Yes or No to uberPool?

16:08

Assalamualaikum,
Udah pada tahu uberPool belum? Jangan sampai seperti teman saya yang mengira uberPool adalah nama tempat untuk berenang. Padahal uberPool adalah salah satu pilihan ridesharing terbaru dari Uber. 

Tentang Uber

Uber merupakan salah satu perusahaan tekhnologi yang membuat aplikasi dengan tujuan menghubungkan pelanggan dengan driver. Kita biasanya menyebut Uber sebagai perusahaan transportasi ya. Padahal sebenarnya Uber adalah penyedia tekhnologi untuk menghubungkan pelanggan yang membutuhkan moda transportasi dengan driver yang memiliki moda transportasi.

Uber lahir sekitar tahun 2010. Kedua foundernya menemukan ide untuk menyediakan layanan aplikasi Uber setelah pulang dari sebuah konvensi di Paris pada tahun 2009. Mereka berdua kesulitan mendapatkan taksi, padahal saat itu sedang musim dingin. Mungkin dari rasa nggak enaknya menunggu taksi di luaran dalam keadaan dingin, maka muncullah ide untuk membuat aplikasi yang mempermudah orang yang butuh sarana transportasi yang privat melalui gadget yang tak pernah ditinggalkan setiap orang: smartphone. Sekali klik dalam genggaman, sudah bisa dapat private car + driver.
Sukses dengan tagline "your own private driver." kini Uber rebranding untuk menjadi produk lifestyle yang akan membantu kebutuhan untuk memindahkan orang atau produk dari suatu tempat ke tempat lain. Makanya sekarang ada Uber Motor juga dan nantinya akan ada Uber Food.

UberPool

Selain produk baru seperti uber Motor dan uber Food, uber juga mengeluarkan inovasi baru pada layanan uber Black dan uber X yang sudah ada. Maka sejak Mei 2016 lahirlah uberPool sebagai salah satu pilihan ridesharing di Jakarta. Konsep uberPool adalah memberikan kesempatan kepada pengguna aplikasi untuk berbagi dengan pengguna lain yang berada di lokasi berangkat yang dekat atau di jalur yang dilewati uberPool menuju tempat yang searah pelanggan. Sehingga jika menggunakan uberPool dapat menghemat biaya hingga 25% per trip dibandingkan jika menggunakan Uber Black. Ridesharing dengan uberPool lebih terpercaya karena kita bisa tahu siapa sopir yang membawa kita ke tujuan dan siapa-siapa saja pengguna lain yang berbagi uberPool dengan kita. Semuanya dapat kita lihat di aplikasi Uber.

Selain dampak yang lebih irit untuk si pelanggan, uberPool ini juga mendukung pengurangan jumlah mobil di jalanan. Dengan kata lain uberPool dapat menjadi solusi untuk mengurangi macet dan polusi. Jadi kalau kamu pendukung program transportasi massa dan penggiat go green campaign, sepertinya uberPool bisa jadi pilihan menarik untuk kalian.

Apa Pendapat Pengguna tentang uberPool

Kontra
Karena saya lebih sering naik yang Uber biasa, saya survey dulu ke teman-teman saya untuk mendukung tulisan ini. Beberapa diantaranya kurang menyukai uberPool karena:
  • takut semobil dengan orang asing, 
  • perjalanan jadi lebih lama karena kadang harus menjemput pengguna lain yang ada di seberang jalan sehingga ubernya harus putar balik dulu atau mengantarkan orang lain terlebih dahulu,
  • jadi nggak bisa ngobrol santai dengan driver seperti saat naik Uber Black karena sungkan ngobrol di depan orang asing yang diam saja, suasana jadi sangat hening,

Pro
Meski uberPool memiliki kelemahan seperti pada poin-poin di atas, banyak juga lho yang senang dan merasa terbantu dengan keberadaan uberPool. Ini dia alasan mereka:
  • lebih hemat ongkos perjalanan dari rumah ke tujuan PP, lumayan memotong pengeluaran bulanan yang barangkali bisa diinvestasikan atau bisa dipakai untuk jajan,
  • siapa tahu ketemu jodoh di uberPool, pergaulan orang kantoran yang berangkat subuh pulang petang cukup minim ya, jadi teman saya yang masih jomblo suka naik uberPool. Siapa tahu dapat kenalan baru yang seru dan cocok diajak jalan, hehehe
  • sangat membantu untuk pengguna yang rumahnya jauh, misalnya teman saya yang rumahnya di Kelapa Gading dan dia harus pergi ke Pondok Indah. Dia tidak bisa menyetir dan moda transportasi andalannya adalah uber. Teman saya yang tadinya agak pusing membayangkan tarif uber Kelapa Gading-Pondok Indah yang harus ia bayar, menjadi sedikit lega dengan adanya uberPool. Tagihan ubernya yang tadinya bisa di atas 100rb bisa di bawah itu karena ia memilih uberPool.
Nah, itulah hasil survey saya. Kesimpulan saya, uberPool cocok untuk teman-teman yang ingin berhemat, bepergian jauh, memiliki waktu yang relatif fleksibel dan tidak masalah semobil dengan orang asing. Sebenarnya sesama pengguna uberPool akan terlihat jelas di aplikasinya. Jadi untuk berjaga-jaga, bisa mengirim screenshot list pengguna lain yang sharing uberPool dengan kita ke keluarga atau teman. UberPool kurang cocok untuk teman-teman yang privasinya sangat tinggi sehingga anti banget semobil dengan orang asing dan kurang cocok untuk yang sedang terburu-buru. Jadi pilih sendiri uber-mu sesuai kebutuhan masing-masing.

Selain dari pro dan kontra tersebut, keuntungan lain yang bisa kita dapat dari uberPool yaitu kita bisa saja tetap pergi sendirian/ mendapatkan private ride hingga sampai tujuan tanpa sharing dengan orang lain dan tetap dapat tarif uberPool yang lebih murah daripada Uber Black. Beberapa teman saya pernah mengalami hal ini dan tentu saja mereka senang sekali. Rasanya seperti baru dapat barang yang diincar dengan diskon 50% katanya. 

Oiya, ketika naik uberPool kita tidak bisa mengubah-ubah tujuan kita karena aplikasi ini sudah memperhitungkan jarak dan waktu tempuh dengan pengguna lain yang sedang mencari uberPool di jalur tersebut. Jadi kalau mau naik uberPool ke tujuan yang udah yakin aja ya.

Ngomong-ngomong, fenomena berharap ketemu jodoh di uberPool nggak cuma terjadi pada teman saya lho. Kata Mas Gia Adhika (Marketing Manager Uber), di Amerika Serikat uberPool menjadi fenomena the next tinder. Banyak pekerja muda yang sengaja pulang pergi kerja naik uberPool supaya dapat gebetan. Lebih enak uberPool daripada tinder karena sudah lihat wujud asli orangnya ketika sharing uberPool. Makin kreatif aja ya cara orang mencari jodoh.

Selain jodoh, bisa jadi di uberPool kita ketemu calon partner bisnis. Seperti yang dialami Keenan Pearce yang bertemu dengan partner bisnisnya saat berkendara dengan uberPool. Semacam jadi membuka jalan silaturahim ke lingkungan yang lebih luas gitu ya.

Sore ini saya mencoba menggunakan uberPool dari kawasan Senayan menuju Gambir. Ini hasilnya:
Karena saya orangnya biasa aja kalau cuma untuk sharing dengan orang asing pada trip pendek saat naik uber, maka saya akan senang hati memilih uberPool untuk kondisi seperti sore ini. Namun jika saya buru-buru maka saya akan memilih uber Black atau uber Motor jika cuaca cerah dan tak terlalu panas. Jadi kalau teman-teman ditanya tentang uberPool, bakal jawab Yes or No? :D

UberPool sedang promosi lho, diskon 50% untuk trip yang dilakukan sampai dengan 3 Juli. Belum punya uber? Download aplikasinya dan pakai kode diskon dari saya ini untuk mendapatkan potongan Rp 50.000 untuk trip pertama kalian: https://www.uber.com/invite/y1az4ue

You Might Also Like

16 comments

  1. Aku sih iyes. Gak tahu mas Anang.

    Pengen ketemu investor gitu pas pake uberpool. *wish*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oiya malah lupa cerita tentang ketemu investooor.. haha

      Delete
  2. No. Dari awal ngerasa kasihan aja sama drivernya, soalnya kan belum tentu bakal ada partner sharing. Ditambah kmrn sempet ngobrol sama driver ttg ini, bapaknya cerita skrg banyak yang pake uberpool, sehari dia dapet 300sekian. Buat bayar mobil 200, buat bensin 100, sisanya buat dia puluhan ribu (dibawah 50rb). Belum lagi biaya pulsa yang diperlukan untuk menghubungi pelanggan yg terkadang perlu dilakukan.
    Mungkin yg bakal lebih kerasa bapak2 kayak yg saya ajak ngobrol kmrn, dimana mobil yang dipakai bukan milik pribadi, sehingga masih ada biaya sewa mobil yg harus dikeluarkan.
    UberX aja tarifnya sudah hampir separo tarif taksi konvensional lho. Kalo masih terasa berat mungkin bisa memilih moda transportasi lain, busway atau KRL misalnya.
    Ini pendapat pribadi aja ya. Semoga program baru ini tidak merugikan para driver.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, makasih banyak ya sharingnya. Another perspective yang belom di bahas di postingan nih :)

      Delete
  3. nah ini nih yang di lombok belum ada, heheuheu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga lekas ada ya. Lumayan membantu banget di area yang jarang kendaraan umum kayak di Lombok :D

      Delete
  4. Ampuuuun ya ._. aku nggak ngerti uber-uberan ._. kayaknya di Jogja nggak ada deh ._. eh, apa aku nggak pernah liat ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin ga lama lagi bakal ada Mba, hehe. Udah ada ojek online juga kan ya di Jogja?

      Delete
  5. dengan tarif segitu murah gw akan coba. Definitely. Menggoda banget penghematan yang bisa dilakukan euy.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas, worth to try untuk pekerja kantoran di kawasan heitz macam Mas Dani :D

      Delete
  6. Kalo bahasa kecenya mungkin bisa dibilang "omprengan online" ya hehe..

    Waah bisa di coba nih buat cari jodoh #loch, padahal mah kalo naek omprengan juga biasanya dengerin musik, maen hape atau tidur haha..

    Padahal gw sendiri ga gitu suka naek uber ni karna ga fix rate (khan ga suka di phpin, maunya yg pasti2 aja #apasih) n lebih suka naek go car atau grab hehehe..

    Idenya kreatif si.. tapi kalo gw pribadi lebih suka ga sharing kali ya dengan alasan males jemput2 orang lama hehe..

    Thanks for sharing niii.. Lanjutan dari groub IHB ya ini hehe..
    Maaf lahir bathin ya.. *jadi panjang ni komennya hahaha

    onlybona.wordpress.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, yang uberpool ini fix tarifnya Diana. Iyes preferensinya emang beda2 ya. Siap, maaf lahir batin juga ya :D

      Delete
  7. Jauh juga yach beda harganya. Pengen juga nich nyobain uberpool.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lumayan nih Mba nge UberPool kalau lagi nggak buru2 :D

      Delete
  8. Murah banget sih mbak, tapi kalau aku sih nooo. Soalnya aku takut ketemu orang asing semobil gitu. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Au, kalau malam serem ya bareng orang asing :D

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung, silakan tinggalkan komentar.
Love, Nia :)