa untuk tidak menjudge sesuatu berdasar wujud luarnya. Jadi, beberapa tahun yang lalu ada yang merekomendasikan buku Dunia Sophie ini, tapi tidak menyebutkan isinya tentang apa, hanya dikatakan recommended dan bagus banget. Maka saya yang pikirannya auto pilot menyimpulkan bahwa Dunia Sophie adalah sebuah novel fiksi, karena sampulnya warna hitam dengan ilustrasi seorang gadis yang seolah berada di tengah hutan. Saya pikir ceritanya sejenis Alice in Wonderland. Waktu itu sama sekali tidak tertarik untuk membacanya.

Libur akhir tahun lalu saya fokus istirahat total mau detox, nggak makan nasi sama sekali, jadi tidak boleh jalan-jalan jauh yang menguras tenaga. Maka saya pun mengunjungi rumah teman saya yang mana hanya berjarak satu rumah dari rumah saya untuk pinjam buku. Di sana saya meminjam beberapa buku tebal yang salah satunya buku Dunia Sophie. Sebelumnya saya tanya dulu ke teman saya mengenai buku ini, ceritanya tentang apa sih, teman saya menjawab isinya tentang filosofi. Saya pun langsung tertarik dan tidak berpikir panjang, meski bukunya sangat tebal, tetap saya pinjam. Setelah menyelesaikan The Alchemist, saya beralih ke buku ini. Ternyata dari awal membacanya saya sudah suka dan penasaran untuk terus membacanya, saking semangatnya hingga sekali baca sudah sampai seperempat bagian dari buku tebal ini. Namun apa daya setelah itu jadwal rutin harus kembali saya dijalani, efeknya adalah Dunia Sophie nggak selesai-selasai dibaca karena memang susah membaca buku ini tanpa konsentrasi. Sayang banget kalau baca buku ini tanpa paham isinya. Meskipun ceritanya tentang filosofi, namun sama sekali tidak berat, bahkan bisa dikatakan mudah dicerna karena seolah kita hanya mendengarkan obrolan Sophie dengan seseorang. Akhirnya saya selesai membacanya setelah 3 atau 4 minggu, sehari baisanya cuma bisa baca satu bab yang isinya cerita dari satu tokoh aja.

Diceritakan bahwa Sophie Amundsend seorang gadis 14 tahun yang akan segera berulang tahun ke-15 tiba-tiba mendapatkan surat misterius yang sederhana namun membuatnya bertanya-tanya. Misalnya hanya berisikan "Siapa aku?". Nah apakah kalian pernah memikirkan hal semacam itu juga di umur sekarang? Apakah kita adalah diri kita yang sebenarnya ataukah hanya cara berpikir kita yang membentuk diri kita yang sebenarnya? Haha banyak pertanyaan yang akan ikut muncul sembari membaca lembar demi lembar buku ini. Kita juga akan dibawa untuk menjelajah dalam estafet ilmu pengetahuan sejak zaman Plato, Socrates, Aristoteles bahkan sampai dengan ahli filosofi kekinian yang nama-namanya juga tak akan asing bagi penyuka quotes-quotesnya Immanuel Kant, Karl Max hingga si fenomenal Darwin.
Saya tidak akan menuliskan sinopsis buku ini karena saya rasa sudah banyak yang menuliskannya jika digoogling. Saya juga tidak akan mengomentari isinya atau jalan ceritanya karena saya sudah sangat berterima kasih ada penulis yang peduli dengan dunia filosofi dan mau repot-repot menyusun dan mengemasnya secara sederhana dan menarik dalam suatu buku cerita. Sedikit spoiler, meski banyak tokoh real yang berpengaruh dalam dunia filsafat, kita akan dibuat terkejut karena ada tokoh fiksi seperti gadis berkerudung merah dan gadis penjual korek api. Banyak humor fisolofis yang terselip dalam cerita.

Saya akan memberikan beberapa poin dari buku ini yang sebenarnya adalah bagian penting yang saya tandai ketika membacanya, bagian yang sangat menarik bagi saya dan perlu dicerna lebih pelan karena sangat padat, jika cocok bagi teman-teman maka saya rasa kalian harus melirik buku ini juga :D

"Tidak terlalu lama setelah St. Thomas Aquinas, keretakan mulai timbul pada kebudayaan penyatu agama Kristen. Filsafat dan ilmu pengetahuan semakin menjauh dari teologi Gereja, dan dengan demikian memungkinkan kehidupan agama sampai pada hubungan yang lebih bebas dengan penalaran. Kini semakin banyak orang yang menekankan bahwa kita tidak dapat sampai kepada Tuhan melalui rasionalisme, sebab Tuhan sama sekali tidak dapat dikenali. Yang penting bagi manusia bukanlah memahami misteri Ilahi, melainkan pasrah pada kehendak Tuhan."
"Karena agama dan ilmu pengetahuan kini dapat berhubungan secara lebih bebas satu sama lain, terbukalah jalan pada metode-metode ilmiah baru dan semangat keagamaan yang baru pula. Maka, terciptalah landasan bagi dua kehebohan besar pada abad kelima belas dan keenam belas, yaitu Renaisans dan Reformasi." halaman 307

"Pada zaman Renaisans, apa yang kita namakan antihumanisme pun berkembang. Dengan ini yang aku maksudkan adalah kekuasaan otoriter Negara dan Gereja. Pada masa Renaisans, berkobar keinginan untuk mengadili para wanita penyihir, membakar para penganut bid'ah, sihir dan takhayul, perang-perang keagamaan yang bersimbah darah dan--yang tidak kalah dari semua itu, penaklukan yang sangat kejam atas Amerika. Tapi, humanisme selalu mengandung sisi gelap. Tidak ada zaman yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya buruk. Kebaikan dan keburukan adalah benang kembar yang menjalin sejarah umat manusia. Dan seringkali keduanya saling berkait. Ini berlaku dalam kata kunci kita selanjutnya, yaitu metode ilmiah baru, inovasi Renaisans lainnya yang akan kuceritakan padamu." (314-315)

"Tidak, tapi itu menekankan kenyataan bahwa pikiran bukanlah benda yang dapat dioperasi atau dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Tidak mudah, misalnya, untuk menghilangkan angan-angan melalui operasi. Itu terlalu jauh untuk bidang operasi. Seorang filosof penting dari abad ketujuh belas bernama Leibniz mengemukakan bahwa perbedaan antara yang material dan yang spiritual sesungguhnya adalah bahwa yang material dapat dipecah-pecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sedangkan jiwa bahkan tidak dapat dibagi dua." (364)

"Tapi Descrates berusaha untuk melangkah maju dari ririk nil ini. Dia meragukan segala sesuatu, dan hanya itulah yang dia yakini. Namun, kemudian ia menyadari sesuatu: satu hal pasti benar, dan itu adalah bahwa ia ragu. Ketika dia ragu, dia pasti sedang berpikir, dan karena dia berpikir, pastilah bahwa dia seorang makhluk yang berpikir. Atau, seperti dia sendiri mengungkapkannya: Corgito, ergo sum."
"Yang berati?"
"Aku berpikir, karena itu aku ada." (373)

"Metode geometris mengacu pada terminologi yang digunakannya untuk rumusan-rumusannya. Kamu mungkin ingat bagaimana Descrates ingin memanfaatkan metode matematika bagi perenungan filosofis. Dengan ini yang dimaksudkannya adalah suatu bentuk perenungan filosofis yang tercipta dari kesimpulan-kesimpulan yang benar-benar logis. Spinoza adalah bagian dari tradisi rasionalistik yang sama. Dia ingin etikanya dapat membuktikan bahwa kehidupan manusia itu tergantung pada hukum alam yang universal. Oleh karena itu, kita harus membebaskan diri dari perasaan dan nafsu kita. Setelah itu, barulah kita dapat menemukan kepuasan hati dan kebahagiaan, dia yakin." 391

"Jadi kamu adalah salah satu orang yang merasakan sakit perut pada suatu saat dan sedang berpikir pada saat selanjutnya. Spinoza menyatakan bahwa seluruh benda material dan segala sesuatu yang terjadi di seputar kita merupakan ungkapan Tuhan atau alam. Maka, semua pikiran yang kita pikirkan juga milik Tuhan atau alam. Sebab segala sesuatu itu Satu. Hanya ada satu Tuham, satu alam, atau satu Substansi." 394

"Sepanjang sejarah filsafat, para filosof berusaha untuk menemukan apakah manusia itu, atau apakah hakikat manusia itu. Tapi, Sartre percaya bahwa manusia tidak mempunyai 'hakikat' kekal semacam itu yang dapat dijadikannya sandaran. Karena itulah tidak ada gunanya untuk mencari makna dari kehidupan pada umumnya. Kita memang ditakdirkan untuk membuatnya sendiri. Kita seperti aktor-aktor yang diseret ke atas panggung tanpa mengetahui peran kita, tanpa naskah dan tanpa juru bisik yang akan membisikkan kepada kita apa yang harus kita lakukan di atas panggung. Kita harus memutuskan sendiri bagaimana cara kita hidup." 702

"Jika kamu jatuh cinta, dan sedang menantikan kekasihmu meneleponmu, kamu mungkin 'mendengar'-nya tidak meneleponmu semalaman. Kamu berencana untuk bertemu dengannya di kereta, orang ramai berjubel di peron dan kamu tidak dapat melihatnya di mana-mana. Mereka semua menjadi penghalang, mereka tidak penting bagimu. Kamu mungkin menganggap mereka tidak menyenangkan, bahkan menjengkelkan. Mereka mengambil ruang terlalu banyak. Satu-satunya yang kamu perhatikan adalah bahwa dia tidak ada di sana." 707

Udah, itu aja poin-poin yang saya tandai dan penandanya belum ilang, hal-hal yang saya harus ingat agar tetap waras, hihi ^^

Salam

You Might Also Like

18 comments

  1. Sepertinya menarik bukunya Mba. Makasih sharing isi bukunya ya.

    ReplyDelete
  2. gw pernah baca buku ini dulu. tp akhirnya gak di lanjutin lagi..
    awal2nya masih paham..tp makin kesini isi tu buku makin berat dgn segala falsafahnya..

    pusing pala berbi.. hihihihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama sih sebenernya, makanya bacanya dikit-dikit pas di tengah soalnya perlu dicerna pelan-pelan ya, hahahaa... Nah pas sampe belakang udah mayan ringan lagi :p

      Delete
  3. Salah satu buku di kamar yang menamatkannya paling butuh waktu. :|

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wisnu tadi takbales komennya pakek Mba, pas udah kulihat ternyata dirimu... Ahahaa... Aku jadi pingin beli nih kayaknya bermanfaat buat anak cucu. Tapi beli di mana ya udah lama banget gini XD

      Delete
  4. terima kaish telah meresensi buku jadi tahu isinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, semoga bermanfaat. Makasih sudah mampir di blog saya :)

      Delete
  5. Hi mba iseng2 mampir blog nya nih...

    Curiga bahasanya anak stan bgt haha :D
    Angkt brp mba? hihi #maafoutoftopic haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. bahasa apa bahasan nih yang stan banget? ahahahaa. aku lulus 2009 D3nya :p
      Hayo ada orang terdekat yang sealmamater sama aku ya? XD

      Delete
  6. Aiiih berarti d4 mba skrg?... kerennn
    semoga calon suamiku segera nyusul mba... aaamiin hahhaha

    Bahasanya mba.. beda deh pokonya.. heheuuu sampe bner2 kepo ke postingan lama trus nemuin kalo org pajak hahaha!!

    Salam kenal mba dari aku yang gabisa bisa lolos tkd 2x hikshikshiks #malahcurhat #yaudalahrin #harusmoveon

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ini D4 telat soalnya tadinya udah kuliah duluan, hihi. Akhirnya menyerah dan pilih D4 aja, alhamdulillah banget bisa ketrima. Ayo semangat Erin coba lagii :D
      Amin amin semoga segera pada nyusul D4 ya ;)
      Anyway beberapa travel blogger terkenal dari stan lho, misalnya mas farchan di efenerr.com hayuk gabung IHB aja biar makin semangat ngeblog klo dah senggang after married ;P

      Delete
  7. Berapa kali nyoba mba d4nya?
    kereeeen hihiihihi

    Taun ini pertama kali nyoba nih calonku, taun kmrn ngepas awal tahun sih jd tmt masih belom bisa.

    semoga keajaiban keberuntungan dateng hehehe
    (biar bs deketaaaan masa abis nikah teruz2an Ldr :( )
    Iya pengen banget nyoba lagi dan lagi... tapi aku udh keiket ojk mba...
    jadi yaudahlah.....ga rejeki djp haha

    Duh aku bukan blogger tapi mba... ga pinter nulis... haha tulisan acak2an rata2 cuma share wedding prep gt kok hahahaaaa x_x

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kan ga harus jadi blogger serius, yg penting suka nulis, hihi :D
      Aku dua kali ikutan, yg pertama emang pengen kuliah sendiri soalnya kepotong kan tunjangan jabatan kalau D4 jadi agak kurang tertarik. trus yang kedua baru pengen beneran, alhamdulillah dapet.
      Oalah di OJK, bagus kok itu mah :D
      Kabarnya sih pertengahan tahun ini ada pendaftaran D4 lagi :)

      Delete
  8. tapi masih newbie bangetttt...
    Hihihi

    iya sih gaji turun yak-_- haha gapapa deh demi deketan dulu (sementara) haha

    bagi tips dong mba...biar bs masuk d4 hihi
    semoga bisa nyusul bnget deh taun ini... kan miris abis nikah LDRan tetep jalan hahaha

    Oia mba lg prepare nikah juga ya? Ciyeee... #lahkokciyee haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang turun tunjangan jabatannya doang kok, hehe. Kayaknya perlu latihan buat psikotestnya. yang gambar2 itu terutama. Haha aku masih cari2 info dulu :p

      Delete
  9. Having read this I believed it was extremely enlightening.

    I appreciate you taking the time and energy to put this content together.
    I once again find myself personally spending way too much time both reading and leaving
    comments. But so what, it was still worth it!



    My web site ustinova.ru ()

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you for stopping by and put a comment in this post. I found it myself that the book is very enlightening also, that's why I want to put a little part of the book. I hope some people who searching information about the book becoming more insterested.

      Your blog is pretty cool, but I can't understand Russian :(

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)