NES, Menutup Fimela Fest/Batik Fashion Week dengan Paduan Inspirasi Marching Band, Seriosa dan Para Pelari Wanita

21:34

Masih melanjutkan peragaan busana di lokasi yang sama dengan Parang Kencana tanpa perlu keluar, NES, salah satu brand batik yang turut serta dalam Fimela Fest/Batik Fashion Week 2015 akan segera tampil. Pertama-tama kami diberikan tontonan mengenai preferensi NES untuk melestarikan budaya membatik yang sedihnya sekarang didominasi kaum yang relatif tua. Video tersebut berkisah mengenai proses perendaman batik hingga jadi kain siap pakai. Menyimbolkan proses kelahiran NES yang setelah lahir katanya siap berjalan, berlari dan bahkan terbang.

Setelah itu kami diperlihatkan video latihan marching band gadis-gadis Tarakanita dengan semangat Girls Power-nya yang tidak kalah dengan MB yang biasanya didominasi kaum pria. Latihan keras yang mereka jalani sejak SMP hingga SMA dipertontonkan dalam sebuah video. Ketika Conductor MB Tarki meneriakkan one two three pada event Grand Prix Marching Band dengan penuh semangat dan senyum cerah ceria namun terlihat sangat fokus, saya merinding terbawa semangat mereka dalam bertanding. Adegan tersebut menjadi bagian penghujung video. Gemuruh tepuk tangan penonton membahana memenuhi ruangan.
Tak lama kemudian dinyanyikanlah lagu seriosa dari penyanyi papan atas Indoensia yang sudah senior. Beberapa Flag Angels muncul. Namun yang dikibarkan oleh mereka bukanlah bendera, melainkan kain batik NES. Mereka semua merupakan model profesional. Sedangkan peragaan busana berikutnya dibawakan oleh pelari wanita Indonesia yang semuanya bukanlah model. Memang ada beberapa artis yang ikut terlibat dalam fashion show ini, namun kebanyakan adalah wanita-wanita yang tidak pernah berkecimpung di dunia modelling. Jadi koleksi NES kali ini mungkin akan lebih mengena di hati pelanggannya karena yang memperagakan adalah sesama ibu-ibu atau sesama wanita yang bukan model dan sebagian memang tidak semampai seperti model. Kelekatan dengan kondisi pelanggannya akan menjadi daya tarik tersendiri.

Ibu-Ibu ini harus tampil percaya diri membawakan koleksi NES. Ada yang terlihat sangat menikmati menjadi pusat perhatian banyak orang, ada juga yang terlihat grogi. Barangkali tamu undangan malam itu didominasi oleh para alumnus Tarki, karena banyak yang memanggil-manggil nama mereka dari barisan penonton. Muse designer NES dalam menghasilkan karyanya kali ini memang dari Marching Band Tarakanita.
Awalnya saya merasa koleksinya kok "tua", buat ibu-ibu banget. Tapi semakin ke sini ada pula kebaya yang dipadu kain batik. Saya mulai tertarik karena masih merasa bisa mengenakannya untuk acara formal. Lalu saya jadi gembira ketika pakaian-pakaian dengan cutting kimono mulai ditampilkan. Detail pita di belakang bajunya membuat saya semakin terpikat. Untuk koleksi NES ini, ada lebih banyak pakaian yang masih wearable untuk hijabers.  Notice muse  designer NES diaplikasikan dalam wujud apa? Kain batik yang semuanya dibawakan oleh model merupakan wujud dari inspirasi Flag Girls Marching Band-nya. So, which one is your favorite?
Rupanya peragaan busana yang melekat di hati tamu undangan karena teman-teman mereka sendiri yang berjalan di atas catwalk, dengan iringan lagu seriosa tentang semangat kebangsaan yang mengharu biru membangkitkan rasa cinta kita pada kekayaan tanah air dan semangat gadis-gadis Marching Band yang muncul kembali dari para wanita dewasa yang kini tergabung dalam komunitas pelari wanita yang sangat meriah ini merupakan penutup rangkaian pergaan busana Batik Fashion Week 2015. Senang rasanya bisa melihat fashion show yang disajikan secara unik pada Batik Fashion Week kemarin. Semoga acara serupa untuk tahun depan akan lebih seru dan lebih meriah lagi. Salam :)

You Might Also Like

4 comments

  1. Wiih keren yaaa, sekarang batik udah mnginovasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Packagingnya kreatif bgt ya Mba Qia :)

      Delete
  2. Replies
    1. Packagingnya aja yg modern Mba. Tapi iya emang keren ide dan inovasinya ya :)

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)