Wisata Kota Sawahlunto: Museum Gudang Ransum

10:13

Hari Sabtu di bulan lalu secara insidental saya dan rekan-rekan kantor berkunjung ke Sawahlunto untuk jalan-jalan me-refresh pikiran yang sudah ruwet oleh kerjaan (padahal mah masih baru awal tahun :p)

Salah satu destinasi yang kami kunjungi adalah Museum Gudang Ransum, sebuah lokasi peninggalan Belanda yang masih dikelola dengan sangat baik oleh Dinas Pariwisata Sawahlunto. Diresmikan 17 Desember 2005.

Baru sekali ini saya ke museum di Indonesia yang disuguhi film di ruangan audio visual yang nyaman yang khusus untuk menanyangkan kisah sejarah dari museum tersebut. Tempatnya bersih dan terawat.

Nah kalau mau baca dan mengecek foto sudah ada lengkap dan cakep di websitenya Pemkot Sawahlunto di sini

Tapi di blog ini tentunya kamu bisa menikmati foto dengan personal touch saya dan teman-teman saya, kami sudah membuktikan kalau foto di web Pemkot Sawahlunto itu beneran sesuai kondisi museum saat ini. Jadi worth to visit banget, kita bisa melihat wajan dan peralatan masak raksasa yang digunakan untuk menyediakan ransum bagi ribuan orang pekerja tambang dan orang yang sedang dirawat di rumah sakit tambang kala itu dan napak tilas betapa pemerintah kolonial saat itu sudah memiliki sistem pengelolaan pangan yang menurut saya canggih dan efisien, tentunya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang sangat melimpah di Sawahlunto yaitu batubara. Peralatan yang bisa kita sebut sebagai kompor raksasanyanya yaitu bangunan yang berwarna merah merupakan buatan Jerman, ada tahun pembuatannya di situ. Betapa lama sudah bangunan itu berdiri di atas tanah Sawahlunto dan menjadi saksi perkembangan zaman. Mereka mengalirkan panas hasil pembakaran batubara ke tungku-tungku raksasa dan mengurangi kepulan asap dapur dengan mengalirkannya ke cerobong yang cukup tinggi. Bagi saya cerobong yang menjulang ini justru menambah nilai estetis bangunannya.







Selain itu di sana kita bisa melihat sisa-sisa senjata yang digunakan entah untuk pertahanan atau meledakkan lobang untuk menambang dan banyak baju-baju adat dari beberapa daerah di Indonesia, misalnya Minang, Jawa, Batak dan bahkan ala keturunan China pun ada. Lebih serunya lagi nih, ada bangunan khusus untuk mendisplay beberapa hal mengenai sejarah dan wisata Kota Melaka-Malaysia, saya berharap di Melaka sana juga ada museum yang mendisplay mengenai Sawahlunto :p

Ke TMII atau Taman Pintar Jogja dari Sawahlunto memang jauh banget dan mahal, tapi di museum ini ada juga gedung iptek mirip-mirip wahana di kedua tempat tadi, jadi Bapak Ibu dan Kakak sekalian yang tinggal di sekitar Sumatera Barta, silakan ajak anak atau adiknya ke sini ya, setiap sore juga banyak adik-adik berlatih tari tradisional di sini.





You Might Also Like

1 comments

  1. salam kenal.
    info yang menasrik dari musium yang ada di sawahluntu ini..
    klik disini untuk kunjungi kami balik.
    terima kasih

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)