Siasat Jitu Bagi Penyuka Pedas

Cabai atau yang biasa kita sebut cabe, merupakan nikmat Tuhan yang patut disyukuri karena banyak tersedia di negeri kita tercinta. Tanpanya kita tak akan tahu bagaimana nikmatnya menyecap rasa pedas yang membuat lidah kita merasakan sensasi terbakar yang nikmat. Ada yang kurang rasanya saat makan makanan yang tak pedas. Rasa pedas sebenarnya ditimbulkan oleh rasa panas pada permukaan lidah yang ditimbulkan oleh zat kapsaisin. Zat ini memang biasanya terdapat pada tumbuhan yang memiliki rasa pedas, seperti cabai.
Kuliner di Indonesia dari daerah manapun sepertinya tak ada yang tak pedas. Iya gudeg enggak pedas, tapi biasanya orang-orang menyantapnya dengan sambal terasi yang nikmatnya aduhai sekali. Kuliner Sumatera sampai Sulawesi, semua pasti ada masakan yang menggunakan cabai sambai warnanya sangat merah. Tak heran banyak sekali orang Indonesia yang sangat suka pedas. Dari hasil analisa asal-asalan saya, hanya ada 1 orang yang tidak suka pedas pada tiap 10 orang yang saya tanyai.

Nah, orang yang tidak suka pedas ini biasanya nggak kuat dengan panasnya cabai di lidah. Padahal bagi penyuka pedas, sensasi membakar lidah itulah yang mereka sukai dari rasa pedas. Nikmat sekali makan pedas sampai keringetan dan bibir berubah super merah. Amboi!
Masalahnya kadang kita makan pedas tak hanya di rumah. Gimana dong kalau mau makan pedas di restoran ramai atau di tempat yang mengharuskan kita menjaga penampilan? Nggak banget deh gara-gara memanjakan lidah dengan masakan pedas, eh muka kita jadi nggak karuan karena keringetan dan bibir jontor. Bisa jadi teman baru yang lagi makan sama kita ngabur tuh karena males lihat muka kita yang nggak enak dilihat karena penuh keringet. Apalagi kalau abis makan pedas jadi mules dan bolak balik toilet. Oh No!

Ternyata, ada siasat jitu untuk mengatasai rasa pedas. Trik ini bisa digunakan saat kita makan makanan pedas di tempat kece yang mana kita harus menjaga penampilan. Selain itu, referensi ini bisa juga dimanfaatkan bagi yang nggak suka pedas tapi seringkali terpaksa harus menyantap makanan pedas.
Kenikmatan makan sambel yang haqiqi karena bebas panas dan keringat. (w/ Mba Andiyani Achmad)

Tips Mengatasi Rasa Pedas

Katanya rasa pedas bisa diatasi dengan bahan bahan tertentu, apa aja sih? Yuk kita bahas satu per satu.

Minum Susu

sumber: mametsaru.files.wordpress.com/

Minum susu sebelum atau setelah menyantap makanan pedas dapat membantu menetralkan alarm pedas yang dikirim oleh zat kapsaisin yang dibawa ke tubuh kita melalui aliran darah. Katanya sih susu bisa mencegah diare setelah menyantap makanan pedas. Perut panas karena makanan pedas emang rawan bikin diare ya.

Tapi, saya ngerti banget kalau nggak semua perut orang Indonesia tahan produk dairy. Apalagi produk dairy plus cabai, bisa-bisa bukannya mencegah diare, abis makan malah langsung mules-mules ke belakang.

Es/ Minuman Dingin, Dark/ Milk Chocolate, Gula Pasir


Minum minuman sedingin es atau langsung mengemut es batu katanya bisa mengatasi rasa pedas karena membekukan rasa panas yang ada di lidah. Namun hal ini menurut saya agak mengganggu kenikmatan bersantap, karena rasa dingin berlebihan seperti es dapat menyebabkan brain freeze, mati rasa pada lidah.
sumber: www.rodalesorganiclife.com/
sumber: images.indianexpress.com/
Sensasi yang diberikan dari minuman super dingin, dark/ milk chocolate dan gula pasir adalah sama, mematikan rasa sehingga otak berhenti sejenak dari menyalurkan rasa panas ke lidah.

Minuman Panas

Panas dilawan panas, ketika kita makan pedas dan minum panas, otomatis rasa terbakar di lidah kita akan berangsur hilang. Tapi dampaknya tentu saja kita jadi keringetan. Tetap repot dong ya, keringat kan harus dihindari kalau makan di tempat fancy. Rempong Sist.

Cara Alami Mengatasi Pedas

Selain aneka minuman di atas, ada beberapa bahan alami yang membantu kita mengurangi rasa pedas tanpa bikin keringetan atau mati rasa. Seperti ajaran ayurvedha, kita sebaiknya menggunakan antitesis atas suatu hal yang berlebihan pada diri kita. Karena pedas itu panas, maka kita sebaiknya mengkonsumsi bahan-bahan yang mendinginkan. Supaya cooling down dan adhem gitu. 

Jadi setelah lidah kita dimanjakan oleh rasa pedas dari sambal atau masakan kesukaan, kemudian didinginkan dengan bahan alami ini. Selain baik untuk lidah, bahan-bahan ini baik juga untuk pencernaan. Perut kita nggak panas karena makanan pedas, bye-bye diare akibat makanan pedas. 

Nah ini dia bahan-bahan alami yang bermanfaat untuk mengatasi rasa pedas:

Chrysanthemim/ Krisantimum

sumber: pinimg.com/
Di Indonesia tanaman bunga ini sering disebut seruni atau krisan. Bunganya yang elok membuat krisan banyak menghiasi halaman rumah atau ruang tamu. Krisan ternyata merupakan Bunga Nasional Jepang. Nah, karena aromanya yang wangi, bunga ini sering ditambahkan ke dalam teh supaya tehnya makin nikmat dan wangi.

Krisan ternyata merupakan pendingin alami yang dapat membantu menurunkan suhu tubuh saat menderita demam atau bahkan saat kepanasan. Selain itu, krisan juga membantu meredakan sakit tenggorokan. Pas banget kan buat mengatasi rasa pedas? Bagi yang sering radang tapi suka makan pedas, bisa coba minum teh yang mengandung krisan sehabis makan pedas.


Grass Jelly/Cincau

sumber: inatrin.files.wordpress.com
Cincau pasti udah nggak asing lagi ya. Cincau dipercaya dapat meredakan mulas, sembelit, perut kembung, diare, dan juga bisa mengendurkan otot-otot. Makanya es cincau cucok disandingkan untuk menikmati makanan pedas.


Green Tea/ Teh Hijau

sumber: s3.amazonaws.com
Kandungan antioksidan dan nutrisi pada teh hijau sangat baik untuk tubuh. Bahkan sebuah penelitian menyebutkan bahwa thenanine alami yang ada pada teh hijau bisa memberikan efek menenangkan. Kalau kepedesan rasanya nggak tenang ya, kalau saya lagi kepedesan biasanya jadi lebih emosional. Haha.


Mulberry Leaf/Daun Murbai

Jadi ingat waktu kecil saya sering metikin buah murbei yang sudah mulai merah tua. Rasa buahnya manis. Baru tau nih ternyata daun murbai punya banyak manfaat juga. Daun Murbai mengandung mineral dan antioksidan, mengurangi peradangan dan rasa sakit. Selain itu daun sarat manfaat ini bisa juga meredakan batuk, demam, dan sakit tenggorokan. 
sumber: encrypted-tbn1.gstatic.com
Selain mengurangi dan meredakan tadi, daun murbei juga bisa mencegah radang tenggorokan. Bye bye radang tenggorokan dan sariawan. Saya akan menyantap daun murbei.

Eh tapi nggak kebayang sih gimana mengkonsumsi daun murbei. Serem juga ya kalau dibayangin. Sampai kemudian saya kenal dengan minuman ready to drink (RTD) yang bernama Ichitan Yen Yen. Dari namanya kayak produk Jepang ya. Ichi dari Bahasa Jepang artinya satu. Tapi Yen Yen ternyata Bahasa Thailand yang artinya dingin-dingin.

Setelah bingung sejenak, akhirnya saya tahu ternyata Ichitan Yen Yen merupakan produk RTD asal Thailand. Nama perusahaannya memang Ichitan Group, salah satu perusahaan besar di Thailand yang berpengaruh dalam mengubah perilaku konsumen dan membangun nilai besar dalam pasar tren Jepang di Thailand. 
Saya paham banget kenapa Ichitan meluaskan bisnisnya di Indonesia bekerjasama dengan PT. Atri Pasifik. Ini karena produk teh RTD memang penjualannya menduduki peringkat ke-2 setelah air mineral kemasan. Dengan memanfaatkan teh lokal dari Indonesia dan dengan tingginya angka penjualan produk-produk teh di Indonesia, efisiensi produksi dan peluang permintaan pasar Ichitan di sini memang sangat besar.

Oke, kebingungan atas minuman berbahan alami untuk meredakan pedas karena hobi saya emang makan pedas tapi perut lemah, sudah terpecahkan. Selain mengandung daun murbei, Ichitan Yen Yen juga mengandung ketiga bahan lainnya: krisan, grass jelly dan teh hijau. Paket komplit.
Oiya, saya kenalan sama Ichitan Yen Yen di acara blogger gathering. Di event tersebut, kami diundang ke Bebek Bengil yang sudah terkenal gimana pedesnya sambal-sambalnya. Saya yang tadinya belum tahu produk ini, mendadak jadi suka. Karena saya emang penggemar teh kemasan. Praktis. Tenang, saya nggak minum teh kemasan tiap hari kok. Paling seminggu 4 kali, hihi.

Selain kandungan keempat bahan alami tadi, Ichitan Yen Yen ternyata sudah terkenal di Thailand karena diproses dari teh yang dikelola secara organik. Proses produksinya menggunakan teknologi aseptic & cold filling, bebas pewarna dan pengawet lho. Jarang banget ada produk teh RTD diproses dari teh yang dikelola secara organik dan bebas pewarna serta pengawet kan?
Yeay dapat hadiah dari Mr. Ichitan :D
Di event kemarin, ternyata Chairman dan CEO Ichitan Group: Mr. Tan Passakornnatee hadir lho. Saya baru ngeh kalau bintang utama iklan-iklan Ichitan Yen Yen adalah beliau sendiri. Aslinya emang cucok jadi komedian sih kayaknya. Penampilan nyentrik dan tingkahnya yang lucu benar-benar bikin suasana blogger gathering jadi penuh tawa. MC dan Bintang Tamunya: Ricky Harun, juga ngelucu terus. Rasanya kayak lagi nonton stand up comedy. Apalagi banyak hadiah yang dibagiin. Saya ketawa-ketawa melulu sambil minum Ichitan Yen Yen yang bikin pedes jadi nyes nyes. Oiya jargon ini harus kita lafalkan sambil menggoyangkan pundak ke atas ketika serempak ngomong nyes-nyes. Nggak ada lagi yang males-malesan dan ngantuk deh. 
Hal menarik lainnya dari event ini adalah para blogger bisa lihat langsung gimana Chef dari Bebek Bengil membuat sambal kebanggan mereka. Abis itu Mr. Ichitan langsung menyantao bebek panas yang baru dientas dari penggorengan, duh langsung bikin kami semua pengen. Ternyata Mr. Ichitan doyan pedes, ngambil sambelnya banyak banget. Setelah sambelnya abis beliau langsung promo produknya dong. Minum Ichitan supaya nggak keringetan dan biar bibir nggak panas katanya. 

The Taste of Ichitan Yen Yen

Tentang rasanya, di tegukan pertama Ichitan Yen Yen yang saya coba, kerasa banget cincau, krisan dan tehnya. Mungkin karena saya nggak tau rasa daun murbei jadi nggak bisa mendeskripsikannya. Haha. Enak sih, pas banget disantap sama bebek bengil. Saya kan anaknya nggak mau rugi ya, jadi sambel bebek bengil saya cobain semua. Nggak kawatir kepedesan dan keringetan lagi. Bibir pun aman terkendali dari kebengkakan. Perut bebas diare, tenggorokan bebas radang juga. Ichitan Yen Yen bener-bener solusi jitu untuk mensiasati hobi makan pedas.  

Beli Ichitan Di Mana?


Btw, Ichitan udah ada di minimarket dan warung/ toko terdekat lho. Ada dua rasa, madu lemon sama leci. Saya emang suka minum honey lemon dengan air panas di pagi hari. Menyehatkan dan enak. Sekarang saya bisa minum honey lemon yang versi dinginnya di siang hari. Maknyes. Makan pedes sesuka hati no worry, asal minumnya Ichitan Yen Yen yang Bikin Pedes Jadi Nyes-Nyes. :D

14 comments:

  1. oh minuman panas bisa membantu ya, kirain tambah kepedesan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau yang pas bisa membantu mengurangi rasa panasnya Mba. Tapi ada juga yang bikin rasa pedasnya makin kerasa :D

      Delete
  2. bisa begitu ya? jadi penasaran pengen minum Ichitan Yen Yen.. cari ke depan jalan deh kalo gitu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa aja Kang Dede, cobain dulu deh :D

      Delete
  3. Yang aku tau susu emang bikin lidah & tenggorokan adem kl abis makan pedes2... tapi ya itu bisa2 gendut kl abis makan minum susu hihihihi. Untung lah ada inovasi si ichitan ini, ntar kalau makan bakso gondrong mari kita coba sambil minum ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oiya tar bawa sekresek ichitan kalau mau ngebakso pedes2, mantap. KAlau aku takutnya diare Mba bukan gendutnya klo minum susu abis makan pedes :p

      Delete
  4. Ihik ihik ihik ... aku udah ngak bisa kena pedes sama sekali sekarang

    ReplyDelete
  5. aku sering pakai caranya wariung padang: teh tawar anget, hihii. tapi kalau disodorin teh kayak punya mba Nia siih mau banget lah. lebih enaaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aneka olahan teh emang multi manfaat ya :D

      Delete
  6. Wah endeus ni makan bebek bengil sama ichi tan. Walau makan sambel segambreng, anti jontor ya bibirnyaaa, hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyes Mba karena sensasi nyes nyes nyaa :D

      Delete
  7. Penasaran perpaduan rasa cincau, teh, krisantimum dan daun murbai hasilnya seperti apa. Entar coba cari di warung depan dech mana tau ada.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)

Powered by Blogger.