Lobang Mbah Suro, Sawahlunto

Setiap mendengar "Lobang Mbah Suro" disebutkan, saya pasti merinding. Iya, beneran merinding karena kemisteriusannya. Membayangkan penderitaan orang-orang yang dibawa dari Jawa untuk dipekerjakan menggali tambang di sini hingga mereka meninggal memang sangat mengerikan. Makanya ketika kemarin ke Sawahlunto saya urung masuk, namun akhirnya memberanikan diri karena ada guide dan rombongan lain.
Saat memasuki gedung Galeri Tambang Batubara yang designnya modern dan tempatnya bersih banget, rasa waspada saya sedikit sirna. Tadinya saya tegang banget soalnya waktu maen-maen ke tempat Mak Itam di Stasiun Kereta Api Sawahlunto, saya agak pusing. Yah sedikit sensitif, apalagi kali ini pusingnya berdua sama teman saya yang juga sama2 "sok sensitif" dengan yang tak kasat mata. 

Kami menenangkan diri dulu keliling-keliling gallery/museum infobox yang bagus dan bersih ini sembari membaca dan melihat-lihat sejarah perkembangan pertambangan batubara di Sawahlunto sejak pertama kali ditemukan dulu. Setelah itu, tiba-tiba ada Bapak Guide yang seru banget dan ada rombongan lain yang masuk lobang/goa. Dengan sedikit takut tapi lebih banyak penasarannya, akhirnya kami mengiyakan untuk ikut tour ke dalam lobang. Akhirnya kami pakai "seragam" caving dan meluncur masuk goa atau yang sering disebut lobang Mbah Suro.
Ternyata bagian Lobang yang tidak terendam air di Lobang Mbah Suro tidak sedalam lobang Jepang di Panorama Bukittinggi. Kata guide kami, dulunya lobang ini semua terendam air dan dikira sumur biasa oleh warga. Kemudian untuk kepentingan perawatan warisan sejarah dan juga wisata, airnya disedot dan tempat ini dipugar. Tentunya banyak cerita horor yang mengiringinya. Bahkan guide kami menceritakan pengalaman mistis orang-orang yang emang sengaja mencari petualangan gaib di situ, huft :(

Saya super waspada selama di dalam sana, karena kebanyakan korban zaman pertambangan adalah orang jawa, which is nenek moyang saya, kata bapak guide kadang ada yang denger suara gamelan segala, untung saya nggak denger :\

Saran saya kalau teman-teman berkunjung ke sini, gunakan jasa guide. Tipsnya seikhlasnya aja kok. Soalnya guide pasti lebih tau seluk beluk goa/lobang mbah suro. Jadi lebih aman dengan mereka. Khawatirnya tiba-tiba debit air naik. Dengan ditemani guide maka kita jadi lebih tau juga cerita-cerita sejarah yang mengiringi terciptanya tambang batubara pertama di Sumatera Barat ini. Plus, guide bikin kita merasa lebih aman dari hal-hal tak kasat mata juga, hehehe. 

Sebelum ke Lobang Mbah Suro, kami berkunjung ke Museum Kereta Api Sawahlunto. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Museum Gudang Ransum dan Kebun Binatang Sawahlunto. One day trip around Sawahlunto is surely possible. :)

No comments:

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)

Powered by Blogger.