Museum Kereta Api Kota Sawahlunto

Berkunjung ke Kota Sawahlunto ibarat sekali dayung dua tiga pulau terlampau, seharian berkeliling kota kita sudah bisa menikmati banyak destinasi wisata. Museum Kereta Api, Lobang Mbah Suro, Museum Gudang Ransum, dan Kebun Binatang Sawahlunto bisa kita kunjungi secara berurutan karena lokasinya berdekatan.
Sawahlunto sepertinya lebih serius mengelola pariwisatanya. Selain museum-museum yang bagus yang dilengkapi dengan ruang audio visual seperti di museum gudang ransum, di beberapa tempat umum disediakan hot spot, termasuk di museum kereta api ini. Bahkan tersedia tourist information center. 
Tempat ini cocok sekali untuk yang suka foto-foto bertema vintage. Selain itu bagi penyuka sejarah kalian bisa melihat langsung berbagai peninggalan berharga di sini. Anak-anak juga pasti akan suka ke sini karena mereka bisa naik turun kereta sesuka hati dan berlarian di rel-rel tanpa khawatir akan ada kereta yang lewat.
Pemandangan Kota dapat kita nikmati dari sini, ada pasar tradisional di dekatnya, sempatkan mencicipi hidangan khas lokal dan untuk malam hari bisa kuliner di beberapa tempat di pusat kota yang selalu ramai di malam minggu. 
Penulisan angka romawi IV dengan IIII pada jam gadang ternyata bukan kesalahan, tapi jam peninggalan Belanda memang selalu begitu. Saya sudah membuktikannya ketika berkunjung ke Museum Kereta Api Sawahlunto ini. Sama persis dengan penulisan angka jam di Jam Gadang Bukittinggi.
Apabila kalian ke Sawahlunto, jangan lewatkan untuk menaiki Mak Itam sekadar menikmati nuansa alam Sumbar yang masih sangat luar biasa sepanjang Sawahlunto sampai Padang Panjang, kereta ini hanya beroperasi pada hari minggu. 

No comments:

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)

Powered by Blogger.