Landing di Bandara Phuket Malam Hari, Naik Apa ke Kota Phuket?

Dari Singapore saya melanjutkan perjalanan ke Phuket. Ketika mendarat di Bandara Phuket saya menarik nafas panjaaaang, dan berkata dalam hati, inilah petualangan yang sebenarnya! Karena saya cuma tahu bahasa Thailand: sawasdeeka dan koopkon ka doang. Belum lagi nggak ngerti gimana cara baca tulisan Thai.

Petugas imigrasi di Bandara Phuket cukup ramah dan suka becanda dengan para turis. Keluar dari bandara saya langsung disambut sekumpulan supir minivan dan mereka serentak menyapa dengan "Selamat datang di Phuket". Saya hanya membalas dengan senyum karena yakin banget kalau mereka cuma ngerti Bahasa Indonesia atau Melayu itu doang, hahaha.

Naik Bus Bandara

Saat itu pukul 9 malam, saya memilih naik bus bandara aja (kebiasaan naik damri kebawa-bawa nih yee :p), karena lebih murah dan saya ga bakal disesatkan sama si supir. Kebetulan Lub Sbuy Guest House yang sudah saya booking lokasinya 5menit jalan kaki dari terminal bus Phuket.

Naik bus bandara di Phuket sama seperti di Indonesia, butuh kesabaran untuk menunggu karena ada jam pemberangkatan yang sudah ditentukan. Busnya nggak bagus2 amat, penumpangnya juga tidak full, mungkin karena sudah malam.

Awal perjalanan saya excited melihat pemandangan dari jendela, lama-lama saya ketiduran dan pokoknya sejam kemudian saya sampai di terminal. Bayangin aja bangun tidur nggak tau ada di mana langsung turun dan ngasal menentukan arah jalan. Hasilnya adalah nyasar! Mau liat papan nama jalan tulisannya apaan gak ngerti sama sekali, mirip huruf hanacaraka Jawa :D

Beberapa kali ditawarin tukang ojek dengan bahasa Thai, saya cuma say "no" sambil dadah-dadah ke beberapa Bapak-Bapak Ojek yang beberapa kali menawari kami.

Beli SIM CARD Lokal di Phuket

Rekan perjalanan saya menawarkan untuk jalan kaki kembali ke terminal, karena saya merasa salah tadi ngasal yaudah saya ngikut. Di dekat terminal saya menemukan 7eleven dan membeli sim card Thailand untuk Blackberry saya. Di Phuket gak perlu passport untuk beli SIM. Sama seperti di Indonesia. Kami menanyakan lokasi Lub Sbuy Guest House tapi nggak ada yang tau. Belakangan kami sadar kalau kami menyebutkannya dengan ejaan Bahasa Inggris persis seperti tulisannya "Lub Sbuy" ternyata secara Thai mustinya di ucapkan "Lab Sabay" yang artinya Sleep n Relax, hihihii

Dan terererererereeenggg jederr, ternyata si Lub Sbuy ada di sebelahnya 7Eleven tadi...

Lub Sbuy Guest House

Alhamdulillah akhirnya ketemu, kami disambut respsionist seorang Bapak-bapak yang cukup ramah, dengan proses pelayanan yang cepat karena si Bapak sepertinya sudah tau saya ngantuk berat, akhirnya kami bisa mendapatkan kamar. Yeayy

Fasilitas kamarnya bisa saya bilang yang paling "WAH" diantara hostel di negara lain yang saya kunjungi saaat itu. Dengan harga segitu saya dapat TV, kamar mandi bershower panas dingin dan kamarnya lumayan luaaaas, senangnyaa.

Ketika saya mengaktifkan simcard yang baru dibeli ternyata tulisan petunjuknya bahasa Thai, akhirnya salah satu rekan saya balik lagi ke sevel beli simcard lain dan sama aja -__-"

Pokoknya kami semua nggak bisa pake paket data internet dari bb maupun android pada malam itu, padahal pengen mempelajari rute perjalanan besok pagi. Nomor saya yang aktif juga nomor telkomsel aja.

Setelah capek ngoprek bb dan simcard berhuruf aneh, kami memutuskan menyerah dan tidurr...

No comments:

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)

Powered by Blogger.