Halo! Setelah sebulan pakai ERHA.DNA dan test lagi pake test kit dari ERHA.DNA yang hasilnya langsung keluar di aplikasi ERHA.DNA di smartphone, saya seneng banget karena ternyata kulit saya udah sehat. Tadinya hasilnya risky lho, huehue. Cerita lengkap sebelumnya ada pada post ini: Memilih Skincare yang Tepat dengan Tes DNA. Kilas balik untuk yang baru mampir ke blog saya, jadi saya baru nyobain ERHA.DNA, sebuah brand yang mengusung teknologi DNA masing-masing penggunanya untuk menentukan skincare apa yang tepat untuk kulitnya.
ERHA.DNA sudah resmi dilaunching pada Kamis, 24 Oktober 2019 lalu di Treasury Tower SCBD. Bagi yang udah tahu brand ERHA, ternyata udah 20 tahun lho melayani masyarakat tentang kebutuhan perawatan kulit. Saya senang banget ada produk yang sangat individual berdasarkan tes DNA begini. Milestone baru buat Derma Global Ventura nih, perusahaan yang menaungi ERHA. Semoga sukses di pasaran ya. Soalnya ini memudahkan banget. Nggak perlu ke dokter atau ke counter skincare yang mana saya ga punya waktunya.
Kenapa saya udah pakai padahal baru launching? Jadi, saya berkesempatan nyobain duluan teknologi artificial intelligence (AI) ini duluan. Saya sangat antusias buat ikutan jadi 100 orang pertama yang mencoba karena saya merasa perjalanan menemukan skincare yang tepat itu sesusah ketemu jodoh, hehe. Makan waktu dan tenaga, juga uang ya tentunya. Belum lagi aneka racun menggiurkan yang bertebaran di internet, bisa banget bikin pengen nyoba. Padahal belum tentu cocok di kulit kita ya kan. Makanya saya mau banget ikut nyobain skincare yang dasarnya dari hasil tes DNA individual ini.
Dulu kan saya taunya kulit wajah itu kalau nggak kering, berminyak, kombinasi, atau sensitif ya. Ternyata klasifikasi dari Helena Rubinstein, seorang tokoh kosmetik pada awal tahun 1900-an ini udah ketutup sama penemuan baru tentang klasifikasi kondisi kulit wajah berdasarkan Baumann Skin Type Indicator (BSTI) yang menjadi parameter baru dalam identifikasi karakter dan jenis kulit secara luas. BSTI mengklasifikasikan jenis kulit melalui 4 parameter yakni kulit kering atau berminyak, kulit sensitif atau resisten, berpigmen atau tidak, dan berkerut atau kencang. Dari 4 pengkategorian ini jadi ada kemungkinan 16 diagnosa.
Hasil diagnosa tipe kulit saya pada waktu pertama test dengan ERHA DNA test kit yang terdiri dari DNA Swab sebagai media pemeriksa karakter genetik kulit dan moisture tester untuk menegetahu kelembapan kulit dan skin lens untuk mengetahui kondisi pori-pori adalah: Oily, Sensitive, Non-Pigmented, Wrinkled. Kaget sih saya dengan hasilnya. Tapi kalau diamati bener juga sih memang seperti itu adanya. Dari kondisi tersebut saya jadi tahu dari aplikasi SMART ASSISTANT ERHA.DNA Mobile App bahwa kondisi kulit saya memiliki pigmentasi kulit yang cenderung kurang melindungi sehingga rawan kerutan.
Kemudian yang paling mengejutkan dari hasil tes dengan SMART INNOVATION ERHA.DNAtest kit tadi adalah profil DNA kulit saya yang sudah alert menjelang risky. Huhuhu. Untung segera ketahuan ya jadi bisa diatasi.
Mulailah saya rutin menggunakan SMART TREATMENT dari ERHA.DNA yang sudah datang ke rumah setelah hasil tes DNA kulit wajah saya keluar. Saya daapt rangkaian cleanser, day moisturizer, sunscreen, essence, dan night moisturizer.
Jujur aja, produk yang saya pakai serajin ibadah adalah facial cleanser dan day moisturizer. Suncsreen sering inget tapi pernah skip. Essence jadi yang paling sering keskip karena saya ngutamain pake night moisturizer takut keburu ketiduran pas nemenin anak bobok, huehuehe.
Meski begitu, setelah pemakaian yang seperti itu pada kulit saya alhamdulillah kulit saya udah ke sehat. Meski baru di range awal ya. Tapi happy banget. Abis itu saya jadi rajin pakai essence dan night moisturizer biar makin terlindungi dan makin sehat kulit saya.
Hal yang paling aku suka dari moisturizer dan essence ERHA.DNA adalah daya serapnya yang cepat. Teksturnya lotion jadi gampang menyerap di kulit wajah. Jadi kalau pagi buru-buru aman banget. Meski wujudnya lotion nih ya, kemampuannya ampuh banget menghidrasi kulitku yang tadinya kombinasi tapi cenderung kering. Pori-pori pun membaik deh.
Sunscreennya juga ringan jadi saya nggak malas re-apply berulang karena emang matahari Jakarta seseram itu dan lagipula kulit saya kan kurang baik ya perlindungannya jadi supaya tidak muncul kerutan musti rajin sunscreenan. Kalau facial wash jangan tanya, saya rutin pakai karena enak dipakainya bersih tanpa kesat tapi ga licin. Kalau kesat banget artinya kulit kita kan jadi kering ya.
Ternyata seru banget menerapkan skincare routine sekaligus bisa memantau perkembangannya. Saya yang tidak punya banyak waktu plus agak pemalas ini jadi semangat karena senang melihat hasilnya yang membahagiakan. Abis ini bakalan cek secara berkala dengan ERHA.DNA test kit yang saya punya yakni moisture tester dan skin lens. Supaya lengkap skin journey saya yang membahagiakan ini. Nggak takut lagi deh memasuki kepala 3, hihi.
Selengkapnya tentang ERHA.DNA bisa teman-teman akses di www.erhadna.co.id atau langsung ke instagramnya erhadna.Post Blog terkait ERHA.DNA:















