Perjalanan dari Palembang ke Pulau Belitung dengan Jetfoil, Singgah Sejenak di Pulau Bangka

17:27

Bulan April 2011 lalu, setelah berkeliling Palembang, saya dan teman-teman melanjutkan perjalanan ke Pulau Bangka dengan Jetfoil (semacam kapal) untuk selanjutnya lanjut ke Pulau Belitung karena kami kehabisan tiket pesawat. Kami naik jetfoil dari Pelabuhan Boombaru di Palembang ke Muntok (atau Mentok di google maps). 
Menunggu Jetfoil di Boombaru.

Inside The Jetfoil
Ternyata banyak penumpang lain yang juga hendak menaikai jetfoil yang sudah kami tunggu-tunggu. Untunglah ada nomor tempat duduknya, jadi kami tak perlu berebut. Kondisi di dalam jetfoil sama seperti di dalam bus AC.
Muntok, Bangka Island

Mendekati Pulau Bangka, pantai-pantai nan indah berpasir putih mulai terlihat. Saya kegirangan dan mengabadikannya dalam beberapa foto. Kami tiba di Muntok! Perjalanan ini saya lalui bersama Aca dan Rio, teman kuliah saya di D3 Penilai PBB STAN. Kami bertiga baru pernah ke Sumatera saja selain Jawa. Jadi kami sangat senang ketika berkesempatan berkunjung ke Pulau lain di Sumatera. Lama perjalanan dari Boombaru ke Muntok sekitar 3 jam. 

Muntok letaknya jauh dari Ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Pangkal Pinang. Kami harus menempuh perjalanan tiga jam lagi untuk sampai di Pangkal Pinang. Perjalanan ini sebenarnya sangat berat. Tapi waktu itu jiwa muda kami tidak banyak mempertimbangkan rasa lelah dan hajar saja naik apapun. Di Muntok kami sudah memesan mobil Elf yang akan mengantarkan kami menuju Pangkal Pinang. Dalam perjalanan singkat dari jetfoil ke elf kami baru merasakan bahwa Pulau Bangka panas sekali Bung!

Mobil Elf  yang membawa kami ke Pangkal Pinang
Sinar matahari di Pulau Bangka sangat terik. Rasanya pulau ini lebih panas dari Kota Padang. Sepanjang perjalanan darat, saya melihat rumah-rumah tradisional Melayu. Banyak pohon kelapa sawit berselang seling dengan perumahan penduduk. Saya juga mengamati aktivitas orang-orang di sepanjang pinggir jalan. Seru sekali ternyata melihat daerah lain, melihat kebiasaan lain.
Pelabuhan Pangkal Balam tampak depan
Jetfoil kami berikutnya, Pangkal Balam (Bangka)-Belitung
Sesampainya di Pangkal Pinang, ternyata kami tak punya waktu untuk singgah. Kami langsung diantar ke Pelabuhan Pangkal Balam untuk melanjutkan perjalanan ke Belitung. Saat kami tiba, jetfoilnya sudah mau berangkat. Tak ada waktu menikmati Pulau Bangka dan tak ada waktu bersantai untuk saya, Rio dan Acha. Kami semua harus kembali menikmati waktu kami di tengah lautan, di dalam jetfoil. Perjalanan kami dari Pangkal Balam ke Belitung kan memakan waktu 5 jam. Untunglah banyak pemandangan yang memanjakan mata. Pemandangan yang ada di sekeliling kami adalah laut biru.

Jetfoil dari Pangkal Balam ke Belitung ini sangat dingin. Saya sampai kedinginan. Rasanya seperti mau beku. Sepulang dari Belitung dengan jetfoil yang sama (namun saya duduk di dek, mending kepanasan daripada membeku saat sedang diare), kami berkesempatan singgah sejenak di Pulau Bangka sebelum menuju Bandara. Saya, Rio, dan Acha akan kembali ke Jakarta dengan pesawat. Tentu saja pesawat saya transit saja di Jakarta. Kami kena apes karena pesawat kami kena delay 5 jam. Apalagi penyebabnya kalau bukan karena maskapai singa. Hehe.
The famous Mie Koba in town
Saat mampir ke Bangka saya diajak makan Mie Koba. Katanya sih mie khas daerah sana. Disajikan dengan telur. Mie nya dibuat sendiri oleh si empunya kedai. Rasanya manis.Saya lupa ambil foto mie kobanya karena keburu dilahap sampai habis.

Kami dibawa keliling Pulau Bangka selama satu jam. Tak banyak keramaian di Bangka maupun Belitung. Namun memang alamnya sangat indah. Jika kalian memiliki waktu berkunjung ke Pulau Bangka, cobalah mampir ke Parai. Di sana kabarnya pantainya bagus sekali. Kalau di Belitung lebih seru island hoping dan snorkling. I did it and I recommend you to try that activities to if you have a plan to visit Belitung. :)

Cerita Jalan-Jalan di Belitung: Keliling Pulau di Belitung dan Snorkling di Pulau Lengkuas

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)