Event Report: The Walking Mannequin IFW 2015

15:55

Assalamualaikum Bloggers,

Jum’at lalu alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi Indonesia Fashion Week (IFW) pada hari ke-2. Tadinya saya urung untuk mengunjungi event ini karena sahabat saya yang biasanya bagi-bagi undangan ke saya nggak ke Jakarta saat IFW. Kalau ke IFW tanpa liat fashion show rasanya ada yang kurang. Ternyata yang namanya rezeki emang nggak kemana ya, saya malah dapat undangan dari Kak Fika dari House of Nabilia dan Kak Mimi dari Simplymii, Kak Fika kebetulan merupakan founder Indonesian Hjab Blogger.  Mereka bersama beberapa designer pakaian muslimah lainnya menggelar fashion show bersama yang bertajuk “The Walking Mannequin (TWM)” dan bagi2 undangan untuk teman-teman IHB.  Ketika mendengar judulnya saya penasaran bakal kayak apa wujud baju-baju karya mereka nanti. The walking mannequin sounds very cool.


Kebetulan saya masuk melalui gate yang ada di Hall C, ketika masuk langsung disambut berbagai brand-brand pakaian muslimah yang pasti sudah tidak asing lagi di kalangan hijabers. Bahkan di hall C ini dari depan sampai belakang mayoritas isinya adalah stand-stand pakaian muslimah, saya jadi kepikiran ini Indonesia Fashion Week apa Indonesia Muslim Fashion Week, hihihi. Ini bukti nyata bahwa industri fashion muslim di Indonesia sedang sangat berjaya dan tagline mengenai menjadikan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dunia memang bukan lagi impian semata, bisa dibilang “one step closer.”

Setelah moving ke hall B, ternyata banyak juga stand pakaian dari designer yang lain yang tidak hanya berfokus pada pakaian muslim. Hasil kerajinan, batik, foot wear dan accessories juga ada. Di Exhibition Hall B inilah stage TWM-nya akan berlangsung. Lima belas menit sebelum waktu yang dijadawalkan saya sudah stand by di depan pintu masuk. Ratusan orang berkerumun di sini. Rame banget. Kebayang betapa susahnya para designer membagi-bagi kuota undangannya. Sayang sekali ternyata saya nggak dapat tempat duduk di front row karena diperuntukkan untuk tamu VIP saja. Kebetulan saya tidak membawa kamera DSLR ataupun mirrorrless, tadinya pede mau mengandalkan kamera HP saja. Tapi ternyata kurang memuaskan hasilnya, jadi saya berhenti mengambil foto di tengah pagelaran, kirain bakal ada penampilan final dari semua designer yang bakalan saya rekam videonya, eh ternyata ga ada, mungkin karena banyak ya. Ini pelajaran penting buat saya untuk berikutnya supaya bawa kamera kalau mau nonton fashion show.

Di tempat duduk kami telah disediakan goodie bag berisi katalog TWM. Urutan fashion shownya juga sesuai urutan dalam katalog ini. Foto-foto di dalam katalognya bisa sedikit memberikan gambaran mengenai koleksi yang akan diperagakan oleh para “manekin berjalan” nantinya.

Peragaan pertama dibuka dengan karya-karya dari Maima Indonesia dengan tema “Greyish Anatomy.” Sesuai dengan karakter brandnya yang mengusung monochromatic chic with modular applique, kebanyakan warna yang diangkat memang berwarna monokrom, terutama warna grey. Selain itu hitam, coklat dan putih juga turut menjadi palet warna yang menghiasi catwalk maima. Modular applique juga menjadi ciri khas pada sebagian besar design maima kali ini.
Rani Hatta mengusung tema Gris Majority, dengan karakter brand clean and minimal modern. Beberapa karya yang dipamerkan oleh model berupa outer-outer panjang dengan cutting clean dipadu dengan syal atau topi yang menambah kesan modern namun tetap tidak berlebihan. Warna yang diusung antara lain broken white, black, dan grey. Outernya nampaknya langsung laris manis ketika saya mampir di booth Rani Hatta.
Selanjutnya Nadjani dengan tema Flawless White. Nadjani mengklaim karakter brandnya berkualitas premium, dengan style dan design yang “khusus”, dengan material produknya yang nyaman untuk digunakan dan bermotif tidak biasa. Sehingga mudah dipadukan dengan warna pakaian apapun. Saya melihat ciri khusus design nadjani pada koleksi ini yakni adanya lipatan di bagian depan celana atau roknya, menurut saya lipatan ini pas banget menutupi bagian yang harus ditutupi bagi yang risih ketika memakai celana ^^. Selain itu atasan putihnya juga memiliki aksen tumpuk pada bagian atasnya . Atasan putih dan bawahan grey mewarnai mayoritas koleksi Flawless White.
Novierock dengan tema PLAYD dan karakter brand yang modern, simple dan elegan menyajikan paduan warna hitam dan grey pada beberapa dressnya, juga motif kotak-kotak khas Novierock dengan warna hitam dan putih. Saya suka bagaimana Mba Novi mendesign dengan garis tegas yang simple namun tampak sangat elegan ketika dipakai. Outer kotak-kotaknya kayaknya langsung laris manis soalnya banyak yang pakai saat IFW.
Berikutnya diperagakan koleksi Temiko dengan tema Stronger. Karakter brandnya adalah Simple, Elegant and Modest. Designnya juga kotak-kotak, mengingatkan saya pada tartan yang memang sepertinya sedang hype di tahun 2015 ini. Koleksi Stronger kebanyakan berupa outer-outer yang menunjukkan sisi strong bagi para pemakainya.
Kara Indonesia mengangkat tema Obsession dengan character brand elegant, dynamic and feminine. Meski warna-warna yang digunakan adalah hitam dan putih namun cuttingnya membuat pakaian tersebut terkesan feminine. Ternyata feminine tidak harus pink atau shabby chic ya.
designer Kara 
Vivi Zubedi masih menggunakan warna monokromatik seperti designer-designer TWM sebelumnya, namun ia juga menggunakan beberapa motif etnik yang menarik, sesuai tema koleksinya yakni Mexican Heritage. Karakter brand yang diusung adalah abaya, sporty, ethnic, classic. Kayaknya semua karakter cewek-cewek yang berhijab sudah difasilitasi dalam karakter brand Vivi Zubedi ya. Tentu bikin banyak yang melihatnya tergoda. 
Berbeda dengan designer lain dari TWM yang memakai warna monokrom, Kaimma Malabis justru tampil dengan warna merah cerah dan warna bold lain yang langsung bikin mata melek karena tadinya mulai nyaman terlena oleh iringan musik backsound fashion show. Nampaknya merah tadi mencerminkan tema Kaimma Malabis yakni Braveness Gracefully, beberapa model menggunakan headpiece ala wanita Eropa, melambangkan keanggunan sesuai tema Kaimma. Karakter brandnya adalah Elegant, Formal dan Fabolous. Sebagian besar design koleksi ini seperti pada atasan, outer dan dressnya mengembang di bagian bawah.
Rimma Bawazier, designer Kaimma dengan warna merah dari Braveness Gracefully
Miss Marina yang selalu konsisten dengan designnya yang syar’i menyajikan warna-warna kalem. Designnya bertema Shibui, terinspirasi dari karya arsitektur Tadao Ando, tak ingin designnya terlihat berlebihan dan membiarkan pesona kecantikan si pemakai keluar, harmonis dengan design pakaiannya. Jika melihat koleksi Miss Marina pasti jadi pengen berkhimar (berjilbab lebih lebar) T^T

Mata kita masih dimanjakan dengan warna shabby chic dari Simply Mii yang manis-manis semanis temanya “Marsmallow”. Karakter brandnya adalah Scintialling, Simple & Sweet, kayak Kak Mimi banget yak yang sweet ^^. Saya suka designnya yang wearable, atasan dan bawahan serta outernya simple namun punya detail kecil yang memberikan aksen tersendiri, dengan warna dan design yang sekali lagi manis-manis bingit… Sukses ya Kak Mimi.
Nah akhirnya House of Nabilia tampil juga dengan tema Soeur yang klasik, elegan, minimalis dan modest. Kali ini Kak Fika berkolaborasi dengan adiknya yakni Nabil yang memulai koleksi baru NRH for Nabilia. Kayaknya karakter kakak-adik ini keliatan banget ke design mereka. Karya Kak Fika menurut tebakan aku yang warnanya lebih feminine, suka nih sekarang Kak Fika lebih banyak memproduksi pakaian yang wearable untuk yang berjilbab lebar. Sedangkan Nabil mendesign dengan lebih tegas, pilihan warnanya lebih monokromatik. Perhatiin deh ciri khas dari koleksi Soeur, ada motif segitiga-segitiga pada bagian bawah dress atau pada motif long vest dan outer lainnya. Lagi-lagi outernya juga laris manis dan abis di boothnya Nabilia. Sukses ya Kak Fika dan Nabil :D
Amuth - Kak Putri - Kak Fika - Nabil - Saya
Monel menjadi penutup peragaan busana TWM. Temanya adalah Cruise in Style. Maka beberapa koleksinya seperti pakaian para cruise-er yakni long coat lengan panjang. Selain itu juga dihadirkan warna biru khas yang selalu erat dengan tema  “sailor”, si biru mencolok di tengah warna putih dan krem dalam koleksi Cruise in Style ini. Headpiece dari monel sewaktu fashion show jadi daya tarik tersendiri. ;)

Thank you for reading this long post, hope you still can enjoy the post :p
Salam...

You Might Also Like

14 comments

  1. Keren banget siiih Nia reviewnyaa.. Ada penjelasan detail ttg brandnyaa.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lagi senggang nih Kak, libur, jadi sempetin bikin agak detail dikit. Tapi fotonya kurang maksimal kualitasnya :p
      Makasih udah mampir Kak Put ;)

      Delete
  2. Happy ya nia..seru bgt eventnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya Mba Witha, kalau kita ketemuan insya Allah happy2 terus yak :D
      Ngomong2 kita kok nggak poto bareng XD

      Delete
  3. Seru yaaa eventnya. Venue nya sampai penuh banget :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya Mba sampai yang hall B ga berasa AC nya ya, ih kita jg ga ada poto bareng XD

      Delete
  4. wiih banyak foto aku *tutup muka :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amuth terpampang nyata, hahaa... Maap ya Amuth, gapapa kan yak :P
      Hayu2 para pembaca mampir juga ke blog Amuth ya, link ada di caption foto :D

      Delete
  5. Reviewnya berasa nonton fashion show live. Kerennn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tenane ki Mbak? Haha :p
      Suwun njih :)

      Delete
  6. Replies
    1. ndak baa doh. Njih suranjih, no is ni. :p

      Delete
  7. aku lupa belum ninggalin jejak disini. padahal udah baca tulisannya dari kapan tau. makasiihh banyak yang niaa :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Kak Fikaa ^^
      Semoga makin sukses Nabilianya ;)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)