Saat ini saya sudah berada di penghujung masa menyusui. Mau bilang nggak terasa, tapi kenyataannya banyak perjuangannya juga sih dalam dua tahun masa menyusui ini. Untuk yang baru mengalami atau sudah berpengalaman menyusui, tentu masih ingat pesan-pesan saudara atau teman sekitar kita bahwa menyusui harus happy. Kenyataannya banyak faktor lain yang mempengaruhi selain dalam diri kita. Faktor eksternal misalnya. Bagi saya kondisi lingkungan juga berpengaruh meski pada akhirnya kita sendiri yang memutuskan untuk menjadikan kondisi eksternal tersebut menjadi masalah atau tidak.
Kesulitan pertama saya pada masa menyusui terjadi tepat ketika anak baru lahir, ASI saya tidak langsung keluar bahkan sampai keesokan harinya. Mungkin karena saya terlalu tegang sepanjang persiapan melahirkan hingga saat harus menyusui. Kata-kata yang biasa dari orang sekitar jadi berasa super panas di telinga waktu itu. Kemudian saya mencoba minum susu khusus untuk ibu menyusui atau yang dikenal dengan ASI booster dan kemudian dibantu massage oleh perawat di rumah sakit tempat saya melahirkan. Alhamdulillah kemudian ASI keluar dan bahkan bisa pumping dengan mesin pompa milik rumah sakit. Rasanya senang sekali. Dua puluh empat jam yang menegangkan menanti ASI keluar akhirnya selesai dan digantikan perjalanan baru, saya bisa menyusui anak saya.
Tantangan selanjutnya adalah mengatur stok ASI karena saya bekerja. Selama cuti melahirkan saya mencoba menyetok ASI tapi hasilnya sedikit sekali menurut saya. Bahkan hanya bisa untuk stok seminggu saja di daycare. Belakangan saya bertemu teman-teman yang cemas dan mengalami hal serupa, kemudian saya berbagi cerita saya juga supaya mereka tidak pesimis dan supaya ASI mereka tetap lancar jaya. Ternyata benar bahwa penting sekali untuk menjaga kebahagiaan dan mengurangi kecemasan selama masa menyusui.
Ketika usia anak saya 5 bulan, kejar setoran ASI semakin mengerikan karena anak saya bisa habis minimal 600 ml sehari. Sementara setiap harinya saya biasanya bisa pompa ASI di kantor hanya sekitar 400-500 ml. Tekor dong. Harus pompa malam atau dini hari.
Sampai kemudian saya menrima donor ASI tapi bukan karena saya minta, kebetulan ASI teman saya sudah hampir 3 bulan di freezer dan takut mubazir karena anaknya hanya mau menyusu langsung. Saya terima dengan senang hati karena suami saya juga tidak masalah. Rasulullah saja punya ibu susu ya. Saya juga mendapat tambahan rasa tenang karena stok terjaga kemudian karena senang ya ASI lebih lancar lagi, hehe. Kemudian ada satu orang lagi yang mendonorkan ASI nya untuk Kai sesekali karena beliaunya hiperlaktasi dan saya mulai tekor ASI lagi saat puasa. Kedua ibu susu ini teman kantor yang segedung dengan saya, jadi insyaAllah kenal baik.
Ketika Kai lewat usia 14 bulan, ternyata giliran saya mendonorkan ASI ke teman saya lainnya karena anak saya sudah tidak mau pakai dot. Jadi dia tidak minum ASI di siang hari, saya berikan UHT untuk tambahan nutrisinya. ASI yang disiapkan dan hasil pumping ssaya berikan ke teman saya karena bayinya masih belum 6 bulan. Kemudian selesailah masa-masa pompa ASI di kantor bagi saya.
Menyusui ternyata tidak hanya memberikan pengalaman istimewa dan bonding luar biasa bagi saya dan buah hati, namun juga saya jadi merasa sangat didukung oleh ibu-ibu lain dan rasanya senang sekali karena ternyata kemudian saya juga bisa menjadi supporting system teman saya lainnya yang membutuhkan tambahan ASI. Mengingat istimewanya nutrisi ASI, saya beruntung dipertemukan dengan mereka yang mendonasikan ASI dan juga yang kemudian membutuhkan ASI ketika stok saya tidak berkurang karena tidak diminum anak saya.
Hal lain tentang menyusui yang menurut saya penting adalah tersedianya ruang pumping yang memadai untuk di kantor. Namun demikian ketika Kai jelang setahun, saya lebih sering pumping di kubikel karena ingin bisa pulang on time. Jadi pumping sambil kerja, hihihi. Teman pumping yang pembicaraannya positif juga menyenangkan lho. Teman saya ada yang suka nonton drama korea kesukaannya sambil pumping supaya happy dan ASI makin banyak.
Dukungan keluarga juga menjadi kunci utama di sini. Ibu menyusui sebisa mungkin tidak terlalu kelelahan, asupan makanannya terjaga, dan juga pikirannya tenang. Untuk hal ini saya rasa suami saya sudah sangat supportif membantu pekerjaan rumah dan tidak pernah menuntu saya untuk masak kecuali saya yang mau, hehehe.
Selama masa menyusui saya sangat menjaga asupan makanan, selain itu saya juga minum suplemen yang mengandung nutrisi penting untuk ibu menyusui. Kalau tidak didukung suplemen ini, sepertinya busui jadi lebih ringkih karena nutrisinya jauh lebih banyak dari orang yang tidak menyusui. Jangan sampai kita sudah susah-susah menyusui atau pumping tapi ternyata kualitas ASI nya kurang bernutrisi karena asupan makanan kita kurang baik. Maka dari itu bisa coba ditambah suplemen menyusui bila perlu.
Ketika hamil jelang melahirkan, sesekali saya minum Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold setelah konsultasi dengan obgyn. Kondisi nutrisi dan zat besi saya bagus saat hamil namun kata obgyn saat menyusui akan butuh suplemen.
Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold merupakan suplemen dengan kandungan lengkap, mengandung 17 Nutrisi Esensial yang membantu memenuhi nutrisi Ibu sehingga dapat memberikan ASI berkualitas untuk Buah Hati. Jadi kalau dihitung, saya sudah dua tahun minum Blackmores varian tersebut hingga saat ini. Setelah melahirkan saya selalu minum setiap hari, jarang skip atau lupa.
Adapun detail 17 kandungan nutrisi esensial pada Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold tersebut antara lain:
● Tinggi asam folat yang dapat membantu menjaga Ibu dari resiko anemia,
● Tinggi kalsium, untuk pertumbuhan tulang dan
gigi buah hati dan juga mencegah terjadinya osteoporosis pada Ibu,
● Zat besi yang tidak menyebabkan konstipasi
sehingga aman dan bantu Ibu jaga energi supaya tidak mudah sakit,
● Omega 3/DHA tidak berbau yang baik untuk pertumbuhan otak & mata buah hati, sehingga tidak menyebabkan mual saat dikonsumsi,
● Vitamin & Mineral lainnya yang dibutuhkan oleh Ibu Menyusui.
Bulan Agustus ini merupakan World Breastfeeding Week, Blackmores juga turut serta dalam mendukung para ibu hamil dan menyusi dengan bekerjasama dengan Bumi Sehat Foundation. Saya senang sekali ternyata produk kesayangan saya ini sangat supportif kepada para Ibu.
Jadi dari pengalaman saya menyusui selama ini, alangkah lebih baik untuk mempersiapkan nutrisi ASI sejak masa kehamilan karena penting untuk mengusahakan ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi yang istimewa. Namun demikian kondisi setiap ibu berbeda, jadi silakan konsultasikan juga dengan obgyn masing-masing ya Mom mengenai tambahan suplemen ini. Pada umumnya yang saya tahu Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold ini aman dikonsumsi untuk ibu menyusui.
Ada yang merasa dengan minum suplemen ASI nya makin banyak, kalau saya cenderung ke merasa lebih yakin bahwa ASI yang berkualitas, hehehe. Soal volume produksi ASI ini sebisa mungkin usahakan tidak membandingkan dengan ibu lain karena akan mengganggu ketenangan, jadi seberapapun hasilnya yasudah disyukuri rejekinya segitu, berdoa semoga dicukupkan. Kemudian usaha juga dengan ASI booster yang cocok dan Mommies suka. Karena kuncinya kadang kembali ke "being happy" lagi, hihihi. Jadi mari para busui pinter-pinter cari sumber kebahagiaan positif supaya nutrisi yang sudah kita jaga asupannya bisa optimal kita berikan kepada buah hati kita melalui ASI.
Namun demikian apabila mommies mengalami kendala seputar ASI dan harus memilih jalan lain, nggak masalah selama sudah usaha dan konsul dokter. Hal terpenting adalah tercukupinya nutrisi buah hati pada masa emas mereka.
Untuk teman-teman sedang mencari produk Blackmores, bisa di Official Store Blackmores di E-commerce Tokopedia, Blibli, Lazada dan Shopee. Senang sekali sekarang gampang belinya bisa online aja karena masih masa pandemi COVID-19 yang membuat saya enggan keluar rumah untuk belanja. Di official store tersebut tersedia juga produk Kalbe Blackmores Nutrition lainnya. Bila ingin tahu lebih banyak tentang Blackmores, Mommies bisa mengunjungi Blackmores di sini. Atau langsung saja ke akun instagram : @blackmoresid. Semoga Mommies yang akan dan sedang menyusui dilancarkan perjalanannya ya, amiiin.









