Sudah Rindu Pattaya

17:50

Assalamualaikum, 
Saya pengen mengulas perjalanan saya ke Pattaya beberapa waktu yang lalu nih. Siapa tahu ada yang butuh inspirasi, sedang bingung mau ngapain di Pattaya selain mantai. Hal-hal yang saya lakukan di Pattaya ini sebagian besar adalah gratis. Yuk silakan disimak.

Pattaya Beach

Hal pertama yang saya lakukan di Pattaya tentu saja berkunjung ke pantainya yang ramai dengan angin sepoi-sepoi. Banyak disewakan kursi pantai dan aneka permainan water sport. Saya cuma seseruan jalan-jalan di pasir aja sih. Menyenangkan banget menikmati pantai biru dipadu pepohonan kelapa, lengkap dengan pemandangan gedung-gedung bertingkat tinggi di sekitarnya. 

Pakaian yang cocok dikenakan di Pattaya adalah yang tahan panas sekaligus melindungi dari angin. saya pakai atasan bahan cerutti aja. Jilbabnya juga. Keduanya saya bikin di penjahit. Sedangkan jogger pantsnya dari Ria Miranda. Lumayan enak buat bergerak. Bahannya tebal, nggak tipis seperti kebanyakan jogger pants di pasaran.

Tiffany's Show


Tiffany's Show sebenarnya merupakan agenda utama saya ke Pattaya karena teman saya, Indhi penasaran banget ingin melihat show ini. Kami ke sana satu jam sebelum acara dimulai. Free refill minuman lumayan bikin kami lupa waktu. Toilet di Tiffany ini mewah banget deh. Banyak baju-baju kostum Miss Tiffany yang gemerlapan dan mewah dipajang di ruang tunggu pengunjung. Ketika show dimulai saya deg-degan kadang-kadang takut disamperin Miss Tiffany senior yang suka deketin penonton. kawatir dicolek-colek kan tetep bukan muhrim ya. Haha.

Shownya cukup menghibur dan boleh lah ditonton sekali aja supaya udah pernah. Sehabis show kita bisa berfoto dengan Miss Tiffany. Mereka biasanya minta tips gitu. Normalnya kasih aja 20 Baht, mereka bakal ramah banget deh sama kita dengan tips ini. Mereka gamau dikasih tips recehan karena repot megangnya. 

Saya keliling Pattaya dengan motor karena di sini tak banyak transportasi umum yang memadai. Naik motornya di sebelah kiri kok, jadi nggak kagok. Pengendara motornya cukup bar-bar seperti di Jakarta juga. Motor yang saya sewa ini 200 CC, hanya 80ribuan sewa hariannya jika dirupiahkan.

Pattaya Walking Street

Meskipun tadinya agak serem mau masuk Walking Street yang ramai banget, akhirnya saya memberanikan diri masuk ke sini. Sebenarnya agak takut mau masuk sini karena banyak club-club aneh-aneh. Dari tempat yang banyak cewek seksi samvai thai boxing club. 

Ternyata banyak tempat belanja tas dan produk-produk branded juga di Pattaya Walking Street ini. Pantesan rame banget tempatnya. Tapi hati-hati ya kalau mau belanja, meski diskonnya besar, coba cek dulu deh harga awalnya rasional apa nggak.

Kuliner ekstrim seperti belalang goreng hingga kalajengking goreng dijajakan gerobakan, Banyak makanan lokal lainnya juga yang di gerobak gitu tapi karena nggak yakin sama kehalalannya makanya saya nggak berani beli-beli. Akhirnya saya cuma jajan Es Krim Turki saja, Atraksi Om-Om Arab penjaga stand Turkey's Ice cream nya lucu dan seru banget sampai dikerubuti banyak penonton.

Pattaya Beach at Night

Saya dan teman saya penasaran dengan kondisi pantai di malam hari. Tadinya kami pengen duduk-duduk cantik menikmati debur ombak. apa daya situasinya gelap, jadilah kami jajan pancake. Abang-Abang penjualnya cute banget bagi saya, lihat aja deh topi owlnyam hihi. Lucu ya. Pancakenya  enak. Abangnya ganteng. Alhamdulillah.

 Jomtien Beach

Keesokan paginya kami mengejar sunrise yang cantik sekali kemudian jalan-jalan di Pantai Jomtien. Air dan pasirnya masih dingin di pagi hari. Meski begitu ada bule yang renang di sana. Kami sarapan nasi telornya Sevel di pinggir pantai ini. Kemudian sejenak memandang lekat-lekat keindahan Jomtien untuk kemudian kembali ke Hotel dan bergegas menuju Bangkok lagi.

Orang Pattaya menurut saya baik dan ramah, waktu saya kehabisan bensin, saya ditolongin sama Cowok Pattaya karena penjual bensin ecerannya nggak bisa Bahasa Inggris. Staff Hotel T5 tempat saya menginap juga sangat baik dan bahkan mau menuliskan nama terminal yang kami tuju untuk kami tunjukkan pada ojek. Bapak-Bapak Ojek nggak terlalu bisa Bahasa Inggris juga, jadi kami komuniaksi dengan bahasa tarzan. Ojek di Pattaya sama gesitnya dengan ojek di Jakarta, tahu gang-gang tikus supaya cepat sampai. See, semua orang helpful. Di Pattaya banyak anjing tapi nggak ganggu.

Ah, kunjungan singkat ke Pattaya ini membuat saya rindu untuk kembali ke sana. 

Nantikan fashion tips dan travel diary saya dalam tag journey berikutnya ya. Salam :)

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)