Masih melanjutkan peragaan busana di lokasi yang sama dengan Parang Kencana tanpa perlu keluar, NES, salah satu brand batik yang turut serta dalam Fimela Fest/Batik Fashion Week 2015 akan segera tampil. Pertama-tama kami diberikan tontonan mengenai preferensi NES untuk melestarikan budaya membatik yang sedihnya sekarang didominasi kaum yang relatif tua. Video tersebut berkisah mengenai proses perendaman batik hingga jadi kain siap pakai. Menyimbolkan proses kelahiran NES yang setelah lahir katanya siap berjalan, berlari dan bahkan terbang.
Hello, selamat akhir pekan. Bagaimana hari minggumu? Semoga menyenangkan ya. Ngomong-ngomong sebenarnya sejak ganti template, saya mengalami masalah foto yang blur pada beberapa post. Padahal foto yang saya upload sudah cukup besar image size-nya. Untunglah barusan saya dibantu teman saya Reza jadi sudah ketemu masalahnya di mana. Sekarang kemalasan untuk reportase Batik Fashion Week 4 Oktober lalu sudah terobati. Semoga bermanfaat.
Ruang fashion show untuk Parang Kencana ini berada di area yang sama dengan lokasi fashion show DAYS by Danar Hadi. Namun pengunjung yang hadir pada malam itu sepertinya melebihi kuota hingga beberapa tamu undangan yang datang terlambat harus berdiri. Mungkin ini disebabkan undangan Parang Kencana dan NES jadi satu sehingga tamu yang datang di luar perhitungan. Lucu juga sih ada kejadian seperti ini. Saya baru sekali mengalaminya. Alhamdulillah saya dapat tempat yang cukup strategis karena datang 15 menit sebelum jadwal pada undangan.
Apa yang terbayang ketika mendengar tentang Danar Hadi? Tentu sebagian besar atau bahkan hampir semuanya akan berpikir bahwa Danar Hadi adalah sebuah merk pakaian batik untuk acara formal yang cocok dipakai oleh kalangan usia 25 tahun ke atas. Demikian pula saya sewaktu apply dan mengambil undangan fashion show-nya.

