Kuliner Jakarta: Ragusa Si Es Italia

13:29

Meski aneka inovasi tempat kuliner dengan beragam menu baru dan tempat yang demikian nyaman kian banyak, sebuah tempat makan es khas Italia masih terus bertahan sejak 1932. Namanya Ragusa. Mungkin sebagian dari kita sudah tidak asing dengan brand Es Italia ini karena namanya memang sudah sangat melegenda. 
Sejarah panjangnya berawal dari dua orang Italia yang hendak belajar menjahit di Jakarta (saat itu masih Batavia). Mereka adalah Luigie Ragusa dan Vincenzo Ragusa. Diceritakan dari wikipedia bahwa kemudian keduanya melakukan perjalanan ke Bandung seusai pendidikan tailor. Di sana mereka diberi banyak susu sapi segar oleh seorang wanita yang juga dari Eropa. Kemudian mereka mengolah susu segar tersebut menjadi es krim dengan metode pengolahan sebagaimana di negara asal mereka. Ternyata banyak yang suka dengan es krim buatan mereka yang khas Italia itu. Maka berdirilah Ragusa yang terus berkembang hingga memiliki beberapa cabang. Kabarnya Ragusa sempat mengalami penurunan omset ketika banyak ekspatriat Eropa yang tinggal di Jakarta kembali ke negaranya. Lalu pulih kembali. Pada tahun 1998 beberpa cabang Ragusa menjadi korban perusakan. Kini gerai Ragusa yang paling terkenal adalah yang berlokasi di Gambir.

Apa sih yang membuat Ragusa bisa bertahan demikian lama? Ternyata karena kekhasan es krimnya yang tanpa busa, tidak seperti produsen es krim lainnya. Selain itu Es Krim Ragusa juga tidak menggunakan bahan pengawet sehingga cepat mencair dan harus segera dihabiskan.

Beberapa minggu yang lalu pada hari Sabtu, saya akhirnya berkesempatan mencicipi es Italia yang ikonik ini. Teman saya memesan Es Krim Spagetty sedangkan saya Tutty Fruity.  Untuk Es Krim Spagetty susunya masih terasa, bentuknya mirip sekali dengan spagetty meski ini adalah es krim. Unik dan lucu. Saya rasa es krim inilah yang paling banyak dicoba pengunjung perdana Ragusa karena pasti penasaran bagaimana wujud si es krim spagetty. Jangan sampai si es krim spagetty meleleh ya, nanti bentuknya jadi nggak mirip spagetty lagi. Sedangkan tutty fruity tidak terlalu terasa susunya (seger, sesuai ekspektasi saya), pada bagian yang rasa coklat saja susu segarnya cukup terasa di lidah. Bagi saya, rasa es krim Ragusa tidak apple to apple jika dibandingkan dengan merk es krim yang banyak dijual di pasaran. Mungkin rasa es Ragusa akan kurang memuaskan bagi penyuka es krim yang manis dan creamy. Sedangkan bagi penyuka es krim yang tidak terlalu kental rasa milk nya maka mungkin akan suka. Takaran susu dan manisnya tidak berlebihan. Mungkin inikah yang dimaksud dengan es krim original? Ragusa membuat saya ingat dengan Es Krim Oen di Malang dan Semarang.

Penyajian es krim spagettynya dengan menggunakan sterefoam yang dialasi plastik, sedangkan tutty fruity dengan menggunakan mangkok seng/besi jadul yang bentuknya unik sekali. Klasik banget ya.
Es Krim Spagetty Ragusa
Meski sudah sangat melegenda dan terkenal, Ragusa masih sangat sederhana dalam hal penataan interiornya. Dindingnya berhiaskan bermacam foto es krim produksi mereka juga ornamen khas China. Sepertinya penyuka barang antik akan suka berkunjung ke tempat ini. Kita juga bisa melihat-lihat mesin pembuat es krim yang ada di sebelah kasir. Pengunjung disediakan kursi-kursi rotan yang ditata mengelilingi beberapa meja. Tak terlalu banyak kapasitas tempat duduk untuk sebuah tempat yang seterkenal ini. Tak heran kadang pengunjung yang baru datang rela menikmati es krim sambil berdiri terlebih dahulu sebelum menunggu ada kursi kosong. Sewaktu saya sedang kesana kebetulan ada Wanda Hamidah, aktifis politik yang pernah menjadi artis. Antrian di depan kasir saat itu tidak terlalu panjang. Beberapa pengunjung yang baru datang memang ada yang berdiri karena belum mendapatkan tempat sehingga membuat saya dan teman saya bergegas segera meninggalkan Ragusa karena memang makanan dan es krim kami sudah tandas, supaya mereka bisa duduk.
Di depan gerai Ragusa terdapat beberapa pedagang asongan yang sepertinya memang selalu mangkal di situ. Ada sate ayam, otak-otak, gado-gado dll. Karena kami lapar dan belum sarapan maka kami memesan yang mengenyangkan yakni sate ayam. Rasa sate ayamnya biasa aja. Sebenarnya ayam dan lontongnya cukup oke tapi bumbu kacangnya rasanya kurang tajam. 
 Notes:
*Pelayanannya di sini self service, silakan langsung memesan di kasir. Karena Bapak dan Ibu yang dikedai melayani hanya berdua dan mereka sudah cukup berumur maka akan lebih cepat jika kita datang langsung ke kasir dari pada menunggu sambil duduk. Termasuk dalam hal mencari tempat duduk silakan cari sendiri. Jangan berekspektasi tentang keramahan dan pelayanan prima. "Self Service" lho ya. Bapak tua yang kami jumpai saat itu sangat sopan namun Ibu yang ada di kasir sangat tegas untuk ukuran melayani pelanggan atau bisa dikatakan kurang ramah. Atau mungkin sebenarnya kurang senyum saja ya, hihi ^^
* Di sana tidak disediakan tissue, sebaiknya bawa sendiri karena makan es krim kan cukup lengket dan belepotan ya. Sebenarnya di Ragusa dijual tissue kecil namun bisa saja tissue tersebut sedang habis stoknya maka kita bisa repot sendiri jika tidak ada tisu/tisu basah/saputangan.
*Makanan dari pedagang asongan di depan Ragusa bisa dipesan, diantar dan dimakan di meja kita di dalam Ragusa.

Harga:
Es krim spagetty+tutty fruity+aqua 600ml+tissue= 72k
Sate ayam= 25 K

Alamat:
Jalan Veteran I No. 10 Gambir

Transportasi:
Trans Jakarta: Jalan kaki dari shelter Juanda menuju jalan veteran, sekitar 300m
Commuter Line: Jalan kaki dari Stasiun Juanda, menyeberang jembatan penyeberangan lalu menuju Jalan Veteran sekitar 400m.

Saat pertama ke sana saya membatin malas kembali lagi karena suasananya yang ramai dan sepertinya chaos. Namun lama-lama saya ingin mencoba ke sana lagi. Namanya juga di Jakarta, hiburannya ya jalan-jalan di mall/taman dan makan, ya nggak? :D

 Ya begitulah Ragusa yang melegenda, banyak digunjingkan di dunia maya tentang pelayanannya namun pelanggan setianya terus berdatangan dan selalu ada :D

You Might Also Like

32 comments

  1. bener banget. ini es cepat meleleh, tapi justru itu yang bikin gak eneg ya. dan emang nagih buat balik lagi. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oiya bener nggak eneg ya Mba. Bagi yang ga suka susu kadang es krim bikin eneg ya?
      Iya nih setelah bbrp waktu pingin nyobain lagi :D

      Delete
  2. Deket kantorkuu niaa :D btw kalo di Surabaya ada juga namanya es krim Zangrandi. Kalo di Jogja namanya Es Krim Tip Top dan entah kenapa lokasinya dekat stasiun juga, Stasiun Tugu. Mungkin jaman dulu tempat itu udah paling heitzz kali yak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walah kok aku nggak tau yang di Jogja ya Mba, huhu... Besok klo ke tugu aku cari deh. Thx infonya Mba :D

      Delete
  3. Ragusa tuh emang ngangenin kwkwkkk....makanya biasanya ke sana weekdays biar rada santaidikit. Ah, jadi pengen melipir ke sama lunch besok kwkwkwkkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enak yaa yang weekend dan weekdays-nya beda sama orang2 :p

      Delete
  4. Dan saya pernah "kerja" di sana sehari doang pas SMK. Hehege. Membuat es krimnya memang masih manual. Dan dibuat hari itu juga. Masih ada tukang sambal krupuk mienya.

    Febriyanlukito.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah hebat Mas Ryan pernah nyobain bikin eskrim ragusa. Kok cuma sehari Mas?
      Iya masih ada tukang sambal kerupuk mienya :D

      Delete
  5. 1932? Huaaaa.. Generasi buyut ku dongs :D Keren ya masih bisa eksis sampek sekarang :D

    Es krimnya keliatan lembut banget, Niaaaa.. Aku mau jugak :'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Medan pasti ada kayak ginian Beb :D
      Iya luar biasa ya udah dari jaman dulu...

      Delete
    2. Ada sih, namanya Tiptop. Cumak aku jarang banget makan di sana. Mihil. Wkwkwk :P

      Delete
    3. Oiya tiptop, dulu pas ke Medan aku minta ditemani kawan kesitu tapi nggak mau, mahal katanya XD

      Delete
  6. eskrim ragusa emang juaraa. the real ice cream think ;) coba yang rasa durian enak nia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah bole nanti2 aku coba yang duren nih :9

      Delete
  7. woaaa....malam2 lihat esgrim,jadi mupeng bangetttt...berarti ini kayak es krim Oen di malang ya,dari jaman dahulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mirip Mba, hihi bacanya pas malam ya XD

      Delete
  8. segerr bgd es krimnyaaa...
    aahhh pas pas lg pengen sate :G

    ReplyDelete
  9. Iya ibunya memang kurang senyum, huhuhu. Tapi memang mungkin begitu gayanya ya, hehehe. Bener banget ni soal ramenya, klo bawa baby kayaknya kurang cocok ya ni.

    ReplyDelete
  10. jadi pengen kesana lagiiii... udh lupa deh kynya sama rasanya *modus banget ini gw... :D

    ReplyDelete
  11. Kalo aku kesitu ga pernah makan es krim nya justru tapi sate ayam dan otak-otaknya hahha. Endeussss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin aku juga pengen nyoba otak2nya Kak, tapi karena laper jadi pesan satenya aja :D

      Delete
  12. wahhhh..... enak2 semua kayaknya mba Nia ;)

    ReplyDelete
  13. Pernah makan di sini dan nyobain mie spageti.
    Menurutku soal rasa, yaa standar es krim.
    Dan harganya emang mihiiiilll :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maksudnya nyobain es krim spagetty ya Mba? Iya rasanya emang standar soalnya nggak pake pemanis dan pengawet buatan mungkin ya, jadi nggak selezat es krim kekinian, hihi. Yup harganya agak di atas rata-rata :)
      Terima kasih sudah mampir ^^

      Delete
  14. saya mau coba juga yang spageti yaa :D ,, tapi kayanya harganya agak kurang bersahabat :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau beli satu kayaknya masih cukup bersahabat kok Mba. Lumayan buat obat penasaran akan rasa si Ragusa :D

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)