Nepal is Calling

21:55

Sebagai jawa saya suka mengaitkan suatu hal dengan hal lain ala primbon atau sok-sokan punya firasat yang peka. Saya terNepal-Nepal sejak beberapa bulan lampau. Apakah saya akan ke sana? Hihihi
Beberapa minggu yang lalu saya menikmati hujan foto dan cerita tentang Nepal, pendakian dan juga kehidupan di sana. Terasa sangat dekat seperti ikut dalam petualangan Rory Gilmore dalam account instagramnya @climbingbird.
Lalu tadi ketika saya menunggu boarding room dibuka untuk pesawat saya, perhatian saya teralihkan dari buku yang sedang saya baca ke biksu-biksu dengan merah khas Nepal seperti yang diposting climbingbird. Namun tadi saya belum sadar kaitan merah dan Nepal. Saya kira biksu2 ini akan ke Ho Chi Minh karena boarding room yang sama setelah airasia yang saya tumpangi juga untuk jetstar tujuan Ho Chi Minh.
Beberapa bulan yang lalu teman sekantor saya di kantor lama mengajak saya ke Nepal yang katanya indah banget. Tapi saya tidak memprioritaskan jadi saya tidak pergi ke sana.
Lalu kembali di waktu tadi ketika diminta masuk pesawat saya duduk bersebelahan dengan salah satu biksu tersebut. Kami ngobrol sebentar sebelum pramugari meminta boardingpass biksu tersebut karena salah duduk. Bhahahhaa jangan-jangan mas biksu modus tuh mau duduk sebelah saya aja gitu :p
Tumben biksunya ngajak ngobrol duluan, eh kayaknya biksu emang suka nanya sama saya deh, soalnya waktu di Thailand jg gitu, ciyee pede bingit sih.
Beliau bertanya apakah saya orang jogja dan menjelaskan bahwa ia berasal dari Nepal. Diceritakannya dengan detail tentang cantiknya Nepal dan "you must visit nepal someday"... Ahh :')
Lalu kami membicarakan bahasa ketika pramugari memberikan announcement tentang pesawat sedang diisi bahan bakarnya. Mas biksu bertanya Anda artinya apa, lalu saya bilang anda means you, saya or aku means me or i. Ternyata bahasa Nepal dan Indonesia ada beberapa yang sama, kata mas biksu karena sama2 bahasa sansekerta. Anda dalam bahasa Nepal kalau tidak salah artinya telur. Kosa kata sabun, bahasa dan kursi sama persis dengan bahasa Nepal. Haha lucu ya...
Saya pikir dua jam ke depan akan menjadi dua jam penuh pembelajaran. Saya excited karena sejak lama saya kagum pada Dalai Lama. Saya menanyakan pooja atau puja yang dia baca setiap hari dalam bahasa apa, lalu mas biksu nanya kok saya nggak pakai cadar. Saya jawab berjilbab atau tidak itu pilihan, termasuk pakai cadar atau tidak, yg diwajibkan di Al Quran adalah chest covering hijab. Hehe.
Kemudian saya ditunjukkan foto2 di India dan foto mas biksu ketika berambut. Pakai setelan jas, cakep juga. Katanya ia pernah setahun di Taiwan ketika memakai setelan tersebut. Saya kurang tau apakah sebelum atau ketika dia sudah pernah jadi biksu. Yang jelas rombongan biksu Nepal ini ke Borobudur setahun sekali.
Lalu kami dipisahkan oleh pramugari. Hahaha
Keluar dari imigrasi saya sempatkan menyapanya sekadar menanyakan transportasi ke borobudur naik apa. Teman2nya malah yang jawab. Yowes setelah jelas saya permisi dan mengucapkan see you later. Seolah akan ketemu lagi ya...
Apakah saya akan sampai nepal suatu saat nanti?
Yeah saya sering terlibat dalam percakapan dengan orang asing. Saya kadang sengaja mulai membuka pembicaraan, karena buku bisa saya baca nanti, sedangkan orang yg kebetulan di sekitar kita ketika menunggu sesuatu kemungkinan besar tidak akan kebetulan ketemu kita lagi. Pembelajaran yang selalu luar biasa bagi saya untuk tak lupa merunduk. Saya bukan apa-apa.
Mobile post

You Might Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)