Kunjungan ke PTPN VI Kebun Teh Danau Kembar Solok

14:05

Sosial media yang kian banyak jenisnya membuat saya juga punya beberapa account seperti misalnya email di gmail dan yahoo, facebook, twitter, blog ini, path dan instagram. Anehnya saya seringkali menahan diri untuk tidak terlalu banyak membagi informasi di sana, kadang udah ngeshare sesuatu kemudian ah pantes nggak ya, hehe, entah hal tersebut justru bagus atau malah jadi nggak orisinil. Saya sendiri orangnya cukup ketat menjaga privasi, kecuali yang sudah saya bagi di socmed berarti bukan lagi privasi karena lolos filter, hehe. Saya mengamati kebiasaan saya sendiri dulu awal ada facebook rajin update status, kemudian pindah ke twitter rajin berkicau dan nggak pernah lagi update status fb. Lalu saya kadang-kadang post di path dan instagram. Namun bagi saya blogging ini punya cita rasa tersendiri, lebih syahdu gitu, karena yang baca langka, yang bener2 butuh, yakali :p

Cukup sudah paragraf pengantar dari saya yang cukup ngaco, kebetulan minggu lalu saya dapat tugas untuk berkunjung ke kebun teh ini. Merupakan kunjungan ke kebun teh kedua setelah dulu ke Ciater ikut studi lapangan angkatan senior saya ketika kuliah, minat ketika berkunjung ke kebun teh danau kembar ini lebih besar dari yang dulu karena udah tau apa aja yang mau dicaritau :D

Nah berikut beberapa laporan pandangan mata dari saya yang saya rasa bakal bikin seger mata kalau dibagi :)

Sebelumnya saya pernah posting tentang kunjungan sehari ke Solok dalam blog ini di sini , salah satu tempat yang saya kunjungi adalah Kebun Teh Alahan Panjang, sama kok dengan kebun teh Danau Kembar ini, cuma dulu hanya foto di pinggir jalan, sekarang masuk ke pabriknya di mana kita harus nanjak meliuk-liuk dulu ke atas ke tempat yang worth to visit.

Pertama kali masuk ke areal ini, terlihat areal perumahan pekerja yang tertata dan lokasi kami meeting ini sangat cantik tamannya, jadi saya menyempatkan mengambil fotonya :D

The Tea Plantation

The Tea Factory

Boleh ya saya cerita dikit tentang pengolahan teh di pabriknya. Pertama, daun teh yang telah dipetik akan diangin-anginkan seperti foto di atas agar kering bukan kering banget sih, agar kadar airnya susut, teh belum dikelompokkan dalam pemrosesan ini, setelah jadi baru dipilah berdasarkan kualitasnya ada yang akan dipasarkan di domestik, ada juga yang untuk diekspor.
Gilingan yang seperti ulekan ini sebenarnya besar sekali, saya memfoto dari lantai di atasnya agar kelihatan proses pengadukannya, dari situ teh diayak kemudian dipisahkan yang mau diproduksi jadi teh celup atau teh seduh.

Nah ini proses testing. Klasifikasi kualitas teh dilaksanakan dengan tester diuji di sini oleh ahlinya.
Kami diberitahu bagaimana menyeduh teh yang benar:
1. Sebaiknya diseduh dengan gelas, cangkir atau teko dari porselen untuk memperkuat rasa.
2. Seduh dalam air mendidih selama 5 menit dengan tutup khas yang punya mulut, mungkin agar uapnya masih bisa keluar juga kali ya, juga agar rasa tehnya semakin terasa.
panasnya ruangan ini karena teh mendidih dan banyaknya rombongan :p
Inilah berbagai jenis teh dari kebun ini yang akan didistribusikan di dalam negeri ada juga yang diekspor. Kalau mau lebih detail tentu saja bisa googling, saya cuma pengen ngeshare betapa indahnya tempat ini, haha, jadi tentu saja saya ngapain di sana selain hal ini juga tidak bisa saya ceritakan :p

Di dekat taman yang fotonya saya posting di awal tadi disewakan lho rumahnya, jadi seperti homestay, bersih kok di dalamnya, ada twin bed dengan kamar mandi dalam Rp 250 rb per hari/malam sedangkan aulanya Rp 500 rb per hari/malam.

You Might Also Like

1 comments

  1. terimakasih infonya mba Nia..
    insyaAllah informasinya bisa membantu sy dan rombongan mahasiswa yg akan melakukan study lapangan juga ke kebun teh atau pabrik PTPN 6 ini.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)