The Viery Violin

10:35

Awal April lalu saya berkesempatan menikmati musik klasik Violin dan Piano dari dua musisi ternama Indonesia yang sama-sama dibesarkan di Eropa, yakni Iskandar Widjaja dan Ananda Sukarlan. Kalau saya salah memberikan sebutan atau istilah tentang musik ini, mohon koreksinya ya. Saya cukup asing dengan musik klasik dan orkestra. Saya kadang tertarik mendengarkan musik klasik yang katanya baik untuk dijadikan teman belajar. Tapi saya cuma tau itu-itu saja, misalnya Mozart. Dari konser ini saya jadi tahu dua Virtuoso klasik lainnya yakni Schumann dan Wieniawski. 
Merasa buta dengan Schumann dan Wieniawski, saya mencari tahu tentang keduanya dulu di Wikipedia sebelum hari H konser. Tak banyak informasi personal mengenai Wieniawski. Informasi yang tersedia lebih banyak tentang karya-karyanya saja. Sedangkan Schumann memiliki cerita yang lebih kompleks dan menyedihkan. Namun demikian ia merupakan komponis terpenting untuk musik romantik Eropa. 
Perkenalkan dua teman saya, Eko dan Fifi. Kami bertiga memiliki satu kesamaan: telatan. Maka kami berangkat ke Titan Center Bintaro, lokasi digelarnya konser, pada pukul 15:50. Konser dijadwalkan pukul 16:00. Kami sampai lokasi parkir meleset beberapa menit dari jadwal dan tergopoh-gopoh memasuki gedung tapi tertawa-tawa karena kami tidak mencari tahu konsernya diadakan di lantai berapa. Ini kali pertama kami menginjakkan kaki ke Titan Center. Rupanya konser belum dimulai, lokasi konser dapat diakses dari lobi utama. Penonton dijamu dengan prasmanan teh dan kopi. Sajian penghangat ini tak kami sia-siakan. Lagipula kami haus setengah berlari dari parkiran outdoor. Setelah sedikit rileks, jadilah mirror selfie bertiga karena jarang sekali kami tampil formal begini. 

Menjelang pukul 16:30, kami dipersilakan masuk lokasi konser. Kursi VIP ada di atas kepala kami, panggungnya tak begitu besar. Meski begitu kami tegang menunggu konser dan sibuk membayangkan tandem violin dan piano dari ketiga maestro. Konser musik klasik terasa "wah" bagi kami. Para penonton duduk memenuhi aula konser sesuai nomor tiket masing-masing, kemudian lampu dimatikan dan Ananda Sukarlan muncul membuka acara. 

Denting piano terdengar dengan nada yang tidak asing. Komposisi yang sama diulang-ulang dengan tempo berbeda, dari lambat hingga super cepat. Lama-lama saya bisa menerka dentingan nada tersebut adalah Lagu Kupu-Kupu yang Lucu. Lagu anak-anak ini berubah kesannya ketika dibawakan oleh Ananda Sukarlan. Semua manggut-manggut menikmati Kupu-Kupu yang Lucu. Lagu Kupu-Kupu yang Lucu bagi Ananda Sukarlan mengingatkannya pada suasana pedesaan yang asri dengan sumber mata air dan bunga-bunga. Ia mengenakan batik hijau, bukan setelan jas formal seperti pada konser musisi lainnya. Berkatnya penonton sedikit rileks karena pembukaannya yang bersahabat dan hangat dengan Bahasa Indonesia yang lancar. Sayangnya tak ada kolaborasi langsung Ananda dan Iskandar, karena nantinya Issy (Iskandar Widjaja) akan diiringi Om-nya, Noorman Widjaja untuk membawakan "The Viery Violin." 

Yah, yang saya nantikan ternyata tidak ada. Namun demikian saya tak kecewa karena mungkin penonton lainnya sudah menyaksikan kolaborasi Ananda dan Issy pada konser mereka di Bulan Oktober 2015. Saat itu saya ketinggalan informasi dan baru tahu informasinya setelah konsernya berlalu. 
Ananda Sukarlan melanjutkan solo pianonya dengan membawakan gubahan dari lagu tradisional Batak. Ia memainkannya hanya dengan tiga jari saja. Rupanya Ananda spesial membuat komposisi lagu ini untuk musisi yang memiliki keterbatasan fisik. Saya takzim dengannya yang mau memikirkan bagaimana musisi yang memiliki keterbatasan supaya tetap bisa memainkan piano dengan indah. Ananda Sukarlan saat ini fokus menggarap komposisi-komposisi yang terinspirasi dari lagu-lagu tradisional tanah air. Setelah selesai dengan pertunjukan tiga jari dengan lagu Batak, ia memainkan gubahan dari Lagu Daerah Lampung. Apik sekali. 

Semua beban hidup dan penat penonton seakan terangkat dengan permainan piano yang begitu damai dan dalam dari Ananda Sukarlan. Saya baru pertama kali merasakan ternyata menyaksikan dan mendengarkan musik klasik langsung dari musisi ternama bisa membuat sangat rileks begini.
Selanjutnya yang sudah saya tunggu-tunggu: melihat Issy secara nyata dengan mata sendiri dalam wujud 3 dimensi! Eh, ada yang belum tau siapa itu Iskandar Widjaja? Kalau ada yang belum tau, coba diingat-ingat lagi deh beberapa waktu lalu ada iklan salah satu produk kopi dengan seorang pemuda berambut keriting yang memainkan violin dengan mempesona dan luar biasa (menurut saya). Tapi beneran lho Issy ini selalu penuh penghayatan pada setiap nada yang digesekannya pada dawai-dawai violinnya. Makanya saya sangat terpesona. Issy mungkin satu-satunya pria Indonesia yang lebih ganteng dari Nicholas Saputra (menurut saya :p). Issy merupakan salah satu musisi muda Indonesia yang lahir dan besar di Jerman. Ia sudah mengenal dan berlatih violin sejak usia 4 tahun. Bagi yang mau tahu lebih banyak tentang Issy, silakan buka Wikipedia tentang Iskandar Widjaja ini ya. Ia ada ditengah dalam foto di atas, diapit Noorman Widjaja dan Anada Sukarlan.

Issy masuk dari backstage ke panggung. Ia mengenakan setelan jas biru. Dengan senyum simpul ia membungkukkan badan didampingi Noorman Widjaja, lalu konser mereka dimulai dengan komposisi pembuka yang saya kurang tahu gubahan siapa. Cukup lama. Mata saya tak bisa lepas Iskandar Widjaja yang seolah pergi ke dunia yang hanya dihuninya bersama violinnya. Saya merasa sedang bermimpi bisa melihat Iskandar Widjaja secara langsung begini. Sekitar 15 menit kemudian keduanya kembali ke backstage, oh my! Sedihnya, masa konsernya cuma sebentar aja. Padahal belum jam 5. Bahkan Mas-Mas titan center sudah menyingkirkan mic ke belakang panggung. Sampai di sini sajakah konser ini?

Setelah beberapa waktu, untungnya Iskandar dan Noorman Widjaja muncul kembali ke panggung. Issy sudah membuka jasnya. Mungkin hawa Bintaro terlalu panas baginya. Lagi-lagi tanpa bicara, mereka melanjutkan konser. Setelah selesai, gemuruh tepuk tangan penonton menggema. Lagu kedua yang mereka bawakan membuat Issy lebih fokus lagi dari sebelumnya, pergi ke dunianya lebih dalam lagi.

Sepertinya tak hanya saya yang melongo ketika tiba-tiba Isyy berbicara! Ia menggunakan Bahasa Inggris, menyampaikan bahwa setelah konser ini ia akan segera ke bandara untuk kembali ke Jerman. Issy bercerita sedikit bahwa tadi komposisi yang mereka bawakan merupakan karya Wieniawski, sedangkan yang akan mereka sajikan selanjutnya adalah karya Schumann. Iskandar Widjaja menjelaskan juga tentang latar belakang Schumann dan bagaimana ia sangat mencintai karya-karya Schumann yang akhir-akhir ketika Schumann sudah sakit. Issy mengajak berbicara seorang anak kecil yang kira-kira berusia 5 tahun dan bilang kalau ia sudah berlatih violin ditemani karya-karya Schumann. 

Mungkin karena kecintaannya pada karya Schumann, ketika membawakannya benar-benar terasa kesedihannya dan saya sampai nyesek-nyesek kayak sakit hati gitu deh sama gesekan-geskan violin di nada tinggi. Dan akhirnya konser pun berakhir dengan puncak yang sangat memuaskan. Banyak penonton yang memberikan standing applause. Kemudian para maestro mendapatkan karangan bunga dari pihak Titan Center dan bahkan dari Pak Prabowo yang memang hadir di acara ini.

OOTD Modest Fashion untuk Konser Musik Klasik

Konser musik klasik identik dengan pakaian formal ya. Selain blazer, kita bisa memakai blouse panjang. Kesan formal akan lebih kental jika kita mengenakan warna putih atau hitam. Kali ini saya mengenakan blouse putih dari Alaztha. Bawahannya celana kain yang saya buat di penjahit. Sepatunya juga saya pilih yang simple tapi tetap matching dengan outfit lainnya.
Saat hendak pulang, ternyata Iskandar Widjaja masih ada di depan gerbang utama Titan Center. Ia tehalang fans-fansnya yang meminta foto. Dengan senyum lebar yang super ganteng (haha), ia ramah selalu mengiyakan ajakan foto. Manajernya sepertinya sampai cemas dan menggandeng lengannya ke pintu depan. Namun karena violinnya ketinggalan maka ia masuk lagi dan terjebak beberapa saat untuk foto-foto lagi. Saya nggak ikutan foto, takut nggak bisa tidur kalau punya foto selfie berdua sama Issy. :p

*NB: Titan Center berlokasi di Bintaro

You Might Also Like

8 comments

  1. Keren ya konsernya. Kalau Ananda Sukarlan rasanya sering diliput media masa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Ananda Sukarlan udah lebih dikenal di sini ya. Konsernya emang keren bgt menurutku :)

      Delete
  2. Ihhh gemezzz.. Ganteng amat sih Iskandar nya hehhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ganteng binggiiits sampe terharu Mba Yeye.. huhu. Aneh ya ganteng bgt kok terharu. Hahaa. Yeay ada tmn yg juga menganggap Issy ganteng ;)

      Delete
  3. Titik beratnya di kegantengan Issy ya?hahaha
    Konser klasik dan teater salah satu kegemaran saya juga nih, meski ga ngerti artinya..
    Dan mereka emang keren...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Musikalitasnya dong yang utama, Issy ibarat sambel di makanan yang enak :D

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)