Keliling Komplek Candi Muaro Jambi

16:42

Tadinya saya pengen nulis tentang candi Muaro Jambi sebelum ke Siem Reap, tapi apa daya kemalasan saya menangkan dan akhirnya saya nulis sepulang dari Siem Reap. Tapi malah dapat point of view tambahan kok :p

How to get there:
Lokasi Candi Muaro Jambi sebenarnya bukan di Kota Jambi, tapi di Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di Kecamatan Muaro Sebo, masih di provinsi Jambi. Jarak tempuh dari Kota Jambi sekitar 30-45 menit dengan motor ataupun mobil. Tidak ada kendaraan umum ke sana, saya sudah googling dan nanya sana sini beberapa bulan sebelum ke sana namun hasilnya tidak memuaskan. Mungkin bisa disiasati dengan carter travel atau minivan apabila pergi dalam rombongan. Kalau mau rental mobil dari Jambi juga bisa tapi kalau sendiri jadi berat di ongkos, hehe. Sewa ojek atau becak juga bisa. Tapi di sana serem juga sih kalau sendirian, sepi banget.
Saya ke sana ditemani oleh senior saya kuliah dulu (ehm, pas kuliah belum kenal sih, hihihi). Kebetulan senior saya ini pernah nulis secara lengkap banget tentang Candi Muaro Jambi di sini makanya saya minta anterin beliau. Orangnya baik banget mau nemenin saya jalan-jalan keliling kompleks candi, kami naik motor ke sananya, berangkat dari Kota Jambi.

Dari hasil baca sana sini dan googling, Candi Muaro Jambi ini diperkirakan mulai dibangun pada abad ke-4 Masehi. Sampai sekarang sudah ditemukan 110 bangunan candi dan terdiri dari 39 kelompok candi. Selain itu katanya Candi Muaro Jambi luasnya dua kali lipat luas Siem Reap, ini nih yang bikin saya ngebet ke sini sebelum ke Siem Reap. Jadi tepatnya Candi Muaro Jambi ini merupakan Komplek Candi terluas di Asia Tenggara dengan luas 12 kilometer persegi, panjang lebih dari 7 km, luas kawasannya 260 hektar membentang searah dengan sungai Batanghari.

Hmm di Januari 2014 ini saya sudah ke Siem Reap dan Ayutthaya yang juga sangat luas, jadi saya juga kurang tahu apakah keterangan yang saya baca itu benar adanya karena kunjungan turis Internasional lebih banyak ke Siem Reap dan Ayutthaya daripada ke Muaro Jambi. Sampai saat ini sebagian besar pengunjung Komplek Candi Muaro Jambi adalah turis lokal. Semoga nantinya Komplek percandian ini dapat menjadi cagar budaya yang diakui UNESCO jadi sama terkenalnya dengan Siem Reap dan Ayutthaya jadi pengembangannya juga semoga lebih baik karena ada bantuan dari UNESCO.

Tadinya banyak yang mengaitkan bahwa Candi Muaro Jambi ini dengan Kerajaan Singosari karena ditemukan Arca Prajnaparamita di candi Gumpung, arca tersebut merupakan arca di zaman Singosari. Namun beberapa artikel terbaru menyebutkan kemungkinan bahwa Candi Muaro Jambi ini dulunya merupakan Ibu kota kerajaan Sriwijaya di masa kejayaannya, terurama dari hasil penggalian di Komplek Candi Kedaton.

Lokasi Candi Muaro Jambi ada di daerah Muaro Sebo yang cukup sepi. Pada waktu kami ke sana di bulan Oktober,di jalan masuk kompleks candi ada pengumuman yang menyatakan sedang ada festival yang ternyata udah selesai h-1 sebelum kedatangan kami, yasudahlah. Dari gerbang masuk lokasi komplek percandian ini, candi pertama yang kami lewati dan kami kunjungi namanya Candi Kedaton, yang udah saya sebutin juga di paragraf sebelumnya. Senior saya ternyata belum pernah ke sini, waktu dia ke sini tahun 2010 Candi Kedaton belum ada, saat kami berkunjung memang masih dalam proses pemugaran, ada ahli teknik sipil dan arkeolognya. Kami ngobrol dengan mbak teknik sipilnya yang nggak pelit ilmu, dari cerita si Mbak, kami jadi tahu gimana ngebedain batu bata asli peninggalan zaman dulu dengan batu bata replika yang dibuat khusus untuk menyusun ulang replika candi yang baru ditemukan agar sesuai dengan zaman dulu. Proses rekonstruksi ini agaknya akan memakan waktu lama, dari cerita senior saya, dulu kompleks utama candi udah ada sejak dia SD, sekarang dia udah kerja 4 tahun Candi Kedaton yang di luar kompleks utama ini baru proses penggalian. Kelihatan kan jeda waktu pemugaran candi utama dan candi kedaton? Jadi kayaknya long way to go. Semoga makin banyak candi baru yang akan ditemukan ya. Dari hasil saya baca di artikel katanya pemugaran candi Kedaton ini 4 tahun, artikelnya ditulis pada tahun 2013, hohohoo emang masih "agak" lama, semangat ya kakak kakak arkeolog :D

Banyak yang bilang Candi Muaro Jambi ini cuma batu bata yang disusun doang, ya emang iya sih, tapi batu batanya beda kok, jauh lebih gede dan lebih kokoh, batu bata replika biasanya akan cepat rusak duluan, udah mulai keliatan di candi yang sudah direkonstruksi beberapa tahun lalu.

Setiap kompleks candi ada gapura atau gerbang masuk, kemudian ada tempat prajurit berjaga yang namanya pewara (cmiiw), baru bangunan utama, tipikal semua candi mirip-mirip begitu. Jarak dari candi kedaton ke kompleks utama agak jauh. Nah di kompleks utama ada banyak kompleks candi yang saling berdekatan, namun ada juga yang nyempil agak jauhan. Tapi jangan kawatir, di sana banyak sekali sepeda yang disewakan baik sepeda untuk dewasa maupun sepeda untuk anak-anak, jadi bisa blusukan ke candi yang jauh dan nyempil itu. Oiya kanal peninggalan zaman dulu juga masih ada lho, walaupun ala kadarnya dan dibiarkan begitu saja. Sedihnya situs bersejarah ini lokasinya mepet banget sama rumah penduduk, kawatirnya nanti pengembangannya akan susah, semoga pemdanya mau memfasilitasi pemindahan rumah penduduk di sekitar komplek candi.

Di dekat kompleks utama ada sungai Batanghari yang membentang memisahkan kompleks utama dan kompleks lainnya, ada dua kompleks yang sudah ditemukan di seberang kompleks utama, karena waktu kami berkunjung debit Sungai Batanghari sedang sangat deras dan airnya hampir meluap, kami pun urung menyeberang apalagi cuma pakai rakit. Berita buruknya nih, di dekat kompleks yang di seberang sungai itu akan dibangun pabrik tambang batubara, wah bakalan merusak situs sejarah ini nggak ya? Semoga komplain dari masyarakat yang menolak tambang tersebut didengarkan dan direalisasikan oleh pemerintah setempat.

Berikut nama-nama candi di Komplek Candi Muaro Jambi yang biasa dikunjungi wisatawan:
1.    Kedaton (di barat) => katanya ini yg terbesar, masih proses penggalian dan rekonstruksi
2.    Gedong I
3.    Gedong II
4.    Gumpung => tersbesar kedua setelah kedaton
5.    Candi Tinggi
6.    Candi Tinggi I
7.    Kolam Telaga
8.    Candi Kembar Batu
9.    Candi Astana
10.   Candi Sialang
11.   Candi Teluk
12.   Candi Kota Mahligai
13.   Candi Bukit Sengalo
Nah ini dia foto-foto yang saya ambil ketika berkunjung ke sana. Foto diambil dengan Iphone4 tanpa editan, cuma dikasih identitas sumber foto aja :)
1. Kedaton yang sedang dalam masa penggalian dan rekonstruksi
4.Candi Gumpung
 
5. Candi Tinggi
 
7.Kolam Telaga
 8. Candi Kembar Batu
  Tolong kasitau ya kalau saya salah kasih nama soalnya banyak foto dan lupa nama-namanya, thx ^^

Yuk kita rame2 berkunjung, ikutan ngejaga dan banyak nulis tentang Komplek Candi Muaro Jambi, biar terpelihara dan nggak makin ketinggalan sama pengembangan Siem Reap dan Ayutthaya :D

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)