Keliling Komplek Candi Muaro Jambi

Selepas ke Siem Reap dan Ayutthaya, saya semakin bersemangat menuliskan tentang Muaro Jambi. Peninggalan sejarah leluhur kita yang ada di Provinsi Jambi ini nggak kalah hebat lho dari kedua tempat tekenal di Kamboja dan Thailand tadi. 

How to get there:

Lokasi Candi Muaro Jambi sebenarnya bukan di Kota Jambi, tapi di Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di Kecamatan Muaro Sebo, masih di provinsi Jambi. Jarak tempuh dari Kota Jambi sekitar 30-45 menit dengan motor ataupun mobil. Tidak ada kendaraan umum ke sana. Saya sudah googling dan nanya sana sini tentang akomodasi ke Muaro Jambi sejak beberapa bulan sebelum ke sana. Namun hasilnya tidak memuaskan.

Bagi yang tidak menggunakan kendaran pribadi untuk menuju Muaro Jambi, bisa disiasati dengan carter travel atau minivan apabila pergi dengan rombongan. Kalau mau rental mobil dari Jambi juga bisa. Tapi kalau sendiri mungkin sewa ojek dari Kota Jambi atau naik kendaraan umum disambung becak motor juga bisa. Tapi di sana serem juga sih kalau keliling sendirian, sepi banget.

Kompleks Candi Muaro Jambi

Dari hasil riset kecil-kecilan, Candi Muaro Jambi diperkirakan mulai dibangun pada abad ke-4 Masehi. Sampai sekarang sudah ditemukan 110 bangunan candi dan terdiri dari 39 kelompok candi. Selain itu katanya Candi Muaro Jambi luasnya dua kali lipat luas Siem Reap. Hal tersebut yang bikin saya ngebet ke sini sebelum ke Siem Reap.

Faktanya Candi Muaro Jambi ini merupakan Komplek Candi terluas di Asia Tenggara dengan luas 12 kilometer persegi, panjang lebih dari 7 km, luas kawasannya 260 hektar membentang searah dengan sungai Batanghari.

Pada Januari 2014 ini saya sudah ke Siem Reap dan Ayutthaya yang juga sangat luas, jadi saya juga kurang tahu apakah keterangan yang saya baca itu benar adanya karena kunjungan turis Internasional lebih banyak ke Siem Reap dan Ayutthaya daripada ke Muaro Jambi. Sampai saat ini sebagian besar pengunjung Komplek Candi Muaro Jambi adalah turis lokal. Semoga nantinya Komplek percandian ini dapat menjadi cagar budaya yang diakui UNESCO jadi sama terkenalnya dengan Siem Reap dan Ayutthaya jadi pengembangannya juga semoga lebih baik karena ada bantuan dari UNESCO.

Tadinya banyak yang mengaitkan bahwa Candi Muaro Jambi ini dengan Kerajaan Singosari karena ditemukan Arca Prajnaparamita di candi Gumpung, arca tersebut merupakan arca di zaman Singosari. Namun beberapa artikel terbaru menyebutkan kemungkinan bahwa Candi Muaro Jambi ini dulunya merupakan Ibu kota kerajaan Sriwijaya di masa kejayaannya, terutama dari hasil penggalian di Komplek Candi Kedaton.
Pada waktu saya ke Komplek Candi Muaro Jambi di bulan Oktober, di jalan masuk kompleks candi ada pengumuman yang menyatakan sedang ada festival yang ternyata udah selesai h-1 sebelum kedatangan kami, sayang sekali.

Candi Kedaton dan Jalan Panjang Rekonstruksinya

Candi Kedaton merupakan candi pertama yang kami lewati setelah masuk gerbang lokasi komplek percandian Muaro Jambi. Waktu teman saya ke sini tahun 2010 Candi Kedaton belum ada. Saat saya berkunjung kemarin, candi ini masih dalam proses pemugaran, ada ahli teknik sipil dan arkeolognya.

Saya ngobrol dengan mbak teknik sipilnya yang nggak pelit ilmu. Dari obrolan tersebutm saya jadi tahu ternyata candi-candi itu tak selalu murni tersusun dari batubata jaman dulu. Kadang diselipkan batubata tiruan yag dibuat saat pemugaran. Saya dapat tips khusus gimana ngebedain batu bata asli peninggalan zaman dulu dengan batu bata replika yang dibuat khusus untuk menyusun ulang replika candi yang baru ditemukan agar sesuai dengan zaman dulu.

Batubata yang asli beda dengan batubata hasil rekayasa. Ukuran batubata asli jauh lebih gede dan lebih kokoh. Batu bata replika biasanya akan cepat rusak duluan, udah mulai keliatan di candi yang sudah direkonstruksi beberapa tahun lalu.

Proses rekonstruksi ini agaknya akan memakan waktu lama. Jeda waktu pemugaran candi utama dan Candi Kedaton saja sekitar 18 tahun. Jadi kayaknya long way to go.

Semoga makin banyak candi baru yang akan ditemukan ya. Dari hasil saya baca di artikel katanya pemugaran candi Kedaton ini 4 tahun, artikelnya ditulis pada tahun 2013, hohohoo emang masih "agak" lama, semangat ya kakak kakak arkeolog :D

Komplek Candi, Bukan Sekadar Tumpukan Batubata

Banyak yang bilang Candi Muaro Jambi ini cuma batu bata yang disusun doang, ya emang iya sih. Tapi kan banyak nilai historis yang bisa kita pelajari dari berkunjung ke candi ini. Siapa tahu mendatangkan inspirasi tentang cerita kehidupan. Cerita-cerita heroik atau humanisme dari jaman kerajaan seringkali cukup menarik untuk disimak.

Komplek Utama Candi Muaro Jambi

Setiap komplek candi di Muaro Jambi ada gapura atau gerbang masuk, kemudian ada tempat prajurit berjaga yang namanya pewara (cmiiw), baru bangunan utama, tipikal semua candi mirip-mirip begitu.

Jarak dari Candi Kedaton ke kompleks utama agak jauh. Nah di kompleks utama ada banyak candi -candi yang saling berdekatan, namun ada juga yang nyempil agak jauhan. Tapi jangan kawatir, di sana banyak sekali sepeda yang disewakan baik sepeda untuk dewasa maupun sepeda untuk anak-anak, jadi bisa blusukan ke candi yang jauh dan nyempil itu.

Selain bangunan candi, kanal peninggalan zaman dulu juga masih ada lho. Yah, walaupun ala kadarnya dan dibiarkan begitu saja. Situs bersejarah ini, terutama kanalnya berlokasi mepet banget sama rumah penduduk. Saya jadi khawatir ke depannya pengembangan komplek candi ini akan susah jika ada sengketa tanah dengan penduduk. Semoga pemdanya mau memfasilitasi pemindahan rumah penduduk di sekitar komplek candi.

Di dekat kompleks utama ada sungai Batanghari yang membentang memisahkan kompleks utama dan kompleks lainnya, ada dua kompleks yang sudah ditemukan di seberang kompleks utama, karena waktu kami berkunjung debit Sungai Batanghari sedang sangat deras dan airnya hampir meluap, kami pun urung menyeberang apalagi cuma pakai rakit.

Berita buruknya nih, di dekat kompleks yang di seberang sungai itu akan dibangun pabrik tambang batubara, wah bakalan merusak situs sejarah ini nggak ya? Semoga komplain dari masyarakat yang menolak tambang tersebut didengarkan dan direalisasikan oleh pemerintah setempat.

Berikut nama-nama candi di Komplek Candi Muaro Jambi yang biasa dikunjungi wisatawan:
1.    Kedaton (di barat) katanya inilah candi yang terbesar, masih proses penggalian dan rekonstruksi
2.    Gedong I
3.    Gedong II
4.    Gumpung, candi terbesar kedua setelah kedaton
5.    Candi Tinggi
6.    Candi Tinggi I
7.    Kolam Telaga
8.    Candi Kembar Batu
9.    Candi Astana
10.   Candi Sialang
11.   Candi Teluk
12.   Candi Kota Mahligai
13.   Candi Bukit Sengalo

Nah ini dia foto-foto yang saya ambil ketika berkunjung ke sana. Foto diambil dengan Iphone4 tanpa editan, cuma dikasih identitas sumber foto aja :)

1. Kedaton yang sedang dalam masa penggalian dan rekonstruksi
4.Candi Gumpung
 
5. Candi Tinggi
7.Kolam Telaga
 8. Candi Kembar Batu
  Tolong kasitau ya kalau saya salah kasih nama soalnya banyak foto dan lupa nama-namanya, thx ^^

Gimana, menarik nggak Candi Muaro Jambi menurut kalian? Yuk kita rame2 berkunjung ke sini! Sekalian ikut berpartisipasi menjaga dan menyebarkan berita dengan banyak nulis tentang Komplek Candi Muaro Jambi. Dengan publikasi yang edukatif semoga Komplek Candi terbesar ini nantinya akan semakin terpelihara dan nggak makin ketinggalan sama pengembangan Siem Reap dan Ayutthaya :D

No comments:

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)

Powered by Blogger.